Flagside.football
Garuda gagal lagi, mimpi buruk 2014 terulang โ€” photo: bola.kompas.com

Photo: bola.kompas.com

Garuda gagal lagi, mimpi buruk 2014 terulang

Indonesia pulang lebih awal lagi. Hasil imbang melawan Singapura di fase grup Piala AFF 2026 sudah cukup untuk mengakhiri perjalanan Timnas Garuda โ€” dan yang membuat ini terasa lebih berat: ini bukan pertama kalinya. Dua belas tahun setelah mimpi buruk 2014, Indonesia kembali tersingkir di babak grup turnamen regional utama Asia Tenggara. Dua edisi berturut-turut. Hasil yang sama. Pertanyaan yang sama, tapi kali ini lebih keras.

By Arif Pratamaยท Redaktur sepak bolaยทDipublikasikan ยทUpdate ยท1 MENIT BACA

Imbang yang Menyakitkan

Di atas kertas, seri melawan Singapura terdengar seperti hasil yang bisa diterima. Dalam konteks Piala AFF 2026, itu adalah pukulan telak. Timnas Indonesia membutuhkan kemenangan โ€” atau setidaknya kombinasi hasil yang menguntungkan โ€” untuk lolos ke semifinal. Tidak ada yang datang. Singapura, tim yang secara historis bukan momok terbesar Indonesia di kawasan ini, berhasil menahan laju Garuda dan menutup pintu ke babak gugur.

Menurut laporan detikSport, hasil itu mengonfirmasi eliminasi Indonesia dari fase grup, mengulang persis apa yang terjadi pada edisi 2014 โ€” satu-satunya kali sebelumnya Garuda gagal melewati fase grup turnamen ini.

Dua Kali Beruntun: Ini Bukan Kebetulan

Satu kali bisa disebut anomali. Dua kali berturut-turut adalah pola.

Indonesia adalah salah satu negara dengan basis penggemar sepakbola terbesar di Asia Tenggara. Infrastruktur stadion terus berkembang. Naturalisasi pemain telah menjadi strategi yang aktif dikejar PSSI dalam beberapa tahun terakhir. Namun semua itu belum cukup untuk memastikan tempat di empat besar turnamen regional yang โ€” secara jujur โ€” bukan kompetisi paling ketat di dunia.

Masalah paling mendasar tampaknya bukan kualitas individu, tapi ketidakmampuan memecah pertahanan lawan yang bertahan dalam โ€” pola yang muncul berulang kali sepanjang fase grup dan belum punya jawaban taktis yang jelas dari bench.

Jawaban resmi dari PSSI belum muncul ke permukaan pada saat artikel ini ditulis. Tapi keheningan itu sendiri sudah bicara banyak.

Tekanan yang Tidak Bisa Diabaikan

Timingnya tidak bisa lebih buruk. Kalender internasional Indonesia semakin padat โ€” dan tersingkir di fase grup AFF, melawan tim-tim tetangga yang jauh lebih akrab, mengirimkan sinyal yang sulit diabaikan oleh siapa pun yang mengikuti perkembangan program Timnas.

Kredibilitas staf pelatih kini berada di bawah tekanan nyata. Federasi โ€” PSSI โ€” tidak akan bisa menghindari pertanyaan soal arah jangka panjang program Timnas.

Hasil imbang lawan Singapura bukan sekadar angka di klasemen โ€” itu adalah cermin yang tidak nyaman. Sampai PSSI punya jawaban konkret atas masalah taktis yang sudah berulang dua edisi berturut-turut, Garuda akan terus pulang sebelum semifinal dimulai.

Comments

Loading commentsโ€ฆ

Share this story

Indonesia pulang lebih awal lagi. Hasil imbang melawan Singapura di fase grup Piala AFF 2026 sudah cukup untuk mengakhiri perjalanan Timnas Garuda โ€” dan yang membuat ini terasa lebih berat: ini bukan pertama kalinya.

Sumber1 sumber

Redaksi Flagside baca setiap berita yang kami terbitkan. Kami kerja dari pers bola, tulis sendiri bukan cuma reprint, dan cek akurasi serta sumber setiap artikel. Semua outlet yang masuk ke berita ini tercantum di bawah Sumber.

BRIEF PAGI

Bola hari ini, di inbox jam 7 pagi. Cuma itu.

Pilihan pertandingan malam, apa yang lagi terjadi di transfer window, dan satu kolom yang harus dibaca hari ini. Tanpa iklan. Tanpa tips. Tanpa operator.

Unsubscribe sekali klik. Kami tidak bagikan email.