Photo: Biso via Wikimedia Commons (CC BY 3.0)
Baggott kira itu cuma trik Herdman
John Herdman tidak pernah terlihat puas dengan satu gol saja. Saat Timnas Indonesia menghadapi Bangladesh, pelatih asal Inggris itu terus berteriak dari pinggir lapangan meminta timnya menambah gol lagi, dan lagi. Elkan Baggott, bek yang jadi salah satu sasaran instruksi itu, sempat mengira Herdman cuma bercanda atau menjalankan trik taktik tertentu.
Ditulis dengan AI dan diperiksa secara otomatis sebelum diterbitkan. Cara kami bekerja
Permintaan Herdman itu bukan sekali dua kali terdengar di lapangan. Menurut keterangan yang disampaikan Baggott, sang pelatih terus-menerus menegaskan kepada para pemain Timnas Indonesia untuk tidak berhenti mencetak gol begitu keunggulan sudah didapat melawan Bangladesh.
Baggott mengaku awalnya menganggap arahan itu semacam gimmick taktik, semacam cara Herdman memompa mental pemain di tengah pertandingan. Baru belakangan ia sadar bahwa pelatihnya memang serius ingin timnya terus menyerang sampai peluit akhir, bukan sekadar bermain aman menjaga keunggulan.
Mentalitas yang Herdman Tanamkan
Instruksi untuk terus menambah gol melawan Bangladesh jadi contoh kecil bagaimana Herdman ingin pemainnya berpikir sejak menit pertama sampai menit terakhir, bukan cuma soal hasil akhir.
Bagi pemain seperti Baggott yang biasa bermain di posisi bertahan, pola pikir ini butuh adaptasi. Seorang bek biasanya dilatih untuk berpikir soal clean sheet dan menjaga keunggulan, bukan ikut memikirkan gol tambahan. Insiden salah paham ini justru jadi gambaran jujur soal bagaimana instruksi Herdman kadang terasa tidak lazim bagi pemain yang baru menyesuaikan diri dengan gaya kepelatihannya.
Kalau filosofi menyerang tanpa henti ini terus dipertahankan Herdman, pertandingan-pertandingan Timnas Indonesia ke depan kemungkinan akan lebih terbuka dan lebih berani, dengan atau tanpa keunggulan di papan skor.
Apakah mentalitas menyerang terus-menerus Herdman akan membuat Timnas Indonesia lebih berbahaya?
Sumber1 sumber
Kami menyebutkan dan menautkan setiap media yang menjadi dasar artikel ini, dan menulis ulang liputan mereka dengan kata-kata kami sendiri, bukan menyalinnya.
Bola hari ini, di inbox jam 7 pagi. Cuma itu.
Pilihan pertandingan malam, apa yang lagi terjadi di transfer window, dan satu kolom yang harus dibaca hari ini. Tanpa iklan. Tanpa tips. Tanpa operator.
Unsubscribe sekali klik. Kami tidak bagikan email.

Comments
Loading comments…