Flagside.football
Alonso pilih bela Penders, bukan menyalahkan — Photo: Mark Freeman from Hornchurch, UK via Wikimedia Commons (CC BY 2.0)

Photo: Mark Freeman from Hornchurch, UK via Wikimedia Commons (CC BY 2.0)

Alonso pilih bela Penders, bukan menyalahkan

Derby London lagi-lagi menyisakan luka untuk Chelsea. Kalah 0-2 dari Tottenham Hotspur pada 25 Oktober 2026 di Liga Inggris, Chelsea harus menelan pil pahit lewat gol bunuh diri Mike Penders, namun yang justru jadi sorotan setelah peluit panjang adalah sikap sang manajer.

Redaksi Flagside·Dipublikasikan ·1 MENIT BACA

Ditulis dengan AI dan diperiksa secara otomatis sebelum diterbitkan. Cara kami bekerja

Alih-alih menyalahkan Penders di depan kamera, Xabi Alonso memilih jalur berbeda: ia tampil membela pemainnya sendiri. Menurut laporan detikSport, Alonso tidak menjadikan gol bunuh diri itu sebagai alasan kekalahan, melainkan berbicara soal bagaimana timnya merespons momen sulit secara kolektif.

Gol bunuh diri Penders menjadi salah satu dari dua gol yang bersarang di gawang Chelsea sore itu, dan detail soal bagaimana bola itu berakhir di gawang sendiri, apakah murni kesalahan individu atau hasil deflkesi yang sial, belum dijelaskan lebih rinci dalam laporan yang ada. Yang pasti, hasil itu membuat Chelsea pulang dengan tangan kosong dari laga derby London tersebut.

Melindungi pemain, bukan menutupi masalah

Sikap Alonso ini bukan sekadar basa-basi pasca-pertandingan. Ia mengarahkan narasi menjauh dari individu dan ke arah tanggung jawab kolektif, pendekatan yang biasa dipakai manajer-manajer yang paham betul bahwa membakar kepercayaan diri satu pemain di depan publik bisa merusak atmosfer ruang ganti jauh lebih lama dari satu kekalahan.

Untuk klub sebesar Chelsea, yang setiap laga selalu diawasi lensa media dan tekanan ekspektasi, cara manajer merespons momen seperti ini sering jadi indikator lebih jelas soal kepemimpinan dibanding hasil pertandingan itu sendiri. Alonso tampaknya memilih menyimpan evaluasi taktis untuk ruang ganti dan latihan, bukan untuk konferensi pers.

Derby yang menyakitkan

Kekalahan dari Tottenham ini menambah catatan kelam dalam rivalitas London yang selalu punya bobot ekstra, terlepas dari posisi kedua tim di klasemen musim ini. Bagi Chelsea, laporan yang beredar baru menyebutkan hasil akhir dan insiden gol bunuh diri Penders, sementara detail lain soal performa tim secara keseluruhan belum terkonfirmasi lebih jauh.

Yang jelas, bagaimana skuad Chelsea merespons kekalahan ini di laga-laga berikutnya akan jadi ujian nyata, apakah sikap protektif Alonso benar-benar membantu Penders dan rekan-rekannya bangkit, atau justru laga derby ini akan terus membayangi.

Comments

Loading comments…

Share this story

Derby London lagi-lagi menyisakan luka untuk Chelsea. Kalah 0-2 dari Tottenham Hotspur pada 25 Oktober 2026 di Liga Inggris, Chelsea harus menelan pil pahit lewat gol bunuh diri Mike Penders, namun yang justru jadi…

Sumber1 sumber

Kami menyebutkan dan menautkan setiap media yang menjadi dasar artikel ini, dan menulis ulang liputan mereka dengan kata-kata kami sendiri, bukan menyalinnya.

BRIEF PAGI

Bola hari ini, di inbox jam 7 pagi. Cuma itu.

Pilihan pertandingan malam, apa yang lagi terjadi di transfer window, dan satu kolom yang harus dibaca hari ini. Tanpa iklan. Tanpa tips. Tanpa operator.

Unsubscribe sekali klik. Kami tidak bagikan email.