
Photo: detikSport
Infantino mau lagi, FIFA ditekan untuk blokir
Gianni Infantino belum cukup. Presiden FIFA itu dikabarkan akan mencalonkan diri lagi pada pemilihan tahun depan, mengincar periode keempat di kursi paling berkuasa dalam sepak bola dunia. Tapi kali ini, ada suara-suara yang mendesak FIFA untuk menutup pintu itu sebelum ia sempat mengetuknya.
Ditulis dengan AI dan diperiksa secara otomatis sebelum diterbitkan. Cara kami bekerja
Apa yang sedang terjadi
Menurut laporan detikSport, Infantino tengah bersiap maju kembali dalam pemilihan presiden FIFA yang akan digelar tahun depan. Ini bukan hal baru dari seorang pemimpin yang sudah memegang jabatan sejak 2016, tapi konteks kali ini berbeda: ada tekanan aktif agar FIFA secara institusional melarang pencalonannya.
Siapa yang mendorong larangan itu, dan atas dasar hukum atau statuta apa, belum terperinci dalam laporan detikSport. Tapi fakta bahwa desakan semacam ini muncul ke permukaan sudah cukup untuk dibaca sebagai sinyal: tidak semua pihak di dalam ekosistem sepak bola global merasa nyaman dengan Infantino yang terus berkuasa.
Mengapa periode keempat jadi soal
Infantino pertama kali terpilih pada 2016, menggantikan Sepp Blatter yang terjerat skandal korupsi. Ia kemudian terpilih kembali pada 2019 dan 2023, keduanya tanpa lawan berarti. Tiga periode berturut-turut di pucuk FIFA bukan rekor yang biasa, dan di banyak organisasi olahraga internasional, pertanyaan soal batas masa jabatan adalah pertanyaan yang sah.
Kritik terhadap Infantino bukan barang baru: dari kontroversi seputar Piala Dunia 48 tim, pemilihan tuan rumah yang sering kali menuai perdebatan, hingga keputusan untuk memperluas kompetisi FIFA secara agresif. Namun selama ini ia berhasil mempertahankan dukungan mayoritas federasi anggota, termasuk dari kawasan Asia.
Apa artinya bagi AFC dan PSSI
Untuk Indonesia dan federasi-federasi Asia Tenggara lainnya, siapa yang duduk di kursi presiden FIFA bukan sekadar urusan politik Eropa. Keputusan soal slot Piala Dunia per konfederasi, distribusi dana pengembangan, hingga regulasi transfer pemain muda semuanya bermuara dari kantor FIFA di Zurich.
Infantino selama ini dikenal dekat dengan AFC dan federasi-federasi berkembang, sebagian karena strategi distribusi pendapatan FIFA yang ia pimpin. Pergantian kepemimpinan, jika terjadi, bisa mengubah dinamika itu, tergantung siapa penggantinya dan agenda apa yang ia bawa.
Yang belum jelas
Menurut laporan detikSport, siapa aktor di balik tekanan ini dan apakah ada mekanisme statuta FIFA yang bisa dipakai untuk memblokir pencalonan belum dijelaskan. Seberapa serius desakan itu mendapat dukungan dari federasi-federasi anggota juga belum tergambar dari laporan yang ada. Pemilihan presiden FIFA dijadwalkan 2026, tapi manuver politiknya sudah mulai bergerak.
Sumber1 sumber
Kami menyebutkan dan menautkan setiap media yang menjadi dasar artikel ini, dan menulis ulang liputan mereka dengan kata-kata kami sendiri, bukan menyalinnya.
Bola hari ini, di inbox jam 7 pagi. Cuma itu.
Pilihan pertandingan malam, apa yang lagi terjadi di transfer window, dan satu kolom yang harus dibaca hari ini. Tanpa iklan. Tanpa tips. Tanpa operator.
Unsubscribe sekali klik. Kami tidak bagikan email.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4232195/original/034867800_1668860434-000_32NX87D.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9347030/original/031696400_1789261046-IMG_6633.jpg)

Comments
Loading comments…