
Photo: sports.yahoo.com
Rice makan dari kebencian netral ke Arsenal
Declan Rice tidak mencoba mengubah citra Arsenal di mata netral. Ia justru menikmatinya. Gelandang Arsenal itu secara terbuka mengaku bahwa ketidaksukaan banyak orang terhadap kemenangan Arsenal justru menjadi motivasi tersendiri baginya, dan itu bukan sesuatu yang ia sembunyikan.
Villain? Justru itu yang diinginkan
Rice, yang bergabung dengan Arsenal dari West Ham, sudah lama dikenal sebagai pemain dengan mentalitas kompetitif tinggi. Tapi pernyataan terbarunya, yang dilaporkan detikSport, membawa narasi itu selangkah lebih jauh: ia tidak hanya menerima status Arsenal sebagai klub yang kurang disukai netral, ia secara aktif memakainya sebagai bahan bakar.
Menurut detikSport, Rice disebut menyatakan rasa 'senang' karena banyak pihak tidak ingin Arsenal menang. Pernyataan itu singkat, dan setiap tim yang akan menghadapi Arsenal kini punya satu kalimat ekstra untuk ditempel di papan ruang ganti mereka.
Mentalitas yang sudah lama dibangun Arteta
Mikel Arteta bukan pelatih yang membangun tim dengan cara diam-diam. Sejak ia tiba di Emirates, ada benang merah yang konsisten: rasa lapar, rasa tidak puas, dan keyakinan bahwa dunia luar meremehkan mereka. Rice, dengan satu kalimat, merangkum semua itu dengan cara yang tidak akan pernah muncul di siaran pers resmi.
Dua musim terakhir Arsenal finis sebagai runner-up Premier League, cukup dekat untuk menyakitkan, tapi belum cukup dekat untuk menang. Pertanyaan yang selalu muncul bukan soal kualitas skuad, melainkan soal kepala: apakah mereka bisa menanggung tekanan ketika gelar benar-benar ada di depan mata? Rice, dengan pernyataan seperti ini, sedang menjawab pertanyaan itu sebelum musim benar-benar panas.
Kutipan yang akan ditempel di papan
Dalam sepakbola, ada kutipan yang lahir dari konferensi pers rutin dan langsung terlupakan. Lalu ada kutipan yang ditempel di papan ruang ganti lawan. Pernyataan Rice masuk kategori kedua. Setiap tim yang akan menghadapi Arsenal musim ini kini punya satu kalimat ekstra untuk dijadikan bahan motivasi, dan Rice tahu persis apa yang ia lakukan.
Ketidakpopuleran Arsenal di kalangan netral bukan fenomena baru. Tapi mengubahnya menjadi identitas kolektif, bukan sekadar sesuatu yang diterima begitu saja, itu yang berbeda. Kalau mentalitas itu benar-benar meresap ke seluruh skuad, musim ini bisa terasa berbeda dari dua musim sebelumnya.
Sumber1 sumber
Redaksi Flagside baca setiap berita yang kami terbitkan. Kami kerja dari pers bola, tulis sendiri bukan cuma reprint, dan cek akurasi serta sumber setiap artikel. Semua outlet yang masuk ke berita ini tercantum di bawah Sumber.
Bola hari ini, di inbox jam 7 pagi. Cuma itu.
Pilihan pertandingan malam, apa yang lagi terjadi di transfer window, dan satu kolom yang harus dibaca hari ini. Tanpa iklan. Tanpa tips. Tanpa operator.
Unsubscribe sekali klik. Kami tidak bagikan email.



Comments
Loading comments…