
Selama dua dekade lebih, Lionel Messi telah menghadapi hampir semua rintangan yang bisa ditawarkan sepak bola dunia. Tapi ada satu lawan yang entah bagaimana selalu luput — sampai sekarang. Argentina akan bertemu Inggris di semifinal Piala Dunia 2026, dan menurut laporan detikSport, ini adalah pertama kalinya dalam karier kompetitif Messi ia benar-benar berhadapan dengan skuad Inggris. Penting untuk dicatat sejak awal: klaim ini berasal dari satu sumber (detikSport) dan belum diverifikasi lintas sumber independen — framing ini dipertahankan secara konsisten di seluruh artikel. Jadwal laga masih menunggu konfirmasi resmi dari FIFA.
Argentina dan Inggris adalah dua nama yang tidak bisa disebut bersamaan tanpa bayangan Diego Maradona mengambang di atasnya — tangan kiri di Meksiko 1986, gol abad ini di menit berikutnya, lalu David Beckham dikartu merah di Saint-Étienne 1998. Rivalitas ini punya luka dan legenda dalam jumlah yang sama.
Messi lahir ke dalam warisan itu. Ia mengenakan nomor 10 Argentina sejak 2005, memenangkan Copa América, memenangkan Piala Dunia 2022 di Qatar — tapi tidak sekalipun ia pernah berdiri di lapangan berhadapan dengan Inggris dalam pertandingan resmi. Bukan di Piala Dunia, bukan di Copa América, bukan di turnamen apa pun. Dua jalur karier yang sejajar selama dua puluh tahun lebih, dan baru sekarang keduanya bertemu.
Logikanya sederhana: Argentina bermain di zona CONMEBOL, Inggris di UEFA. Keduanya tidak pernah satu grup di Piala Dunia sejak 1998 — dan Messi baru debut internasional tujuh tahun setelah pertemuan Saint-Étienne itu. Persimpangan jadwal yang membuat pertemuan ini selalu terhindar, bukan karena kesengajaan, tapi karena geografi dan undian.
Catatan editorial: Klaim bahwa ini benar-benar pertemuan pertama Messi melawan Inggris dalam laga kompetitif berasal dari satu sumber — detikSport. Rekam jejak historis mendukung klaim tersebut: untuk laga kompetitif, pertemuan terakhir Argentina vs Inggris adalah Piala Dunia 1998 di Saint-Étienne, tujuh tahun sebelum debut internasional Messi. Argentina dan Inggris memang sempat bermain dalam laga persahabatan setelah 1998 — termasuk di Jenewa pada November 2005 — namun Messi tidak tampil di laga tersebut. Verifikasi lintas sumber untuk klaim kompetitif ini belum tersedia saat artikel diterbitkan. Kami akan memperbarui jika ada konfirmasi dari sumber kedua.
Piala Dunia 2026 sangat mungkin menjadi Piala Dunia terakhir Messi — meski keputusan akhir tentu ada di tangannya sendiri, dan ia belum membuat pernyataan resmi soal pensiun internasional. Bahkan jika ini memang babak penutup kariernya di level internasional, ia sudah punya medali emas itu — Qatar 2022 adalah puncak yang tak terbantahkan. Tapi narasi sepak bola tidak pernah berhenti di satu titik, dan semifinal melawan Inggris adalah bab yang belum pernah ditulis.
Di sisi lain, Inggris datang dengan generasi yang sudah lama dianggap sebagai "golden generation" berikutnya — dan tekanan untuk akhirnya melampaui warisan 1966 tidak pernah hilang. Bagi mereka, mengalahkan Argentina — tim Messi, tim Maradona — di semifinal Piala Dunia akan punya bobotnya sendiri.
Messi tidak pernah merayakan gol melawan Inggris. Belum pernah ada kesempatan untuk itu. Semifinal ini akan mengubah salah satu dari dua hal: catatan sejarah, atau narasi perpisahan.
Selama dua dekade lebih, Lionel Messi telah menghadapi hampir semua rintangan yang bisa ditawarkan sepak bola dunia. Tapi ada satu lawan yang entah bagaimana selalu luput — sampai sekarang.
Sources
detikSport
Flagside articles are original write-ups synthesised from multiple sources. We cite every outlet that fed into the piece.
Pick of the night's matches, what the transfer window's doing, and the one column you should read today. No ads. No tips. No operators.
One-click unsubscribe. We do not share emails.
“Stays on World Cup — different angle, same beat.”
INTLionel Messi đã đánh bại gần như tất cả. Các triều đại của Tây Ban Nha, Đức, Brazil, Pháp, Hà Lan — ông đã đối đầu với họ ở những sân khấu lớn nhất, và thường thì ông là người cười sau cùng. Nhưng the
“Stays on World Cup — different angle, same beat.”
INTLionel Messi đã đánh bại gần như tất cả. Các triều đại của Tây Ban Nha, Đức, Brazil, Pháp, Hà Lan — ông đã đối đầu với họ ở những sân khấu lớn nhất, và thường thì ông là người cười sau cùng. Nhưng the