
Enam puluh tahun menunggu final Piala Dunia. Satu laga lagi. Dan yang berdiri di antara Inggris dengan sejarah itu adalah Lionel Messi — juara bertahan, pemegang trofi, dan pemain yang tampaknya memang tidak pernah benar-benar pergi.
Inggris vs Argentina bukan sekadar pertandingan sepak bola. Ini adalah arsip emosi — tangan Tuhan di Meksiko 1986, air mata David Beckham di Saint-Étienne 1998, dan satu generasi demi satu generasi pendukung Inggris yang tumbuh dengan cerita bahwa Argentina adalah tembok yang tidak bisa ditembus. Kini, di semifinal Piala Dunia 2026, dua negara itu bertemu lagi — dan kali ini, taruhannya adalah final pertama Inggris sejak 1966.
Menurut laporan detikSport, kubu Inggris menyambut laga ini dengan antusias. Wajar — ini bukan beban yang mereka hindari, ini adalah panggung yang sudah lama mereka tunggu. Tapi antusias dan siap adalah dua hal yang berbeda, dan Argentina yang datang sebagai juara bertahan tahu persis cara mematikan optimisme.
Lionel Messi sudah membuktikan satu hal di Qatar 2022: ia bisa memenangkan Piala Dunia. Pertanyaannya sekarang bukan apakah ia masih relevan — ia masih di sini, masih di turnamen ini, masih berdiri di semifinal. Pertanyaannya adalah apakah Inggris punya jawaban untuk pemain yang sudah menjawab semua pertanyaan yang pernah diajukan kepadanya.
Bagi pendukung di Indonesia — di mana nama Messi dan Piala Dunia sama-sama memiliki gravitasi tersendiri — laga ini adalah hadiah yang tidak diminta tapi langsung diterima dengan kedua tangan.
Messi tidak perlu melakukan sesuatu yang luar biasa untuk mengubah pertandingan. Kadang cukup satu sentuhan, satu pergerakan tanpa bola, satu momen yang membuat bek lawan ragu setengah detik — dan setengah detik itu sudah cukup.
Inggris sampai di semifinal bukan karena keberuntungan. Mereka punya struktur, punya kedalaman skuad, dan — untuk pertama kali dalam waktu yang lama — punya keyakinan kolektif yang tidak terasa dipaksakan. Tapi Argentina adalah ujian berbeda. Mereka juara bertahan dengan alasan yang sangat konkret: mereka tahu cara memenangkan pertandingan besar ketika tekanan paling berat.
Kubu Inggris boleh antusias. Tapi di lorong menuju lapangan nanti, ketika nama-nama pemain Argentina dibacakan satu per satu dan nama Messi terdengar terakhir — kita akan lihat apakah antusias itu tetap ada, atau berubah menjadi sesuatu yang lebih sunyi.
Satu hal yang pasti: dunia akan menonton. Dan Indonesia — seperti biasa — akan menonton paling keras.
Enam puluh tahun menunggu final Piala Dunia. Satu laga lagi. Dan yang berdiri di antara Inggris dengan sejarah itu adalah Lionel Messi — juara bertahan, pemegang trofi, dan pemain yang tampaknya memang tidak pernah…
Bronnen
detikSport
Flagside-artikelen zijn originele stukken samengesteld uit meerdere bronnen. We citeren elke outlet die in het stuk verwerkt is.
Hoogtepunten van de nacht, wat de transfermarkt doet, en het ene stuk dat je vandaag moet lezen. Geen ads. Geen tips. Geen operators.
Eenmalig afmelden. We delen je e-mailadres niet.
“Stays on World Cup — different angle, same beat.”
INTAda pertandingan sepak bola, dan ada pertandingan yang terasa seperti sejarah sedang berulang di depan mata. Inggris vs Argentina di semifinal Piala Dunia 2026 adalah yang kedua — sebuah duel yang tid
“Stays on World Cup — different angle, same beat.”
INTAda pertandingan sepak bola, dan ada pertandingan yang terasa seperti sejarah sedang berulang di depan mata. Inggris vs Argentina di semifinal Piala Dunia 2026 adalah yang kedua — sebuah duel yang tid