Flagside.football
Gol kena kabel itu sah — kata siapa? — photo: detikSport

Photo: detikSport

Gol kena kabel itu sah — kata siapa?

Inggris ke semifinal Piala Dunia 2026. Selamat. Tapi sebelum kita bicara soal lawan berikutnya, ada satu pertanyaan yang belum terjawab dengan bersih: apakah gol pertama itu seharusnya dihitung? Bola menyentuh kabel di dalam stadion sebelum masuk ke gawang — dan wasit membiarkannya berdiri. Norwegia tersingkir 2-1, dan dunia sepak bola kini punya bahan debat yang cukup untuk bertahan seminggu.

By Arif Pratama· Redaktur sepak bola·Dipublikasikan ·Update ·2 MENIT BACA

Apa yang terjadi

Inggris menghadapi Norwegia di babak perempat final Piala Dunia 2026, dan laga itu berjalan ketat seperti yang sudah-sudah ketika kedua tim bertemu. Gol pertama Inggris menjadi titik balik — tapi bukan karena kualitasnya. Bola, dalam perjalanannya menuju gawang, dilaporkan mengenai kabel yang tergantung di dalam stadion sebelum akhirnya masuk. Wasit mengesahkan gol. Inggris menang 2-1 dan melaju.

Detail spesifik — siapa yang mencetak gol, di menit berapa, dan apakah VAR benar-benar meninjau insiden itu — belum dikonfirmasi secara resmi berdasarkan laporan yang tersedia. Yang jelas: kontroversinya nyata, dan reaksi publik sudah bergerak lebih cepat dari klarifikasi resmi mana pun.

Apa kata aturan

Laws of the Game yang diterbitkan IFAB cukup tegas soal ini — tapi juga membuka ruang interpretasi yang menyebalkan. Jika bola mengenai objek di luar lapangan seperti kabel kamera atau infrastruktur stadion, wasit berhak menghentikan permainan dan memulai ulang dengan bola jatuh. Tapi aturan itu berlaku sebelum bola masuk ke gawang. Jika gol sudah terjadi, keputusan ada di tangan wasit yang memimpin laga — dan VAR, dalam banyak kasus, tidak punya yurisdiksi eksplisit untuk membatalkan gol atas dasar bola menyentuh infrastruktur, kecuali ada preseden yang jelas.

Singkatnya: ini bukan situasi offside yang bisa diukur dengan garis. Ini wilayah abu-abu yang bergantung pada apakah wasit melihat kejadian itu secara langsung — dan apakah mereka memilih untuk bertindak.

Norwegia berhak marah?

Secara emosional, ya. Secara regulasi, jawabannya lebih rumit. Norwegia bermain cukup baik untuk membuat laga ini kompetitif, dan tersingkir dari Piala Dunia lewat gol yang masih diperdebatkan legitimasinya adalah skenario yang tidak layak diterima siapa pun begitu saja. Tapi protes resmi di level FIFA butuh lebih dari sekadar kontroversi — butuh bukti bahwa prosedur dilanggar.

Yang paling menyakitkan bagi Norwegia: bahkan jika mereka benar, hasilnya kemungkinan besar tidak akan berubah.

Inggris dan asterisk yang mengikuti

Inggris kini di semifinal Piala Dunia 2026. Itu fakta. Tapi gol itu akan terus mengikuti narasi perjalanan mereka — setidaknya sampai mereka memenangkan sesuatu yang lebih besar, atau tersingkir lebih awal dari yang diharapkan. Tidak ada yang suka menang dengan cara yang membutuhkan penjelasan panjang.

Wasit tidak membatalkan gol itu. VAR — sejauh yang dilaporkan — tidak turun tangan. Dan Inggris melanjutkan perjalanan mereka. Tapi di sudut-sudut internet, di grup WhatsApp penggemar sepak bola dari Jakarta sampai Oslo, pertanyaannya tetap sama: bola itu kena kabel, kan?

Ya. Kena.

Comments

Loading comments…

Share this story

Inggris ke semifinal Piala Dunia 2026. Selamat. Tapi sebelum kita bicara soal lawan berikutnya, ada satu pertanyaan yang belum terjawab dengan bersih: apakah gol pertama itu seharusnya dihitung?

Sumber1 sumber

Redaksi Flagside baca setiap berita yang kami terbitkan. Kami kerja dari pers bola, tulis sendiri bukan cuma reprint, dan cek akurasi serta sumber setiap artikel. Semua outlet yang masuk ke berita ini tercantum di bawah Sumber.

BRIEF PAGI

Bola hari ini, di inbox jam 7 pagi. Cuma itu.

Pilihan pertandingan malam, apa yang lagi terjadi di transfer window, dan satu kolom yang harus dibaca hari ini. Tanpa iklan. Tanpa tips. Tanpa operator.

Unsubscribe sekali klik. Kami tidak bagikan email.