
Dua nama itu muncul bersamaan di bagan semifinal, dan seluruh dunia berhenti sejenak. Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026 — sebuah pertemuan yang terasa lebih besar dari sekadar sepak bola, lebih tua dari sebagian besar pemain yang akan turun ke lapangan, dan lebih bermuatan emosi daripada hampir semua pertandingan lain yang bisa dibayangkan.
Ada rivalitas di sepak bola. Lalu ada Inggris vs Argentina.
Ketika kedua tim ini bertemu di Piala Dunia, sejarah selalu hadir sebagai pemain ketiga — duduk di tribun, menonton, mengingatkan semua orang betapa beratnya beban pertandingan ini. Menurut detikSport, catatan head-to-head di Piala Dunia justru berpihak pada Inggris. Tapi angka-angka itu hanya menceritakan sebagian kecil dari kisah yang jauh lebih panjang.
Meksiko City, 22 Juni 1986. Estadio Azteca. Kuarter final Piala Dunia.
Dalam rentang empat menit, Diego Maradona menciptakan dua momen yang sampai hari ini masih diperdebatkan, dirayakan, dan dikenang secara bersamaan. Pertama: tangannya menyentuh bola masuk ke gawang Peter Shilton — sebuah gol yang ia sebut sebagai "un poco con la cabeza de Maradona y otro poco con la mano de Dios" (sedikit dengan kepala Maradona, sedikit dengan tangan Tuhan). Kedua, hanya beberapa menit kemudian: ia menerima bola di setengah lapangan sendiri, melewati enam pemain Inggris, dan mencetak apa yang kemudian dinobatkan sebagai Gol Abad Ini oleh FIFA.
Dua gol. Dua kutub berbeda dari sepak bola. Satu pertandingan yang tidak akan pernah selesai dibicarakan.
Konteks di luar lapangan membuat segalanya lebih berat. Empat tahun sebelumnya, Inggris dan Argentina terlibat dalam Perang Falklands — konflik militer yang meninggalkan luka mendalam di kedua negara. Pertandingan 1986 itu bukan hanya soal sepak bola bagi kedua pihak. Maradona sendiri mengakui bahwa ada unsur balas dendam yang ia rasakan.
Itulah mengapa rivalitas ini berbeda. Tidak ada rivalitas lain di Piala Dunia yang membawa beban sejarah seberat ini — bukan hanya di dalam garis putih lapangan, tapi jauh di luar sana.
Saint-Étienne, babak 16 besar Piala Dunia 1998. Michael Owen mencetak gol solo yang membuat dunia berdiri — seorang remaja 18 tahun yang berlari menembus pertahanan Argentina seolah tidak ada yang bisa menghentikannya. Tapi malam itu berakhir dengan David Beckham dikartu merah setelah menyentil Diego Simeone, dan Inggris kalah adu penalti.
Beckham pulang ke Inggris dan menjadi sasaran kemarahan publik selama berbulan-bulan. Simeone tersenyum di lapangan. Itu adalah salah satu momen paling dramatis dalam sejarah Piala Dunia — dan lagi-lagi, Argentina yang melangkah maju.
Sekarang, pada 12 Juli 2026, keduanya bertemu lagi — kali ini di semifinal. Menurut detikSport, catatan head-to-head di Piala Dunia secara keseluruhan berpihak pada Inggris. Tapi siapa yang benar-benar peduli dengan statistik ketika pertandingan ini dimulai?
Generasi pemain yang berbeda, era yang berbeda — tapi beban sejarahnya sama. Tidak ada pemain di lapangan yang lahir saat Hand of God terjadi. Namun setiap orang yang mengenakan seragam kedua tim itu tahu persis apa artinya pertandingan ini.
Bagi penggemar Indonesia yang mengikuti Piala Dunia 2026, ini adalah pertandingan yang wajib ditonton — bukan karena siapa yang menang atau kalah, tapi karena sepak bola jarang sekali menawarkan momen sebesar ini. Rivalitas yang sudah empat dekade lebih tua dari sebagian besar penonton yang akan menyaksikannya.
Kedua tim sudah sampai di sini. Sejarah menunggu di babak berikutnya.
Dua nama itu muncul bersamaan di bagan semifinal, dan seluruh dunia berhenti sejenak. Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026 — sebuah pertemuan yang terasa lebih besar dari sekadar sepak bola, lebih tua dari sebagian…
Sources
detikSport
Flagside articles are original write-ups synthesised from multiple sources. We cite every outlet that fed into the piece.
Pick of the night's matches, what the transfer window's doing, and the one column you should read today. No ads. No tips. No operators.
One-click unsubscribe. We do not share emails.
“Stays on Argentina — different angle, same beat.”
INTKalau ada satu pertandingan yang bisa membuat seluruh dunia berhenti sejenak, ini dia — Argentina lawan Inggris, di semifinal Piala Dunia 2026. Menurut laporan detikSport, dua negara yang sudah saling
“Stays on Argentina — different angle, same beat.”
INTKalau ada satu pertandingan yang bisa membuat seluruh dunia berhenti sejenak, ini dia — Argentina lawan Inggris, di semifinal Piala Dunia 2026. Menurut laporan detikSport, dua negara yang sudah saling