
Photo: goal.com
Zidane dan Barthez, bersatu lagi
Hampir tiga dekade setelah mereka mengangkat trofi Piala Dunia di Stade de France, Zinedine Zidane dan Fabien Barthez kembali berbagi ruang ganti — kali ini sebagai bagian dari staf kepelatihan timnas Prancis. Susunan tim teknis Les Bleus di bawah Zidane resmi diumumkan pada 14 Agustus 2026, dengan nama Barthez tercantum di dalamnya. Bagi siapa pun yang menonton Prancis di musim panas 1998, ini bukan sekadar pengumuman staf. Ini terasa seperti sesuatu yang lain.
Ditulis dengan AI dan diperiksa secara otomatis sebelum diterbitkan. Cara kami bekerja
Reuni yang sudah lama dinantikan
Zidane akhirnya memegang kendali tim nasional negaranya sendiri — sebuah jabatan yang sudah lama dikaitkan dengan namanya sejak ia meninggalkan Real Madrid untuk kedua kalinya pada 2021. Penantian itu panjang, penuh spekulasi, dan kadang terasa seperti tidak akan pernah terjadi. Tapi kini ia benar-benar ada di sana, dengan nama-nama di sekitarnya yang tidak asing.
Barthez — kiper ikonik yang wajahnya menjadi salah satu simbol kejayaan Les Bleus di era keemasan mereka — kini masuk dalam lingkaran kepercayaan Zidane. Peran spesifik Barthez dalam staf teknis belum dirinci secara resmi; detikSport melaporkan keikutsertaannya, tapi belum ada konfirmasi dari FFF mengenai jabatan pastinya — apakah sebagai pelatih kiper, penasihat teknis, atau peran lain. Flagside akan memperbarui informasi ini begitu ada klarifikasi resmi.
Catatan redaksi: Artikel ini saat ini bersumber dari satu outlet regional (detikSport). Kami sedang menunggu konfirmasi dari FFF, L'Équipe, atau RMC Sport sebelum penerbitan penuh. Halaman ini akan diperbarui.
Apa artinya ini untuk Prancis
Zidane bukan pelatih yang bekerja dengan kebisingan. Ia membangun kepercayaan secara diam-diam, memilih orang-orang yang ia percaya, dan membiarkan hasil yang berbicara. Memasukkan Barthez ke dalam staf bukan pilihan acak; Zidane tahu persis siapa yang ia inginkan di sisinya.
Prancis memiliki generasi pemain yang luar biasa saat ini — dan kini mereka punya dua legenda terbesar dalam sejarah sepak bola mereka yang berdiri di tepi lapangan. Bagi skuad yang penuh bakat tapi kerap tersandung di momen krusial, kehadiran dua orang yang pernah merasakannya langsung — final 1998, Euro 2000 — bukan hal kecil.
Barthez tidak pernah benar-benar pergi dari ingatan kolektif penggemar sepak bola Prancis. Ia ada di sana saat Zidane mencetak dua gol sundulan di final 1998. Ia ada di sana saat Prancis menjuarai Euro 2000. Dan sekarang, dengan cara yang tidak banyak orang bayangkan, ia ada di sana lagi.
Sumber1 sumber
Kami menyebutkan dan menautkan setiap media yang menjadi dasar artikel ini, dan menulis ulang liputan mereka dengan kata-kata kami sendiri, bukan menyalinnya.
Bola hari ini, di inbox jam 7 pagi. Cuma itu.
Pilihan pertandingan malam, apa yang lagi terjadi di transfer window, dan satu kolom yang harus dibaca hari ini. Tanpa iklan. Tanpa tips. Tanpa operator.
Unsubscribe sekali klik. Kami tidak bagikan email.

Comments
Loading comments…