Flagside.football
Akanji: Tanpa Kartu Merah Itu, Swiss Juara Dunia — photo: detikSport

Photo: detikSport

Akanji: Tanpa Kartu Merah Itu, Swiss Juara Dunia

Manuel Akanji tidak mau diam. Bek Manchester City itu menegaskan bahwa Swiss punya peluang nyata merebut trofi Piala Dunia 2026, dan satu keputusan wasit di perempat final melawan Argentina yang, menurut dia, merampas kesempatan itu. Kartu merah kontroversial untuk Breel Embolo menjadi titik balik yang kini terus dibicarakan Akanji, bahkan setelah turnamen usai.

Redaksi Flagside·Dipublikasikan ·1 MENIT BACA

Ditulis dengan AI dan diperiksa secara otomatis sebelum diterbitkan. Cara kami bekerja

Klaim yang Tidak Tanggung-tanggung

Menurut laporan detikSport, Akanji secara terang-terangan menyebut bahwa Swiss bisa menjadi juara dunia andai Embolo tidak diusir dari lapangan saat menghadapi Argentina di babak perempat final. Akanji bukan pemain yang asal bicara: sebagai bek reguler di level tertinggi Eropa, ia tahu betul seperti apa rasanya bermain dengan sepuluh orang di panggung sebesar itu.

Kartu merah untuk Embolo disebut kontroversial. Detail spesifik insiden itu, termasuk keterlibatan VAR, tidak dirinci detikSport, tapi Akanji jelas merasa keputusan itu tidak adil dan cukup menentukan jalannya laga.

Swiss dan Argentina: Perempat Final yang Memanas

Pertemuan Swiss dengan Argentina di perempat final Piala Dunia 2026 sudah menjadi salah satu laga yang paling banyak diperbincangkan dari turnamen ini. Argentina, sebagai juara bertahan, selalu menjadi lawan yang berat. Tapi Swiss bukan tim sembarangan: mereka konsisten, terorganisir, dan punya karakter untuk bersaing dengan siapa pun.

Ketika Embolo keluar lebih awal lewat kartu merah yang diperdebatkan, keseimbangan laga berubah. Bermain dengan sepuluh orang melawan Argentina bukan hanya soal angka di lapangan, tapi soal tekanan psikologis yang menumpuk setiap menit. Akanji tahu itu, dan itulah yang membuatnya bicara.

Debat yang Belum Selesai

Pernyataan Akanji membuka kembali diskusi yang lebih besar: seberapa besar satu keputusan wasit bisa mengubah sejarah sebuah turnamen? Di Piala Dunia, margin kesalahan nyaris tidak ada. Satu kartu, satu penalti yang tidak diberikan, satu menit yang salah, bisa berarti segalanya.

Fans Swiss punya alasan untuk setuju dengan Akanji. Fans Argentina akan bilang mereka layak menang bagaimanapun caranya. Dan di situlah letak daya tarik perdebatan ini: tidak ada jawaban yang bisa dibuktikan, hanya keyakinan masing-masing pihak yang terus bertabrakan.

Comments

Loading comments…

Share this story

Manuel Akanji tidak mau diam. Bek Manchester City itu menegaskan bahwa Swiss punya peluang nyata merebut trofi Piala Dunia 2026, dan satu keputusan wasit di perempat final melawan Argentina yang, menurut dia, merampas…

Sumber1 sumber

Kami menyebutkan dan menautkan setiap media yang menjadi dasar artikel ini, dan menulis ulang liputan mereka dengan kata-kata kami sendiri, bukan menyalinnya.

BRIEF PAGI

Bola hari ini, di inbox jam 7 pagi. Cuma itu.

Pilihan pertandingan malam, apa yang lagi terjadi di transfer window, dan satu kolom yang harus dibaca hari ini. Tanpa iklan. Tanpa tips. Tanpa operator.

Unsubscribe sekali klik. Kami tidak bagikan email.