Flagside.football
Kenapa Pemain Sepak Bola Berendam di Air Es Setelah Bertanding?

Kenapa Pemain Sepak Bola Berendam di Air Es Setelah Bertanding?

Kenapa Pemain Sepak Bola Berendam di Air Es Setelah Bertanding?

Selesai bertanding, beberapa pemain langsung masuk ke bak berisi air dingin — bukan untuk mandi biasa, melainkan untuk duduk diam selama belasan menit di suhu yang membuat kebanyakan orang langsung melompat keluar.

By Arif Pratama· Redaktur sepak bola·Dipublikasikan ·1 MENIT BACA

Bayangkan ruang ganti setelah peluit panjang berbunyi. Di sudut ruangan ada bak plastik besar, penuh air bening dengan es batu mengapung di permukaannya. Seorang pemain duduk di dalamnya, wajah menahan dingin, air setinggi pinggang, sambil menunggu waktu berlalu.

Alasannya sederhana: supaya otot pulih lebih cepat sebelum sesi latihan atau pertandingan berikutnya tiba.

Ketika tubuh masuk ke air dingin, pembuluh darah langsung menyempit. Penyempitan ini menekan peradangan dan pembengkakan yang terjadi di otot selama pertandingan. Begitu pemain keluar dari bak, pembuluh darah melebar kembali — dan di sinilah bagian pentingnya. Aliran darah yang tiba-tiba meningkat membantu menyapu sisa metabolisme, termasuk asam laktat, keluar dari jaringan otot.

Hasilnya, nyeri otot keesokan harinya bisa berkurang. Bagi pemain yang harus tampil dua kali dalam satu pekan — situasi yang sangat umum di jadwal padat — selisih pemulihan satu hari bisa berarti banyak.

Durasi yang lazim dipakai adalah 10 sampai 15 menit, dengan suhu air dijaga di kisaran 10 sampai 15 derajat Celsius. Lebih dingin dari itu tidak otomatis lebih baik, dan lebih lama pun belum tentu memberi manfaat tambahan.

Yang menarik, para ilmuwan olahraga belum sepenuhnya sepakat soal seberapa besar manfaat nyata metode ini. Sejumlah penelitian menunjukkan efek positif yang jelas, sementara yang lain menyebut manfaatnya lebih kecil dari yang selama ini diasumsikan. Namun di lapangan, praktik ini sudah terlanjur menjadi kebiasaan yang sangat umum di sepak bola profesional — sebagian karena data, sebagian karena tradisi, dan sebagian lagi karena pemain merasa lebih baik setelahnya, terlepas dari apa yang dikatakan angka.

Ada satu hal yang jarang dibicarakan: berendam air es juga punya efek pada sistem saraf. Dingin yang ekstrem memicu respons tubuh yang membantu meredam sinyal nyeri untuk sementara waktu, sehingga pemain bisa bergerak lebih nyaman di hari-hari setelah pertandingan berat. Ini bukan pemulihan otot dalam arti struktural, melainkan semacam jeda dari rasa tidak nyaman yang memberi ruang bagi tubuh untuk bekerja memulihkan dirinya sendiri.

Comments

Loading comments…

Share this story

Selesai bertanding, beberapa pemain langsung masuk ke bak berisi air dingin — bukan untuk mandi biasa, melainkan untuk duduk diam selama belasan menit di suhu yang membuat kebanyakan orang langsung melompat keluar.

BRIEF PAGI

Bola hari ini, di inbox jam 7 pagi. Cuma itu.

Pilihan pertandingan malam, apa yang lagi terjadi di transfer window, dan satu kolom yang harus dibaca hari ini. Tanpa iklan. Tanpa tips. Tanpa operator.

Unsubscribe sekali klik. Kami tidak bagikan email.