
Selama bertahun-tahun, Daichi Kamada adalah nama yang lebih dikenal para penggemar Liga Europa daripada panggung dunia. Di Piala Dunia 2026, gelandang Crystal Palace itu mulai mengubah narasi itu — satu pertandingan melawan Tunisia sekaligus.
Kamada dimainkan sebagai striker bayangan — trequartista, second striker, sebut saja sesukamu — dalam laga Jepang kontra Tunisia di fase grup Piala Dunia 2026 pada 21 Juni. Penampilannya di posisi itu menuai pujian luas, dengan Kamada bergerak bebas di antara lini tengah dan lini serang Tunisia, menciptakan masalah yang sulit dipecahkan lawan.
Ini bukan posisi asing baginya. Di Crystal Palace, Kamada secara konsisten tampil paling berbahaya ketika diberi kebebasan bergerak di ruang sempit antara dua lini — pola yang sudah terlihat sepanjang musim Premier League terakhir. Bedanya, di level Piala Dunia, kualitas itu terlihat oleh seluruh dunia.
Jepang sudah lama memiliki mesin pressing yang disiplin dan transisi cepat sebagai identitas permainan mereka. Yang kerap hilang adalah sosok yang bisa membuka kunci pertahanan terorganisir dengan sentuhan individual — pemain yang bisa berpikir satu detik lebih cepat dari lawannya di sepertiga akhir lapangan.
Kamada, setidaknya melawan Tunisia, mengisi celah itu. Ia bukan penyerang murni yang mengandalkan kecepatan, dan bukan gelandang box-to-box yang kerja kerasnya baru terlihat di statistik jarak tempuh. Ia adalah tipe pemain yang membuat bola terasa lebih cepat dari seharusnya.
Musim-musim di Lazio dan Frankfurt sudah membentuk Kamada menjadi pemain yang nyaman di tekanan tinggi. Kepindahannya ke Crystal Palace membawanya ke Premier League — liga yang, suka atau tidak, masih menjadi tolok ukur global untuk menilai seorang pemain.
Jika Piala Dunia 2026 benar-benar menjadi momen terobosannya, Palace akan mendapat pemain yang pulang dengan reputasi berbeda dari saat ia berangkat. Itu bukan hal kecil.
> Catatan redaksi: Artikel ini sedang menunggu konfirmasi skor akhir dan statistik lengkap laga Jepang vs Tunisia dari sumber Tier 2 atau Tier 3 (BBC Sport, ESPN FC, Goal, Sky Sports, atau laporan resmi FIFA/AFC). Artikel akan diperbarui segera setelah verifikasi selesai.
Selama bertahun-tahun, Daichi Kamada adalah nama yang lebih dikenal para penggemar Liga Europa daripada panggung dunia. Di Piala Dunia 2026, gelandang Crystal Palace itu mulai mengubah narasi itu
Fuentes
detikSport
Los artículos de Flagside son redacciones originales sintetizadas de múltiples fuentes. Citamos cada medio que alimentó la pieza.
Lo mejor de los partidos de la noche, qué está haciendo la ventana de traspasos, y la columna que debes leer hoy. Sin anuncios. Sin pronósticos. Sin operadores.
Desuscripción con un clic. No compartimos emails.
“Another one from the Internationals desk you might have missed.”
El Mundial 2026 tiene su primer problema meteorológico serio: el Servicio Meteorológico Nacional de Estados Unidos (NWS) ha emitido una alerta de inundaciones para el centro y el este del país, y el p
“Another one from the Internationals desk you might have missed.”
El Mundial 2026 tiene su primer problema meteorológico serio: el Servicio Meteorológico Nacional de Estados Unidos (NWS) ha emitido una alerta de inundaciones para el centro y el este del país, y el p