Flagside.football
Nainggolan masih menyesal soal Timnas — Photo: Biso via Wikimedia Commons (CC BY 3.0)

Photo: Biso via Wikimedia Commons (CC BY 3.0)

Nainggolan masih menyesal soal Timnas

Radja Nainggolan tidak pernah mengenakan seragam Timnas Indonesia sepanjang kariernya di level elite Eropa, dan mantan gelandang Roma itu kembali membuka soal penyesalan itu, kali ini sambil menyinggung soal uang dan sebuah jam tangan Rolex.

Redaksi Flagside·Dipublikasikan ·1 MENIT BACA

Ditulis dengan AI dan diperiksa secara otomatis sebelum diterbitkan. Cara kami bekerja

Nainggolan, 38 tahun, dikenal sebagai salah satu pemain keturunan Indonesia paling sukses yang pernah tampil di liga top Eropa, dengan catatan panjang di Serie A bersama Cagliari dan Roma. Namun namanya tidak pernah masuk skuad Timnas Indonesia, sebuah fakta yang terus mengikuti ceritanya bahkan setelah gantung sepatu dari level tertinggi.

Menurut laporan detikSport, Nainggolan menyinggung insentif finansial dan hadiah material, termasuk jam tangan Rolex, saat merefleksikan keputusan di masa lalu terkait status kewarganegaraan dan keterwakilannya di level internasional. Ia mengaku menyesal tidak pernah membela Indonesia, meski detail lengkap soal kepada siapa tawaran itu ditujukan dan dalam konteks apa belum sepenuhnya terungkap dalam laporan tersebut.

Gap yang terus terbuka

Kasus Nainggolan bukan cerita baru di sepak bola Indonesia. Federasi berulang kali berburu pemain keturunan untuk memperkuat Timnas, dari naturalisasi hingga pendekatan personal ke pemain yang punya darah Indonesia namun lahir atau besar di Eropa. Nainggolan, yang lahir di Antwerp dari ayah asal Indonesia, selalu jadi nama yang disebut dalam diskusi semacam itu, tapi jalan menuju Garuda di dada tidak pernah terwujud.

Pengakuan Nainggolan membuka sedikit celah soal bagaimana pendekatan ke pemain diaspora sebenarnya berjalan, bahwa tawaran membela Indonesia pernah datang lengkap dengan iming-iming materi, bukan semata ajakan berbasis identitas atau kebanggaan. Itu jadi bahan evaluasi tersendiri buat PSSI, terutama di era saat Timnas Indonesia semakin agresif mencari pemain naturalisasi untuk kompetisi internasional.

Yang jelas, cara Nainggolan bicara soal penyesalan ini terdengar jujur dan personal, bukan sekadar nostalgia yang dilontarkan asal lewat. Bagi publik sepak bola Indonesia, nama Nainggolan akan selalu jadi pengingat tentang talenta kelas dunia yang lolos dari genggaman, dan tentang betapa rumitnya proses membawa pemain diaspora kembali ke rumah.

YOUR CALL

Apakah Nainggolan seharusnya pernah main untuk Timnas?

Comments

Loading comments…

Share this story

Radja Nainggolan tidak pernah mengenakan seragam Timnas Indonesia sepanjang kariernya di level elite Eropa, dan mantan gelandang Roma itu kembali membuka soal penyesalan itu, kali ini sambil menyinggung soal uang dan…

Sumber1 sumber

Kami menyebutkan dan menautkan setiap media yang menjadi dasar artikel ini, dan menulis ulang liputan mereka dengan kata-kata kami sendiri, bukan menyalinnya.

BRIEF PAGI

Bola hari ini, di inbox jam 7 pagi. Cuma itu.

Pilihan pertandingan malam, apa yang lagi terjadi di transfer window, dan satu kolom yang harus dibaca hari ini. Tanpa iklan. Tanpa tips. Tanpa operator.

Unsubscribe sekali klik. Kami tidak bagikan email.