Flagside.football
Kenapa Pemain Sepak Bola Memakai Topeng?

Kenapa Pemain Sepak Bola Memakai Topeng?

Kenapa Pemain Sepak Bola Memakai Topeng?

Seorang pemain melompat menyundul bola di kotak penalti, wajahnya separuh tertutup bahan keras berwarna hitam yang menempel pas di hidung dan pipi. Bukan gaya, ini pelindung cedera.

By Arif Pratama· Redaktur sepak bola·Dipublikasikan ·2 MENIT BACA

Perhatikan baik-baik pemain yang memakai topeng itu saat pertandingan berjalan. Bahan di wajahnya keras, biasanya hitam atau bening, dibentuk pas mengikuti kontur hidung dan pipi, dengan tali elastis melingkar di belakang kepala. Ia tetap berlari, menyundul bola, bahkan bertabrakan dengan pemain lain seperti biasa, seolah wajahnya tidak bermasalah.

Jawabannya sederhana: pemain itu baru mengalami cedera di wajah, paling sering patah tulang hidung atau tulang pipi yang disebut juga tulang orbital. Topeng dipakai untuk melindungi area yang masih dalam proses penyembuhan itu dari benturan bola, kepala pemain lain, atau siku yang tanpa sengaja mengenai wajah.

Cedera semacam ini butuh waktu untuk sembuh total, bisa beberapa minggu. Tanpa pelindung, benturan sekecil apa pun di area yang sama bisa memperparah patahan atau menunda pemulihan lebih lama. Topeng menjadi jalan tengah: pemain tidak perlu duduk di bangku cadangan menunggu tulang menyatu sempurna, tapi juga tidak bermain dengan risiko penuh seperti wajah tanpa pelindung sama sekali.

Bahan yang dipakai biasanya karbon atau plastik keras jenis tertentu, dipilih karena ringan tapi cukup kuat menahan benturan. Topeng ini dicetak khusus mengikuti bentuk wajah pemain yang bersangkutan, bukan barang satu ukuran untuk semua orang. Proses pencetakan itu penting supaya topeng pas menempel, tidak bergeser saat berlari atau menyundul, dan yang paling krusial, tidak menghalangi sudut pandang. Pemain tetap harus bisa melihat bola datang dari samping, mengawasi lawan, dan membaca pergerakan tanpa ada bagian topeng yang menutupi garis pandangnya.

Karena fungsinya murni medis, topeng ini biasanya dipakai selama beberapa pertandingan atau beberapa minggu, sampai dokter tim menilai tulang sudah cukup kuat untuk bermain tanpa pelindung lagi. Setelah masa itu lewat, topeng dilepas dan pemain kembali bermain seperti sedia kala.

Satu hal yang mungkin tidak disangka pembaca: topeng ini kadang tetap dipakai bahkan setelah cedera terasa sudah membaik, bukan karena tulang belum menyatu, melainkan karena pemain atau staf medis memilih berhati-hati menghadapi pertandingan dengan intensitas duel udara yang tinggi. Keputusan melepas topeng lebih cepat atau lebih lambat dari perkiraan awal sering bergantung pada penilaian dokter masing-masing klub, sehingga durasi pemakaiannya bisa berbeda dari satu kasus ke kasus lain, bukan aturan baku yang sama untuk semua cedera serupa.

Comments

Loading comments…

Share this story

Seorang pemain melompat menyundul bola di kotak penalti, wajahnya separuh tertutup bahan keras berwarna hitam yang menempel pas di hidung dan pipi. Bukan gaya, ini pelindung cedera.

BRIEF PAGI

Bola hari ini, di inbox jam 7 pagi. Cuma itu.

Pilihan pertandingan malam, apa yang lagi terjadi di transfer window, dan satu kolom yang harus dibaca hari ini. Tanpa iklan. Tanpa tips. Tanpa operator.

Unsubscribe sekali klik. Kami tidak bagikan email.