Flagside.football
Dua kali 4-0: Persija membuat pelatih A-League bicara — photo: Bola.com

Photo: Bola.com

Dua kali 4-0: Persija membuat pelatih A-League bicara

Dua laga, dua kekalahan, skor yang sama persis: 0-4. Brisbane Roar pulang dari Indonesia dengan tangan kosong, dan pelatih mereka tidak mencari-cari alasan. Persija Jakarta yang jadi biang keroknya, dan pengakuan sang pelatih justru yang paling menarik dari seluruh kunjungan ini.

By Pieter van der Wal· Wedstrijdverslaggever·Gepubliceerd ·1 MIN LEESTIJD

Bukan sekali, tapi dua kali

Kalah 0-4 dari klub Liga 1 dalam satu pertandingan uji coba sudah cukup mengejutkan. Tapi Brisbane Roar mengalaminya dua kali berturut-turut, melawan lawan yang sama, dengan skor yang identik. Persija Jakarta tidak memberi ruang sedikit pun kepada tim asal A-League itu selama kunjungan mereka ke Indonesia.

Respons pelatih Brisbane yang paling menarik: alih-alih menyebut kondisi lapangan, jadwal perjalanan, atau rotasi skuad, ia langsung menunjuk ke kualitas Persija. Menurut laporan Bola.com, ia menyebut pengalaman dan kualitas pemain Persija sebagai faktor pembeda yang nyata antara kedua tim.

Pujian yang tidak biasa

Seorang pelatih yang baru saja kemasukan delapan gol dalam dua laga, dan memilih untuk memuji lawan daripada membela timnya sendiri, itu bukan hal yang sering terjadi. Pelatih Brisbane Roar melangkah lebih jauh dari itu: ia juga memuji perkembangan sepak bola Indonesia secara keseluruhan, menyebut Liga 1 kini dihuni banyak tim dan pemain berkualitas.

Ini bukan basa-basi diplomatik dari tamu yang sopan. Konteksnya penting: Brisbane Roar adalah klub profesional dari kompetisi yang selama ini dianggap berada di atas Liga 1 dalam hierarki sepak bola Asia Tenggara. Ketika tim seperti itu datang dan pulang dengan dua kekalahan telak, lalu pelatihnya berbicara seperti ini, ada sesuatu yang sedang bergeser.

Penanda yang lebih besar

Persija Jakarta bukan kejutan di sini. Mereka adalah salah satu klub terbesar di Indonesia, dengan basis suporter yang masif dan sejarah panjang di Liga 1. Tapi mengalahkan tim A-League 4-0 dua kali dalam satu rangkaian uji coba tetap merupakan pernyataan yang keras tentang di mana posisi klub-klub Indonesia sekarang.

Liga 1 dalam beberapa tahun terakhir memang berbenah: investasi asing masuk, pemain-pemain berkualitas didatangkan, dan standar kompetisi meningkat. Kata-kata pelatih Brisbane Roar, yang datang dari luar dan tidak punya kepentingan untuk memuji, adalah semacam validasi dari luar lingkaran.

Dua kekalahan 4-0 dan pengakuan terbuka dari pelatih lawan, semuanya dalam satu kunjungan yang sama: itu kombinasi yang jarang datang sekaligus.

Comments

Loading comments…

Share this story

Dua laga, dua kekalahan, skor yang sama persis: 0-4. Brisbane Roar pulang dari Indonesia dengan tangan kosong, dan pelatih mereka tidak mencari-cari alasan.

Bronnen1 bron

De redactie van Flagside leest alles wat we publiceren. We werken vanuit de voetbalpers, schrijven zelf in plaats van anderen na te drukken, en checken elk stuk op juistheid en bronnen. Elk medium dat in dit artikel verwerkt is, staat onder Bronnen.

OCHTENDBRIEF

Het voetbalnieuws van de dag, om 7 uur in je inbox. Niets anders.

Hoogtepunten van de nacht, wat de transfermarkt doet, en het ene stuk dat je vandaag moet lezen. Geen ads. Geen tips. Geen operators.

Eenmalig afmelden. We delen je e-mailadres niet.