
Sergio Agüero: musim emas dan akhir yang tak terduga
Sergio Agüero dikenang sebagai salah satu penyerang terbaik sejarah Liga Primer Inggris, namun ada satu musim yang benar-benar menjadi puncak ketajamannya di depan gawang. Setelah itu, perjalanan kariernya justru berbelok ke arah yang tak seorang pun duga, berakhir bukan di lapangan dengan kemenangan, melainkan di ruang rumah sakit.
Ditulis dengan AI dan diperiksa secara otomatis sebelum diterbitkan. Cara kami bekerja
Musim yang Tak Tertandingi
Setelah bergabung dengan Manchester City pada Juli 2011 dengan status pemain yang sudah mencetak 101 gol dari 234 penampilan bersama Atlético Madrid, Agüero langsung menunjukkan kelasnya. Gol penentu di menit 94 melawan Queens Park Rangers pada musim debutnya membawa City meraih gelar liga pertama dalam 44 tahun, sebuah momen yang langsung melambungkan namanya.
Namun puncak produktivitasnya secara individu datang pada musim 2014-2015. Di musim itu, Agüero resmi dinobatkan sebagai pencetak gol tersubur di Liga Primer Inggris dengan torehan 26 gol, mengantonginya Premier League Golden Boot. Tak ada striker lain yang mampu menyamai catatan golnya sepanjang musim tersebut. Ia juga dianugerahi gelar Manchester City Player of the Year untuk kedua kalinya di musim itu, setelah sebelumnya meraihnya pada musim debutnya 2011-12.
Bayang-Bayang Cedera
Meski secara keseluruhan karier Agüero di City berlangsung selama satu dekade penuh dan menghasilkan lima gelar liga, catatan menunjukkan bahwa penampilannya kerap dibatasi oleh cedera. Pada musim 2012-13 misalnya, ia harus ditandu keluar akibat cedera lutut hanya 13 menit setelah laga kandang kontra Southampton dimulai. Pola ini terus membayangi sisa kariernya di Manchester, menjadi catatan yang berulang kali disinggung dalam rekam jejaknya.
Perpindahan ke Barcelona dan Akhir yang Mendadak
Setelah satu dekade di Manchester City dan mencetak 260 gol dalam 390 penampilan untuk klub tersebut, Agüero meninggalkan Etihad pada musim panas 2021. Pada 31 Mei 2021, ia resmi bergabung dengan Barcelona dengan kontrak dua tahun. Namun kiprahnya di Camp Nou nyaris tak sempat dimulai: ia baru melakoni debutnya pada 17 Oktober sebagai pemain pengganti, dan mencetak satu-satunya gol untuk klub tersebut pada El Clásico pertamanya, 24 Oktober, di menit-menit akhir laga yang berakhir kekalahan 2-1 di kandang sendiri.
Seminggu kemudian, Agüero dilarikan ke rumah sakit karena keluhan nyeri dada saat pertandingan imbang 1-1 kontra Alavés. Ia didiagnosis mengalami aritmia jantung. Hanya empat pertandingan yang sempat ia mainkan bersama Barcelona sebelum, pada Desember 2021, ia secara resmi mengumumkan pensiun sebagai pemain sepak bola profesional akibat kondisi jantung tersebut, di usia 33 tahun.
Warisan yang Tetap Berdiri
Meski kariernya berakhir secara mendadak dan jauh dari panggung besar, pencapaian Agüero di Manchester City tetap berdiri kokoh. Ia adalah pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub tersebut dan pemegang rekor hat-trick terbanyak di Liga Primer Inggris. Musim 2014-15 tetap dikenang sebagai bukti nyata ketajamannya di puncak performa, sebelum cedera dan kemudian masalah kesehatan yang jauh lebih serius menutup babak kariernya dengan cara yang tak pernah ia, atau siapa pun, bayangkan.
Sumber2 sumber
Wikipedia (id), Wikipedia (en)
Kami menyebutkan dan menautkan setiap media yang menjadi dasar artikel ini, dan menulis ulang liputan mereka dengan kata-kata kami sendiri, bukan menyalinnya.
Bola hari ini, di inbox jam 7 pagi. Cuma itu.
Pilihan pertandingan malam, apa yang lagi terjadi di transfer window, dan satu kolom yang harus dibaca hari ini. Tanpa iklan. Tanpa tips. Tanpa operator.
Unsubscribe sekali klik. Kami tidak bagikan email.

Comments
Loading comments…