Flagside.football
Kroasia hancur di kandang, rekor terburuk pecah — photo: liputan6.com

Photo: liputan6.com

Kroasia hancur di kandang, rekor terburuk pecah

Dua kali jadi finalis Piala Dunia dalam delapan tahun terakhir, Kroasia justru harus menelan catatan paling kelam dalam sejarah sepak bola mereka sendiri, tepat di kandang sendiri, melawan Inggris pada 3 Oktober 2026.

Redaksi Flagside·Dipublikasikan ·1 MENIT BACA

Ditulis dengan AI dan diperiksa secara otomatis sebelum diterbitkan. Cara kami bekerja

Menurut laporan detikSport, kekalahan yang diderita Luka Modrić dan kawan-kawan dari Inggris pada laga tersebut tercatat sebagai kekalahan terburuk dalam sejarah timnas Kroasia. Itu sebuah kalimat yang berat untuk negara sekecil Kroasia, yang justru dua kali beruntun melaju ke final Piala Dunia, 2018 di Rusia dan 2022 di Qatar.

Sebuah reputasi yang runtuh dalam satu malam

Tidak ada negara di Eropa yang punya rasio prestasi-per-populasi seperti Kroasia selama dekade terakhir. Generasi Modrić, lalu diwarisi oleh nama-nama seperti Joško Gvardiol, selalu identik dengan daya juang dan soliditas, bukan kekalahan telak di depan publik sendiri.

DetikSport tidak merinci skor pasti maupun konteks pertandingan dalam laporan awal mereka, tapi penekanan pada kata "terburuk dalam sejarah" saja sudah cukup untuk membuat federasi sepak bola Kroasia (HNS) bersiap menjawab banyak pertanyaan dalam beberapa hari ke depan.

Kapan terakhir Kroasia sehancur ini?

Ini bukan sekadar kekalahan biasa. Kroasia dikenal sebagai tim yang jarang benar-benar dipermalukan, bahkan saat kalah dari tim-tim besar Eropa sekalipun. Label "kekalahan terburuk sepanjang sejarah" berarti laga ini melampaui kekalahan-kekalahan pahit yang pernah mereka alami di berbagai era, termasuk di bawah pelatih-pelatih sebelumnya.

Bagi Inggris, hasil ini jadi bukti lain bahwa tim asuhan mereka saat ini mampu menekan lawan berkelas di kandang lawan sendiri. Bagi Kroasia, ini jadi alarm.

Pertanyaan besar menuju kompetisi berikutnya

Setelah dua kali tembus final Piala Dunia, ekspektasi terhadap timnas Kroasia selalu tinggi. Kekalahan sebesar ini di kandang sendiri otomatis membuka diskusi soal regenerasi skuad, khususnya mengingat beberapa pemain senior yang jadi tulang punggung dua final tersebut kini memasuki fase akhir karier internasional mereka.

HNS belum memberikan pernyataan resmi terkait detail taktis maupun evaluasi pasca-laga dalam laporan yang tersedia. Namun tekanan publik dan media Kroasia untuk mendapat jawaban soal arah tim ke depan kemungkinan besar akan datang cepat, apalagi dengan kompetisi besar berikutnya sudah menanti di kalender internasional.

YOUR CALL

Apakah Kroasia perlu merombak skuad setelah kekalahan terburuk ini?

Comments

Loading comments…

Share this story

Dua kali jadi finalis Piala Dunia dalam delapan tahun terakhir, Kroasia justru harus menelan catatan paling kelam dalam sejarah sepak bola mereka sendiri, tepat di kandang sendiri, melawan Inggris pada 3 Oktober 2026.

Sumber1 sumber

Kami menyebutkan dan menautkan setiap media yang menjadi dasar artikel ini, dan menulis ulang liputan mereka dengan kata-kata kami sendiri, bukan menyalinnya.

BRIEF PAGI

Bola hari ini, di inbox jam 7 pagi. Cuma itu.

Pilihan pertandingan malam, apa yang lagi terjadi di transfer window, dan satu kolom yang harus dibaca hari ini. Tanpa iklan. Tanpa tips. Tanpa operator.

Unsubscribe sekali klik. Kami tidak bagikan email.