Flagside.football
Illustration: plain scarves hung over a barrier on an empty terrace, drawn in heavy ink over halftone texture.
AI illustration

Jan Vertonghen dan Musim yang Terlupakan di RKC Waalwijk

Nama Jan Vertonghen identik dengan Ajax, Tottenham Hotspur, dan rekor caps Belgia. Namun di antara awal kariernya yang menjanjikan di Amsterdam, ada satu musim setengah yang nyaris tak pernah disebut: masa peminjamannya ke RKC Waalwijk pada 2006-07.

Redaksi Flagside·Dipublikasikan ·2 MENIT BACA

Ditulis dengan AI dan diperiksa secara otomatis sebelum diterbitkan. Cara kami bekerja

Dipinjamkan ke Klub yang Sedang Berjuang

Setelah debut profesionalnya bersama Ajax pada Agustus 2006, termasuk penampilan di kualifikasi Liga Champions melawan Copenhagen dan start pertamanya di Eredivisie dalam kemenangan 6-0 atas Willem II, Vertonghen muda belum mendapat tempat tetap di tim utama. Setelah jeda musim dingin 2006-07, Ajax memutuskan meminjamkannya ke RKC Waalwijk, klub yang saat itu tengah berjuang keras menghindari degradasi dari Eredivisie.

Ini bukan sekadar singgahan tanpa makna. Di RKC, Vertonghen tampil 12 kali dan mencetak tiga gol, sebuah catatan ofensif yang cukup mencolok untuk seorang bek muda yang belum genap berusia 20 tahun. Salah satu gol itu datang dengan ironi tersendiri: ia mencetaknya melawan klub induknya sendiri, Ajax, dalam pertandingan yang berakhir imbang 2-2. Hasil itu pada akhirnya berdampak langsung bagi Ajax, yang akhirnya finis kedua di liga hanya unggul selisih gol atas PSV.

Degradasi yang Tak Terhindarkan

Meski kontribusinya di lapangan cukup berarti, usaha Vertonghen tak cukup untuk menyelamatkan RKC Waalwijk dari degradasi ke Eerste Divisie. Klub tersebut turun kasta di akhir musim 2006-07, menutup babak singkat namun padat dalam perjalanan karier Vertonghen sebelum ia kembali ke Ajax untuk musim berikutnya.

Kembali ke Ajax dan Melesat

Sekembalinya ke Amsterdam untuk musim 2007-08, Vertonghen sempat tertahan oleh cedera serius dan persaingan ketat dengan John Heitinga serta Thomas Vermaelen. Namun justru dari titik itulah kariernya mulai menanjak, ia menjadi partner utama Vermaelen di jantung pertahanan pada musim 2008-09, lalu tampil gemilang di bawah asuhan Martin Jol dan Frank de Boer, hingga akhirnya dinobatkan sebagai kapten Ajax dan meraih gelar Pemain Terbaik Belanda pada 2012.

Dari sana, jalan menuju Tottenham Hotspur, final Liga Champions 2019, dan status pemain dengan caps terbanyak sepanjang sejarah Timnas Belgia pun terbuka lebar. Namun jauh sebelum semua pencapaian itu, ada musim singkat di Waalwijk, sebuah masa perjuangan di klub yang akhirnya terdegradasi, namun menjadi batu loncatan penting dalam pematangan seorang bek yang kelak menjadi salah satu nama terbesar sepak bola Belgia.

Mengapa Ini Layak Diingat

Spell di RKC Waalwijk mungkin tak pernah muncul dalam sorotan highlight reel Vertonghen, tapi angka-angkanya berbicara: 12 penampilan, tiga gol, dan satu gol penentu nasib melawan klub asalnya sendiri. Ini adalah bab kecil namun nyata dalam perjalanan panjang seorang pemain yang akhirnya mencatatkan lebih dari 150 caps untuk negaranya dan ratusan penampilan di level klub elite Eropa.

YOUR CALL

Apakah musim di RKC Waalwijk benar-benar penting untuk perkembangan Vertonghen?

Comments

Loading comments…

Share this story

Nama Jan Vertonghen identik dengan Ajax, Tottenham Hotspur, dan rekor caps Belgia. Namun di antara awal kariernya yang menjanjikan di Amsterdam, ada satu musim setengah yang nyaris tak pernah disebut: masa peminjamannya…

Sumber2 sumber

Kami menyebutkan dan menautkan setiap media yang menjadi dasar artikel ini, dan menulis ulang liputan mereka dengan kata-kata kami sendiri, bukan menyalinnya.

BRIEF PAGI

Bola hari ini, di inbox jam 7 pagi. Cuma itu.

Pilihan pertandingan malam, apa yang lagi terjadi di transfer window, dan satu kolom yang harus dibaca hari ini. Tanpa iklan. Tanpa tips. Tanpa operator.

Unsubscribe sekali klik. Kami tidak bagikan email.