
Kalau ada satu pertandingan yang bisa menghentikan dunia selama 90 menit, ini dia — Inggris versus Argentina di semifinal Piala Dunia 2026. Menurut detikSport, dua raksasa sepak bola ini tengah menuju jalur tabrakan di babak empat besar, membawa serta beban sejarah yang sudah menumpuk sejak 1986, dan satu pertanyaan yang belum terjawab: apakah ini panggung terakhir Lionel Messi di Piala Dunia?
Inggris dan Argentina bukan sekadar dua tim nasional. Mereka adalah dua kutub emosi yang setiap kali bertemu di Piala Dunia, selalu meninggalkan luka atau euforia yang bertahan puluhan tahun. Tangan Tuhan di Meksiko 1986. Tendangan penalti David Beckham di Prancis 1998. Adu penalti yang menyakitkan di Jepang-Korea 2002. Setiap pertemuan menambah satu bab baru ke dalam kitab rivalitas paling dramatis di sepak bola internasional.
Dan sekarang, jika konfirmasi dari lapangan memang mengarah ke sana, bab berikutnya akan ditulis di Piala Dunia 2026 — dengan Messi di satu sisi, dan skuad Inggris yang penuh wajah-wajah muda dan lapar di sisi lain.
Lionel Messi sudah punya segalanya — Ballon d'Or, Liga Champions, dan yang paling berharga, trofi Piala Dunia 2022 di Qatar yang selama ini menjadi satu-satunya lubang dalam argumen GOAT-nya. Tapi sepak bola tidak pernah puas dengan satu bab penutup yang rapi. Di usia yang tidak lagi muda, Messi kembali ke panggung terbesar — dan semifinal melawan Inggris bukan sekadar pertandingan. Ini adalah ujian apakah legenda bisa terus menulis ceritanya sendiri, atau apakah generasi baru yang akan merebut pena itu.
Messi tidak perlu membuktikan apa-apa lagi. Tapi dia tetap di sini, dan itu sendiri sudah menjadi pernyataan.
Di sisi lain, Inggris datang bukan dengan beban nostalgia, melainkan dengan keyakinan yang berbeda teksturnya. Skuad ini bukan generasi yang tumbuh dengan trauma penalti — mereka tumbuh dengan menonton Piala Dunia 2018 dan Euro 2020 sebagai bukti bahwa Inggris memang bisa bersaing di level tertinggi. Mereka tidak takut pada nama besar. Dan Argentina, meski punya Messi, tetap harus menghadapi tim yang percaya bahwa 1966 bukan satu-satunya momen bersejarah yang bisa mereka klaim.
Perlu dicatat: laporan ini bersumber dari detikSport dan framing aslinya menggunakan bahasa antisipatif — semifinal ini belum sepenuhnya dikonfirmasi sebagai hasil pertandingan yang sudah terjadi. Flagside akan memperbarui artikel ini segera setelah kedua tim secara resmi mengamankan tempat di babak empat besar. Sampai saat itu, yang jelas adalah ini: jika Inggris dan Argentina memang bertemu, tidak akan ada yang mau melewatkan satu detik pun.
Kalau ada satu pertandingan yang bisa menghentikan dunia selama 90 menit, ini dia — Inggris versus Argentina di semifinal Piala Dunia 2026. Menurut detikSport, dua raksasa sepak bola ini tengah menuju jalur tabrakan di…
Bronnen
detikSport
Flagside-artikelen zijn originele stukken samengesteld uit meerdere bronnen. We citeren elke outlet die in het stuk verwerkt is.
Hoogtepunten van de nacht, wat de transfermarkt doet, en het ene stuk dat je vandaag moet lezen. Geen ads. Geen tips. Geen operators.
Eenmalig afmelden. We delen je e-mailadres niet.
“Stays on World Cup — different angle, same beat.”
INTLionel Messi não precisou de muitas palavras. Segundo o Terra Futebol, o craque argentino descreveu o confronto com a Inglaterra na semifinal da Copa do Mundo 2026 como uma partida especial — e quem a
“Stays on World Cup — different angle, same beat.”
INTLionel Messi não precisou de muitas palavras. Segundo o Terra Futebol, o craque argentino descreveu o confronto com a Inglaterra na semifinal da Copa do Mundo 2026 como uma partida especial — e quem a