Flagside.football
Illustration: plain scarves hung over a barrier on an empty terrace, drawn in heavy ink over halftone texture.
AI illustration

Kisah Transfer Victor Wanyama ke Club Brugge yang Batal

Agustus 2019, Tottenham Hotspur sudah menyepakati penjualan Victor Wanyama ke Club Brugge senilai £13 juta. Transfer itu tampak sebagai babak baru yang wajar bagi gelandang asal Kenya tersebut, namun tiba-tiba semuanya runtuh.

Redaksi Flagside·Dipublikasikan ·2 MENIT BACA

Ditulis dengan AI dan diperiksa secara otomatis sebelum diterbitkan. Cara kami bekerja

Kesepakatan yang Nyaris Rampung

Menjelang akhir Agustus 2019, Tottenham Hotspur dan Club Brugge telah mencapai kata sepakat soal transfer Victor Wanyama. Nilainya disebut mencapai £13 juta, sebuah angka yang masuk akal bagi klub London Utara yang tengah merombak skuatnya di bawah Mauricio Pochettino. Bagi Wanyama sendiri, usianya yang sudah menginjak akhir 20-an dan minimnya waktu bermain di Spurs membuat kepindahan ke Belgia tampak sebagai langkah logis untuk mendapatkan lebih banyak laga reguler.

Namun kesepakatan antar klub ternyata bukan segalanya. Wanyama disebutkan memiliki keraguan pribadi terhadap kepindahan tersebut, dan pada akhirnya ia menolak untuk melanjutkan proses itu. Transfer yang sudah disetujui kedua klub itu pun batal begitu saja, hanya berselang waktu singkat setelah diumumkan tengah berjalan.

Mengapa Momen Ini Penting

Kegagalan pindah ke Club Brugge menjadi titik yang menarik dalam perjalanan karier Wanyama di Tottenham. Ia sempat menjadi bagian penting skuat yang mencapai final Liga Champions UEFA 2018-19, tetapi cedera lutut berulang kali menghambat langkahnya, termasuk cedera serius yang membuatnya absen lebih dari empat bulan pada musim 2017-18 dan cedera lain jelang musim 2018-19.

Setelah transfer ke Brugge batal, Wanyama tetap bertahan di Tottenham hingga awal 2020, sebelum akhirnya pindah ke Major League Soccer bersama Montreal Impact (kemudian berganti nama menjadi CF Montréal) pada Maret 2020. Di sanalah ia menemukan kembali ritme permainannya, bahkan sempat mengantarkan timnya meraih gelar Canadian Championship 2021 sebagai kapten.

Perjalanan yang Tetap Berarti

Terlepas dari batalnya kepindahan ke Belgia, karier Wanyama tetap menjadi salah satu kisah paling membanggakan bagi sepak bola Kenya. Ia adalah pemain Kenya pertama yang tampil di Liga Utama Inggris, pencetak gol pertama asal Kenya di Liga Champions UEFA saat membobol gawang Barcelona bersama Celtic, dan kapten lama timnas Harambee Stars.

Setelah masa di Amerika Utara, Wanyama kembali ke Skotlandia pada Maret 2025, bergabung dengan Dunfermline Athletic di bawah asuhan mantan pelatihnya di Celtic, Neil Lennon. Ia mengakhiri kariernya sebagai pesepak bola profesional pada awal 2026.

Transfer yang batal ke Club Brugge mungkin tidak pernah terwujud, tetapi perjalanan Wanyama sesudahnya membuktikan bahwa jalan lain pun bisa membawanya pada momen-momen berharga, baik bersama klub maupun negaranya.

YOUR CALL

Apakah keputusan Wanyama menolak Brugge pada akhirnya tepat?

Comments

Loading comments…

Share this story

Agustus 2019, Tottenham Hotspur sudah menyepakati penjualan Victor Wanyama ke Club Brugge senilai £13 juta. Transfer itu tampak sebagai babak baru yang wajar bagi gelandang asal Kenya tersebut, namun tiba-tiba semuanya…

Sumber2 sumber

Kami menyebutkan dan menautkan setiap media yang menjadi dasar artikel ini, dan menulis ulang liputan mereka dengan kata-kata kami sendiri, bukan menyalinnya.

BRIEF PAGI

Bola hari ini, di inbox jam 7 pagi. Cuma itu.

Pilihan pertandingan malam, apa yang lagi terjadi di transfer window, dan satu kolom yang harus dibaca hari ini. Tanpa iklan. Tanpa tips. Tanpa operator.

Unsubscribe sekali klik. Kami tidak bagikan email.