:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8626296/original/061164700_1782621431-000_B8JY7NM.jpg)
Photo: bola.com
Ronaldo tutup buku bersama Portugal
Cristiano Ronaldo akhirnya menutup bab internasionalnya. Di usia 41 tahun, megabintang asal Madeira itu mengumumkan pensiun dari Timnas Portugal, mengakhiri perjalanan 23 tahun yang membawanya dari pemuda kurus di Euro 2004 menjadi kapten yang mengangkat trofi demi trofi untuk Seleção das Quinas.
Ditulis dengan AI dan diperiksa secara otomatis sebelum diterbitkan. Cara kami bekerja
Akhir dari sebuah era
Tidak banyak pemain yang bisa mengklaim mereka mewakili negaranya selama lebih dari dua dekade penuh, tapi Cristiano Ronaldo melakukannya. Sejak debut di 2003 silam, ia menjadi wajah sepak bola Portugal lintas generasi, dari era Luiz Felipe Scolari hingga Roberto Martínez. Pengumuman pensiunnya, menurut detikSport, menandai penutupan karier internasional yang membentang 23 tahun lamanya.
Dua trofi, satu warisan
Sepanjang kariernya bersama Seleção, Ronaldo membawa pulang dua gelar besar untuk Portugal, capaian yang jarang disamai pemain lain di generasinya. Yang paling dikenang tentu saja gelar Euro 2016, ketika Portugal menjadi juara meski Ronaldo sendiri harus ditarik keluar karena cedera di final melawan Prancis. Ia kemudian menambah koleksi trofinya lewat UEFA Nations League 2019 yang digelar di kandang sendiri. Dua trofi itu menjadi bukti bahwa ketekunannya tidak pernah benar-benar luntur meski usia terus bertambah.
Momen terakhir yang tidak biasa
Menurut laporan detikSport, momen terakhir Ronaldo bersama Timnas Portugal justru diwarnai keputusan pelatih yang menariknya keluar lapangan, sebuah penutup yang jauh dari kata romantis untuk pemain sebesar dirinya. Detail lengkap soal pertandingan dan alasan di balik keputusan itu belum dijelaskan secara rinci, tapi gambarannya cukup jelas: bahkan legenda sekalipun tidak selalu mendapat perpisahan sesuai skenario.
Apa artinya bagi Portugal
Kepergian Ronaldo menyisakan ruang kosong yang sulit diisi, bukan hanya soal gol, tapi soal kepemimpinan di ruang ganti dan tekanan mental yang selalu ia bawa ke setiap turnamen besar. Generasi baru Portugal, yang dihuni nama-nama seperti Rafael Leão hingga João Neves, kini harus belajar tampil tanpa bayang-bayang sang kapten. Roberto Martínez harus menata ulang struktur tim tanpa sosok yang selama ini menjadi titik rujukan utama di lini depan.
Untuk Ronaldo sendiri, pensiun dari timnas tidak serta-merta menutup kariernya secara keseluruhan, tapi ini jelas menjadi penanda bahwa fase hidupnya sebagai bintang internasional telah berakhir. Dua puluh tiga tahun, dua trofi, dan ribuan momen yang membentuk identitas sepak bola Portugal modern, semuanya kini resmi menjadi sejarah.
Apakah Portugal bisa menggantikan pengaruh Ronaldo di lini depan?
Sumber1 sumber
detikSport
- [1] https://sport.detik.com/sepakbola/bola-dunia/d-8740012/cristiano-ronaldo-pensiun-dari-timnas-portugal
- [2] https://sport.detik.com/sepakbola/foto-sepakbola/d-8740107/cristiano-ronaldo-pensiun-dari-timnas-portugal-23-tahun-3-trofi
- [3] https://sport.detik.com/sepakbola/bola-dunia/d-8740143/momen-terakhir-ronaldo-di-timnas-portugal-diusir-pelatih
Kami menyebutkan dan menautkan setiap media yang menjadi dasar artikel ini, dan menulis ulang liputan mereka dengan kata-kata kami sendiri, bukan menyalinnya.
Bola hari ini, di inbox jam 7 pagi. Cuma itu.
Pilihan pertandingan malam, apa yang lagi terjadi di transfer window, dan satu kolom yang harus dibaca hari ini. Tanpa iklan. Tanpa tips. Tanpa operator.
Unsubscribe sekali klik. Kami tidak bagikan email.


Comments
Loading comments…