Flagside.football
Terakhir Malaysia Menang di SUGBK — photo: Bola.com

Photo: Bola.com

Terakhir Malaysia Menang di SUGBK

Setiap kali Malaysia disebut akan bertandang ke Gelora Bung Karno, satu memori lama otomatis muncul: kunjungan terakhir mereka ke stadion itu berakhir dengan kekalahan Timnas Indonesia, di bawah asuhan Tan Cheng Hoe. Cerita itu jadi bahan baku narasi rivalitas yang belum pernah benar-benar padam setiap kali kedua negara dijadwalkan bertemu lagi.

By Arif Pratama· Redaktur sepak bola·Dipublikasikan ·1 MENIT BACA

Kunjungan terakhir yang membekas

Gelora Bung Karno selalu jadi panggung emosional untuk laga Indonesia melawan Malaysia. Tapi dari sekian banyak kenangan di sana, satu yang paling sering diputar ulang suporter Merah Putih adalah kunjungan terakhir Malaysia ke stadion itu, saat Tan Cheng Hoe berdiri di pinggir lapangan dan membawa timnya pulang dengan kemenangan, menurut catatan Bola.com.

Bagi Indonesia, hasil itu jadi luka yang tak kunjung sembuh setiap kali laga kontra Malaysia dibahas. Stadion sebesar dan seberisik SUGBK biasanya jadi keuntungan tuan rumah, tapi malam itu justru jadi milik tim tamu.

Era Tan Cheng Hoe dan gaya Malaysia

Tan Cheng Hoe dikenal sebagai pelatih yang membangun Malaysia dengan pendekatan disiplin dan pragmatis, sesuatu yang sering membuat mereka sulit ditembus meski bermain di kandang lawan. Kombinasi soliditas lini belakang dan efisiensi di depan gawang jadi ciri khas Harimau Malaya di bawah asuhannya, dan itu yang terlihat saat mereka mengunci hasil positif di SUGBK.

Periode itu memang jadi masa ketika Malaysia mampu bersaing ketat dengan Indonesia di level regional, bahkan kadang lebih diunggulkan dalam duel head-to-head tertentu.

Mengapa ini penting sekarang

Setiap kali muncul rencana pertemuan baru antara kedua negara, memori kekalahan di kandang sendiri itu langsung diangkat lagi oleh media dan suporter Indonesia. Ini jadi pengingat bahwa rivalitas Indonesia-Malaysia tidak melulu soal siapa yang lebih diunggulkan di atas kertas, tapi juga soal siapa yang bisa menuntaskan dendam lama.

Jika pertandingan berikutnya antara kedua tim benar-benar terjadi di SUGBK, tuan rumah punya alasan jelas untuk membalas: mengubur ingatan tentang malam ketika Tan Cheng Hoe dan pasukannya pulang membawa kemenangan dari kandang lawan.

Beban sejarah, bukan sekadar statistik

Bagi Timnas Indonesia, laga di SUGBK melawan Malaysia bukan cuma soal tiga poin. Ada faktor psikologis: membalikkan hasil terakhir di depan publik sendiri akan punya nilai lebih dari sekadar kemenangan biasa di kompetisi lain.

YOUR CALL

Akankah Indonesia akhirnya membalas kekalahan terakhir mereka di SUGBK melawan Malaysia?

Comments

Loading comments…

Share this story

Setiap kali Malaysia disebut akan bertandang ke Gelora Bung Karno, satu memori lama otomatis muncul: kunjungan terakhir mereka ke stadion itu berakhir dengan kekalahan Timnas Indonesia, di bawah asuhan Tan Cheng Hoe.

Sumber1 sumber

Redaksi Flagside baca setiap berita yang kami terbitkan. Kami kerja dari pers bola, tulis sendiri bukan cuma reprint, dan cek akurasi serta sumber setiap artikel. Semua outlet yang masuk ke berita ini tercantum di bawah Sumber.

BRIEF PAGI

Bola hari ini, di inbox jam 7 pagi. Cuma itu.

Pilihan pertandingan malam, apa yang lagi terjadi di transfer window, dan satu kolom yang harus dibaca hari ini. Tanpa iklan. Tanpa tips. Tanpa operator.

Unsubscribe sekali klik. Kami tidak bagikan email.