Flagside.football
Illustration: plain scarves hung over a barrier on an empty terrace, drawn in heavy ink over halftone texture.
AI illustration

Anderson dan Lima Bulan yang Terlupakan di Fiorentina

Nama Anderson identik dengan trofi-trofi besar Manchester United era Alex Ferguson. Namun di antara gelar Premier League dan Liga Champions itu, ada satu babak singkat dan suram yang jarang disebut: lima bulan di Fiorentina pada awal 2014.

Redaksi Flagside·Dipublikasikan ·2 MENIT BACA

Ditulis dengan AI dan diperiksa secara otomatis sebelum diterbitkan. Cara kami bekerja

Kehilangan Tempat di Old Trafford

Setelah kepergian Alex Ferguson pada 2013, Anderson mendapati dirinya tersisih di bawah manajer baru David Moyes. Pada paruh pertama musim 2013–14, gelandang asal Brasil itu hanya tampil delapan kali untuk Manchester United. Bagi pemain yang sebelumnya menjadi bagian dari skuad juara empat kali Premier League dan pemenang Liga Champions 2008, situasi ini adalah penurunan tajam.

Pindah ke Italia

Pada 18 Januari 2014, Anderson bergabung dengan Fiorentina dengan status pinjaman untuk sisa musim 2013–14. Ini menjadi pengalaman pertamanya bermain di Serie A, liga yang sama sekali berbeda dari Inggris maupun Portugal, tempat ia pernah membela Porto sebelum pindah ke United pada 2007.

Namun masa pinjaman itu tidak berjalan sesuai harapan. Selama lima bulan di Florence, Anderson hanya tampil tujuh kali untuk Fiorentina, dan tiga di antaranya hanya sebagai pemain pengganti. Tidak ada catatan gol maupun kontribusi berarti lain dari masa ini. Ketika musim berakhir, ia kembali ke Manchester United tanpa status pinjaman diperpanjang maupun transfer permanen yang terjadi.

Babak yang Nyaris Hilang

Dibandingkan dengan sorotan kariernya yang lain, gol penalti penentu di final Liga Champions 2008 melawan Chelsea, empat gelar liga Inggris, status pemain muda terbaik di Piala Dunia U-17 2005, spell di Fiorentina ini nyaris tidak meninggalkan jejak. Tidak ada gol, tidak ada momen ikonik, hanya tujuh penampilan yang sebagian besar dari bangku cadangan. Bagi banyak penggemar yang mengenang Anderson lewat perannya di Old Trafford, masa singkat di Italia ini praktis terlupakan.

Setelah kembali ke Inggris, Anderson tidak lagi menemukan tempat permanen di skuad United. Pada Februari 2015, ia mengakhiri hubungan tujuh setengah tahunnya dengan klub itu dan pulang ke Brasil untuk bergabung dengan Internacional. Dari sana, kariernya berlanjut melalui pinjaman ke Coritiba, lalu ke Turki bersama Adana Demirspor, sebelum akhirnya pensiun pada September 2020.

Mengapa Ini Layak Diingat

Spell di Fiorentina bukanlah titik balik besar, bukan pula kegagalan spektakuler, ia hanyalah jeda singkat dan sepi dalam karier yang sebagian besar gemilang. Justru karena itulah ia layak disebut kembali: sebuah pengingat bahwa bahkan pemain yang pernah mengangkat trofi Liga Champions pun bisa mengalami musim di mana segalanya terasa berjalan di tempat, jauh dari sorotan, di kota asing, dengan menit bermain yang bisa dihitung dengan jari.

YOUR CALL

Apakah Anderson bisa berhasil jika diberi kesempatan lebih lama di Fiorentina?

Comments

Loading comments…

Share this story

Nama Anderson identik dengan trofi-trofi besar Manchester United era Alex Ferguson. Namun di antara gelar Premier League dan Liga Champions itu, ada satu babak singkat dan suram yang jarang disebut: lima bulan di…

Sumber3 sumber

Kami menyebutkan dan menautkan setiap media yang menjadi dasar artikel ini, dan menulis ulang liputan mereka dengan kata-kata kami sendiri, bukan menyalinnya.

BRIEF PAGI

Bola hari ini, di inbox jam 7 pagi. Cuma itu.

Pilihan pertandingan malam, apa yang lagi terjadi di transfer window, dan satu kolom yang harus dibaca hari ini. Tanpa iklan. Tanpa tips. Tanpa operator.

Unsubscribe sekali klik. Kami tidak bagikan email.