Flagside.football
The Tottenham Experience - February 2019 — Photo: Hzh via Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Photo: Hzh via Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Dari £30 Juta ke £75 Juta: Ekonomi Aneh di Balik Transfer Savinho

Savinho pergi ke Tottenham dengan harga yang hampir tiga kali lipat dari yang dibayar Manchester City dua tahun lalu, meski ia lebih sering duduk di bangku cadangan daripada bermain. Ini bukan anomali pasar yang sederhana. Ada beberapa kekuatan yang bekerja bersamaan, dan semuanya perlu dipahami untuk mengerti mengapa angka ini bisa terjadi.

By Sanne Verhoeven· Transfermarktredacteur·Gepubliceerd ·3 MIN LEESTIJD

Harga Beli City Bukan Harga Pasar Saat Itu

Ketika City mendatangkan Savinho, mereka tidak membeli di harga pasar penuh. Mereka memiliki hubungan struktural dengan Troyes, klub yang juga berada dalam jaringan City Football Group, dan Savinho datang melalui jalur itu. Artinya, angka sekitar £30 juta yang dibayarkan City bukan cerminan dari apa yang harus dibayar klub lain untuk pemain yang sama pada waktu yang sama. Itu harga internal, harga ekosistem, bukan harga pasar terbuka.

Jadi perbandingan langsung antara harga beli City dan harga jual ke Spurs tidak sepenuhnya perbandingan setara. Pertanyaan yang lebih tepat bukan "mengapa harganya naik tiga kali lipat" tapi "berapa sebenarnya harga pasar Savinho ketika City membelinya", dan jawabannya hampir pasti jauh di atas £30 juta.

Inflasi Pasar Winger Muda Sudah Tidak Masuk Akal

Dalam dua hingga tiga tahun terakhir, harga winger muda berbakat di pasar Eropa naik dengan kecepatan yang tidak proporsional dibanding posisi lain. Klub-klub besar saling bersaing untuk profil yang sama: cepat, bisa melewati orang, berusia awal dua puluhan, dan punya potensi untuk berkembang. Savinho masuk kategori itu dengan sempurna.

Ketika permintaan tinggi dan pasokan rendah, harga tidak bergerak secara linear. Satu transfer besar menetapkan benchmark baru, dan benchmark itu langsung menjadi lantai negosiasi untuk transfer berikutnya. Savinho bukan satu-satunya pemain yang mengalami kenaikan nilai seperti ini, ia hanya contoh yang paling mencolok karena kontrasnya dengan waktu bermain yang terbatas.

Bangku Cadangan di City Bukan Bukti Kegagalan

Ini bagian yang paling sering disalahpahami. Savinho tidak banyak bermain di City bukan karena ia tidak cukup bagus, tapi karena City adalah salah satu skuad terdalam di dunia. Bersaing dengan pemain-pemain level tertinggi di setiap posisi, mendapat menit bermain terbatas adalah hal yang normal bahkan untuk pemain berkualitas tinggi.

Dari perspektif pasar, pemain yang duduk di bangku cadangan City tapi tetap dipercaya ada di sana tidak kehilangan nilai. Justru sebaliknya: keberadaan di skuad itu sendiri adalah semacam sertifikasi. Klub seperti City tidak menyimpan pemain yang mereka anggap tidak layak.

Yang dilihat Spurs bukan statistik menit bermain Savinho di City. Yang mereka lihat adalah profil pemain: usia, kemampuan teknis, kecepatan, dan potensi yang belum sepenuhnya dieksploitasi karena sistem City tidak dirancang untuk memaksimalkannya.

Savinho dan Spurs: Kecocokan yang Lebih Baik

Di sinilah argumen finansial dan argumen sepakbola bertemu. City bermain dengan cara yang sangat spesifik, posesif, terstruktur, dengan pergerakan tanpa bola yang sangat terpola. Winger di sistem itu harus beradaptasi dengan kerangka yang ketat.

Spurs bermain dengan tempo yang lebih vertikal dan memberi winger lebih banyak kebebasan untuk beroperasi dalam ruang transisi. Untuk pemain seperti Savinho, yang kekuatannya ada pada dribel satu lawan satu dan kemampuan membuat sesuatu terjadi secara individual, sistem Spurs adalah lingkungan yang jauh lebih kondusif.

Artinya Spurs tidak hanya membeli pemain mahal, mereka membeli pemain yang secara realistis bisa berkembang menjadi lebih baik di tangan mereka daripada di tangan penjualnya. Itu adalah logika transfer yang sehat, meski harganya terasa mencengangkan.

Lalu Apakah Spurs Overpaying?

Tergantung dari mana tolok ukurnya. Jika dibandingkan dengan harga beli City, ya, selisihnya besar. Tapi harga beli City bukan harga pasar, jadi perbandingan itu menyesatkan.

Jika dibandingkan dengan harga winger muda berkualitas serupa yang diperjualbelikan di pasar terbuka saat ini, angka sekitar £75 juta masuk dalam rentang yang bisa dipertahankan. Tidak murah, tapi bukan angka yang lahir dari keputusasaan atau ketidaktahuan.

Spurs sudah lama dikenal sebagai klub yang sangat disiplin secara finansial, bahkan di tengah periode tanpa trofi yang panjang. Mereka tidak sering membayar lebih dari yang seharusnya. Bahwa mereka bersedia membayar angka ini menunjukkan keyakinan internal yang kuat terhadap pemain ini, dan terhadap kemampuan mereka untuk mengekstrak nilai dari pemain yang belum pernah benar-benar diberi kesempatan penuh.

Comments

Loading comments…

Share this story

Savinho pergi ke Tottenham dengan harga yang hampir tiga kali lipat dari yang dibayar Manchester City dua tahun lalu, meski ia lebih sering duduk di bangku cadangan daripada bermain.

OCHTENDBRIEF

Het voetbalnieuws van de dag, om 7 uur in je inbox. Niets anders.

Hoogtepunten van de nacht, wat de transfermarkt doet, en het ene stuk dat je vandaag moet lezen. Geen ads. Geen tips. Geen operators.

Eenmalig afmelden. We delen je e-mailadres niet.