Flagside.football
Benin ogah jadi tamu manis buat Messi — Photo: Voltmetro via Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Photo: Voltmetro via Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Benin ogah jadi tamu manis buat Messi

Laga yang seharusnya jadi momen air mata dan tepuk tangan panjang untuk Lionel Messi ternyata punya plot twist: lawannya, Benin, menurut detikSport tak berniat datang hanya untuk jadi latar belakang manis di hari perpisahan sang legenda.

Redaksi Flagside·Dipublikasikan ·1 MENIT BACA
·VIRAL

Ditulis dengan AI dan diperiksa secara otomatis sebelum diterbitkan. Cara kami bekerja

Argentina dijadwalkan menjamu Benin dalam laga persahabatan yang digadang-gadang jadi tampil terakhir Messi dengan kostum tim nasional, menurut detikSport. Tanggal pasti dan stadion belum dikonfirmasi. Yang jelas dari laporan itu: Benin tidak mau datang sebagai penonton berseragam sepak bola.

Bukan basa-basi protokoler

Setiap laga perpisahan punya naskah tak tertulis: tim tamu bermain sopan, sesekali menekan biar kelihatan kompetitif, lalu membiarkan sang bintang pamer skill terakhir sebelum peluit akhir. Benin, menurut laporan detikSport, sepertinya tidak membaca naskah tersebut. Sinyal keengganan untuk jadi "kado" bagi Messi membuat laga yang awalnya murni seremonial ini mendadak punya bumbu kompetitif yang tidak diundang siapa pun di ruang rapat federasi.

Belum jelas apakah ini memang kebijakan resmi tim Benin atau sekadar nada yang ditangkap media dari pernyataan di sekitar laga. Tapi efeknya sama: narasi "Messi pamit dengan tenang" sekarang punya saingan narasi "Benin datang untuk bikin repot".

Rekor yang menyertai Messi

Messi dikenal luas sebagai pencetak gol dan peraih caps terbanyak sepanjang sejarah tim nasional Argentina, rekor yang membuat laga semacam ini otomatis jadi sorotan di mana pun digelar. Pemain itu, menurut data klub yang kami pegang per 6 Juli 2026, tercatat bermain untuk Inter Miami. detikSport sendiri membingkai laga melawan Benin sebagai momen pamit Messi dari kostum Argentina, meski federasi belum merilis pernyataan resmi soal itu.

Dengan rekam jejak sebesar itu, wajar jika federasi Argentina dan penyelenggara berharap suasana laga mengalir tenang: tepuk tangan, kehormatan, mungkin satu assist terakhir untuk kenangan. Benin, kalau benar menolak peran figuran, justru menambah tekanan pada skenario itu.

Kenapa ini menarik

Tim-tim kecil sering diundang ke laga semacam ini justru karena dianggap tidak akan merusak momen. Kalau Benin benar-benar bermain untuk menang, bukan untuk pencitraan, itu mengubah seluruh kalkulasi malam itu. Argentina tidak bisa lagi menganggap tiga poin simbolis itu otomatis di tangan, dan penonton yang datang untuk menangis terharu mungkin malah dapat laga yang beneran sengit.

Sampai tanggal dan venue resmi diumumkan, yang pasti baru satu: Benin sudah lebih dulu bikin judul berita ketimbang seremoni perpisahannya sendiri.

YOUR CALL

Akankah Benin benar-benar main untuk menang melawan Argentina?

Comments

Loading comments…

Share this story

Laga yang seharusnya jadi momen air mata dan tepuk tangan panjang untuk Lionel Messi ternyata punya plot twist: lawannya, Benin, menurut detikSport tak berniat datang hanya untuk jadi latar belakang manis di hari…

Sumber1 sumber

Kami menyebutkan dan menautkan setiap media yang menjadi dasar artikel ini, dan menulis ulang liputan mereka dengan kata-kata kami sendiri, bukan menyalinnya.

BRIEF PAGI

Bola hari ini, di inbox jam 7 pagi. Cuma itu.

Pilihan pertandingan malam, apa yang lagi terjadi di transfer window, dan satu kolom yang harus dibaca hari ini. Tanpa iklan. Tanpa tips. Tanpa operator.

Unsubscribe sekali klik. Kami tidak bagikan email.