:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9334300/original/004557700_1787829271-1000131556.jpg)
Photo: Bola.com
Jersey batik PSIM: ketika parang bertemu tiga garis
PSIM Yogyakarta baru saja mengumumkan jersey dengan motif batik parang, hasil kolaborasi bersama Adidas. Direktur Utama Liana Tasno yang berbicara langsung soal jersey ini, dan pilihan motif parang bukan keputusan sembarangan: parang adalah salah satu motif batik paling tua dari Keraton Yogyakarta, simbol kekuatan dan keberanian yang sudah berabad-abad melekat pada budaya Jawa.
All the looks
Photos: Bola.com
Klub dan Kain
Kolaborasi antara klub Liga 1 dan merek sebesar Adidas memang bukan hal baru di level global. Tapi ketika klub itu adalah PSIM Yogyakarta, dan motif yang dipilih adalah batik parang, konteksnya berbeda. Parang punya hierarki, punya sejarah, dan punya bobot kultural yang tidak bisa dipisahkan dari kota tempat PSIM berdiri.
Liana Tasno, selaku Direktur Utama PSIM, menjadi wajah pengumuman ini, menurut laporan Bola.com. Keputusan untuk membawa motif parang ke jersey sepak bola, masih berdasarkan laporan yang sama, memberi sinyal bahwa klub sedang membangun identitas yang melampaui hasil di lapangan.
Lebih dari Sekadar Estetika
Tren jersey bermuatan budaya lokal memang sedang naik di Asia Tenggara, tapi kebanyakan masih berhenti di level ornamen. Yang menarik dari langkah PSIM, menurut Bola.com, adalah pemilihan motif yang spesifik dan punya makna: parang dipilih karena nilai filosofisnya yang berakar langsung pada tradisi Keraton Yogyakarta, bukan sekadar karena tampilannya.
Adidas dikenal dengan kolaborasi kultural serupa di berbagai pasar, dan kehadiran mereka dalam proyek ini menunjukkan minat yang tumbuh terhadap sepak bola Indonesia sebagai ruang ekspresi identitas lokal.
Sebelum Jersey Terlihat Penuh
Detail lengkap jersey, termasuk tanggal rilis resmi dan harga, belum diungkapkan secara publik berdasarkan informasi yang tersedia dari Bola.com. Yang ada baru pernyataan dari Liana Tasno soal filosofi di balik kolaborasi ini. Tapi justru di situ letak menariknya: klub memilih untuk memulai percakapan dari nilai, bukan dari angka.
Bagi penggemar PSIM dan pecinta kit culture di Indonesia, jersey ini sudah jadi bahan obrolan sebelum bahkan terlihat sepenuhnya. Motif parang di punggung pemain Liga 1, dengan tiga garis Adidas di bahunya. Itu gambar yang cukup kuat untuk membuat orang penasaran.
Fuentes1 fuente
Los editores de Flagside leen cada pieza que publicamos. Trabajamos desde la prensa futbolera, escribimos nuestro propio contenido en lugar de reproducir el de otros, y verificamos cada artículo por precisión y fuentes. Todos los medios que alimentaron esta pieza están nombrados bajo Fuentes.
El fútbol del día, en tu bandeja a las 7 AM. Nada más.
Lo mejor de los partidos de la noche, qué está haciendo la ventana de traspasos, y la columna que debes leer hoy. Sin anuncios. Sin pronósticos. Sin operadores.
Desuscripción con un clic. No compartimos emails.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334300/original/004557700_1787829271-1000131556.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335683/original/071532400_1788022578-psim.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20261907-Skuat-PSIM-Yogyakarta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335654/original/009732400_1788012528-persija.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9334503/original/079496600_1787851149-A_great_hit_out_for_a_youthful_Roar_outfit_in_match_1_of_our_Indonesia_tour__with_Dewa_United___s_.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Persib-Bandung-Ramon-Tanque-Semen-Padang.jpg)
Comments
Loading comments…