Photo: James Boyes from UK via Wikimedia Commons (CC BY 2.0)
Como mau jadi Brentford, tapi main seperti Barca
Como punya rencana yang terdengar agak berani untuk klub promosi di Serie A: merekrut pemain seperti Brentford dan Brighton, lalu menyuruh mereka main seperti Barcelona.
Ditulis dengan AI dan diperiksa secara otomatis sebelum diterbitkan. Cara kami bekerja
Menurut laporan detikSport, jajaran pemilik Como menggambarkan arah baru klub yang menggabungkan dua filosofi yang selama ini jarang ketemu di satu klub yang sama. Di satu sisi, pendekatan rekrutmen ala Brentford dan Brighton: data, analitik, cari pemain undervalued sebelum klub besar sadar harganya naik. Di sisi lain, ambisi main menyerang dan dominan bola seperti Barcelona.
Dua model ini sebenarnya lahir dari dunia yang berbeda. Brentford dan Brighton dikenal lewat efisiensi: beli murah, jual mahal, scouting tanpa sentimen. Barcelona punya identitas yang dibangun lewat akademi dan filosofi posisi yang sudah mengakar puluhan tahun lewat La Masia. Menyatukan keduanya bukan cuma soal strategi transfer, tapi soal menentukan jenis pemain seperti apa yang dicari: harus murah dan undervalued, tapi juga harus nyaman menguasai bola dan bermain dalam struktur posisional yang rapat.
Kenapa ini masuk akal untuk Como
Como memang sudah dikenal punya pemilik dengan kantong dalam, dan klub ini jelas tidak puas cuma bertahan di papan tengah Serie A. Menggabungkan efisiensi pasar dengan ambisi gaya main adalah cara untuk membangun identitas jangka panjang, bukan cuma proyek musiman yang bergantung pada satu pelatih. Laporan detikSport sendiri tidak merinci soal belanja konkret yang sudah dilakukan, jadi ini masih sebatas arah yang diucapkan, bukan hasil yang sudah terlihat di lapangan.
Masalahnya, laporan ini belum merinci siapa target rekrutmen konkret, atau jangka waktu implementasinya. Belum jelas juga apakah ini pernyataan resmi dari manajemen atau lebih ke komentar aspirasional soal arah klub ke depan. Yang pasti, niatnya sudah diucapkan secara terbuka.
Tantangan menyatukan dua filosofi
Model Brentford-Brighton sukses karena disiplin: tidak emosional soal pemain, jual di puncak nilai, beli sebelum harga naik. Tapi gaya Barcelona butuh pemain dengan profil teknis spesifik, bukan sekadar pemain murah yang statistiknya bagus di permukaan. Mencari pemain yang memenuhi dua kriteria sekaligus, murah secara data dan cocok secara teknis dengan sepak bola posisional, bukan perkara gampang di pasar transfer yang makin kompetitif.
Serie A sendiri bukan liga yang dikenal ramah terhadap gaya possession murni ala Barcelona. Liga ini historisnya taktis, fisik, dan defensif dalam detail. Kalau Como benar-benar mau konsisten main seperti itu, prosesnya kemungkinan tidak instan, dan akan butuh waktu untuk pemain-pemain baru beradaptasi dengan struktur permainan yang diinginkan.
Sumber1 sumber
Kami menyebutkan dan menautkan setiap media yang menjadi dasar artikel ini, dan menulis ulang liputan mereka dengan kata-kata kami sendiri, bukan menyalinnya.
Bola hari ini, di inbox jam 7 pagi. Cuma itu.
Pilihan pertandingan malam, apa yang lagi terjadi di transfer window, dan satu kolom yang harus dibaca hari ini. Tanpa iklan. Tanpa tips. Tanpa operator.
Unsubscribe sekali klik. Kami tidak bagikan email.

/origin-imgresizer.eurosport.com/2026/09/20/image-32601654-004d-47a7-b641-362b1ff14bb2-85-2560-1440.jpeg)
Comments
Loading comments…