Photo: timesindonesia.co.id
Messi tutup karier Timnas dengan kemenangan 3-0
Lionel Messi menutup bukunya dengan Albiceleste bukan di final Piala Dunia, bukan di tengah euforia trofi, melainkan di laga persahabatan melawan Benin. Argentina menang 3-0 di Estadio Monumental pada 7 Oktober 2026, dan itu saja sudah cukup jadi penutup yang layak untuk salah satu karier terbesar dalam sejarah sepak bola.
Ditulis dengan AI dan diperiksa secara otomatis sebelum diterbitkan. Cara kami bekerja
Tidak ada drama penalti, tidak ada comeback dramatis. Laga perpisahan Lionel Messi justru berjalan tenang, Argentina menang 3-0 atas Benin di hadapan publik sendiri, dan hasil itu cukup untuk menutup total 204 caps serta 125 gol milik Messi bersama Timnas Argentina, catatan yang menempatkannya sebagai salah satu legenda sepak bola dunia.
Messi, yang kini berusia 39 tahun dan membela Inter Miami di Amerika Serikat, sempat mengungkap betapa berat keputusan ini secara emosional. Menurut detikSport, Messi mengakui bahwa hatinya akan selalu mendorongnya untuk terus bermain. Kalau mengikuti ego dan keinginan pribadinya, ia ingin terus membela Timnas Argentina.
Keputusan yang bukan soal ego
Messi memilih berhenti bukan karena kehabisan motivasi, tapi karena tidak ingin menjadi egois. Itu kalimat yang jarang didengar dari seorang pemain sekaliber dia, yang biasanya punya alasan untuk terus bertahan selama tubuh masih mengizinkan. Keputusan untuk mundur di titik di mana ia masih bisa tampil adalah keputusan yang sadar, bukan paksaan dari performa yang menurun.
DetikSport melaporkan laga ini sebagai 'laga perpisahan' yang berakhir manis, dan kemenangan telak 3-0 jadi bukti bahwa tim ini tidak kehilangan arah meski kehilangan pemain terbaiknya sepanjang masa dari skuad.
Siapa pewaris nomor 10?
Pertanyaan yang langsung muncul begitu Messi mengumumkan pensiun dari Timnas: siapa yang akan memakai nomor 10 Argentina setelah ini? DetikSport mengangkat pertanyaan itu sebagai topik besar pasca laga, namun belum ada nama yang resmi ditetapkan. Nomor itu membawa beban sejarah yang dimulai dari Diego Maradona dan diteruskan Messi selama lebih dari dua dekade.
Siapa pun yang akhirnya mengenakannya tidak akan diminta menyamai Messi. Itu target yang mustahil. Tapi Argentina kini harus mencari pemimpin baru di lini depan, sosok yang bisa menyatukan ruang ganti seperti yang dilakukan Messi sejak era-era sulit sebelum trofi Copa América dan Piala Dunia datang.
Penutup untuk karier yang jarang tenang
Laga di Estadio Monumental mungkin tidak punya trofi untuk diperebutkan, tapi punya sesuatu yang lebih jarang: penutup yang tenang untuk karier yang jarang sekali tenang.
Siapa yang bisa menggantikan kepemimpinan Messi di lini depan Argentina?
Sumber1 sumber
detikSport
- [1] https://sport.detik.com/sepakbola/bola-dunia/d-8695838/argentina-vs-benin-messi-bawa-albiceleste-menang-3-0-di-laga-perpisahan
- [2] https://sport.detik.com/sepakbola/foto-sepakbola/d-8695911/laga-perpisahan-messi-berakhir-manis-argentina-menang-3-0-atas-benin
- [3] https://sport.detik.com/sepakbola/bola-dunia/d-8696265/lionel-messi-pensiun-siapa-pewaris-nomor-10-di-timnas-argentina
- [4] https://sport.detik.com/sepakbola/bola-dunia/d-8696901/kalau-ikuti-ego-messi-maunya-terus-bela-timnas-argentina
Kami menyebutkan dan menautkan setiap media yang menjadi dasar artikel ini, dan menulis ulang liputan mereka dengan kata-kata kami sendiri, bukan menyalinnya.
Bola hari ini, di inbox jam 7 pagi. Cuma itu.
Pilihan pertandingan malam, apa yang lagi terjadi di transfer window, dan satu kolom yang harus dibaca hari ini. Tanpa iklan. Tanpa tips. Tanpa operator.
Unsubscribe sekali klik. Kami tidak bagikan email.
Comments
Loading comments…