
Dua tahun lalu, Rodri tidak tahu apakah lututnya bisa membawanya kembali ke lapangan. Sekarang, per 20 Juli 2026, ia berdiri di atas podium Piala Dunia sebagai juara dunia bersama Spanyol — dan pulang dengan trofi Pemain Terbaik turnamen di tangannya. Kalau kamu mau menulis skenario comeback paling dramatis dalam sepak bola modern, kamu tidak perlu mengarang apa-apa.
Cedera lutut serius yang dialami Rodri sekitar dua tahun lalu bukan sekadar absen beberapa pekan. Itu adalah jenis cedera yang membuat pemain, pelatih, dan dokter tim duduk dalam diam dan tidak berani membuat janji. Gelandang Manchester City itu — pemain yang di musim 2023/24 memenangkan Ballon d'Or sambil menjadi mesin penggerak lini tengah City dan Spanyol — tiba-tiba tidak ada. Dan sepak bola, seperti biasa, terus berjalan tanpa menunggu.
Proses rehabilitasi untuk cedera lutut berat bisa memakan waktu lebih dari setahun, penuh dengan sesi fisioterapi yang monoton, setback kecil yang terasa besar, dan pertanyaan yang tidak pernah benar-benar hilang: apakah ini masih layak? Rodri melewati semua itu — dan kembali bukan sebagai pelengkap skuad, tapi sebagai pemain yang langsung mengambil alih kendali.
Spanyol juara Piala Dunia 2026, dikonfirmasi oleh BBC Sport dan FIFA.com. Rodri dinobatkan sebagai Pemain Terbaik turnamen — bukan sekadar hadir sebagai nama besar, tapi karena ia memang mendominasi: mengontrol tempo, memutus transisi lawan, dan mendistribusikan bola dengan tenang di saat tekanan paling tinggi. Persis seperti yang ia lakukan di fase grup Euro 2024 sebelum cederanya — hanya kali ini di panggung yang lebih besar, setelah jeda dua tahun yang tidak pernah ia minta.
Dewan FIFA memilih Rodri sebagai yang terbaik di antara semua pemain di turnamen ini. Penghargaan itu bukan sekadar pengakuan atas performa tujuh pekan — itu adalah validasi atas dua tahun yang tidak pernah ia ceritakan secara terbuka.
Kembali dari cedera lutut berat dan langsung memenangkan Piala Dunia sambil dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen — tidak ada cara yang lebih keras untuk membuktikan bahwa rehabilitasi itu sepadan.
Rodri tidak perlu berpidato panjang. Trofi di tangan kirinya dan medali di lehernya sudah cukup bicara.
Dua tahun lalu, Rodri tidak tahu apakah lututnya bisa membawanya kembali ke lapangan. Sekarang, per 20 Juli 2026, ia berdiri di atas podium Piala Dunia sebagai juara dunia bersama Spanyol
Lähteet
detikSport
Flagsiden jutut ovat omaperäisiä, monista lähteistä syntetisoituja kirjoituksia. Mainitsemme jokaisen median, joka ruokki juttua.
Yön otteluiden poiminta, mitä siirtoikkunassa tapahtuu, ja yksi kolumni, josta toimituksen pöytä väitteli. Ei mainoksia. Ei vinkkejä. Ei operaattoreita.
Yksi klikkaus poistaa tilauksesta. Emme jaa sähköpostiosoitteita.
“Stays on World Cup — different angle, same beat.”
MAAJOUKKUEETLionel Messi was in tears on the pitch at the final whistle. Argentina had lost 1-0 to Spain in the 2026 World Cup final, and the man who has defined football for two decades walked off the biggest st
“Stays on World Cup — different angle, same beat.”
MAAJOUKKUEETLionel Messi was in tears on the pitch at the final whistle. Argentina had lost 1-0 to Spain in the 2026 World Cup final, and the man who has defined football for two decades walked off the biggest st