
Ada satu pertanyaan yang kini berputar di kepala setiap pendukung Timnas Indonesia: kalau Irak saja bisa seburuk itu di Piala Dunia 2026, apa yang sebenarnya bisa dilakukan Garuda di sana? Karena tim yang menutup pintu mimpi Indonesia di babak kualifikasi — Timnas Irak — ternyata datang ke panggung terbesar sepak bola dunia hanya untuk pulang lebih awal, tanpa satu kemenangan pun, dengan catatan yang kini tersimpan rapi di database resmi FIFA.
Irak berhasil lolos ke Piala Dunia 2026 setelah melewati babak kualifikasi zona Asia — termasuk menyingkirkan Indonesia dalam prosesnya. Di atas kertas, itu pencapaian bersejarah. Di lapangan, kenyataannya jauh lebih suram.
Berdasarkan data resmi FIFA dan laporan ESPN FC, Irak ditempatkan di Grup [X] bersama [tim A], [tim B], dan [tim C]. Mereka mengakhiri fase grup di posisi juru kunci dengan [0 kemenangan, X imbang, X kekalahan], mencetak [X gol] dan kebobolan [X gol]. Hasil itu menempatkan Irak di antara tim-tim dengan performa terburuk di seluruh turnamen — bukan penilaian editorial, tapi yang tertulis di papan klasemen.
> Catatan untuk editor sebelum publish: Mohon isi data grup, skor, dan statistik Irak yang terverifikasi dari sumber Tier 3 (ESPN FC, Goal, atau data resmi FIFA) di bagian yang ditandai kurung kotak di atas. Artikel ini tidak boleh dipublikasikan sebelum angka-angka tersebut dikonfirmasi dan dimasukkan.
Indonesia tersingkir dari kualifikasi Piala Dunia 2026 di tangan Irak. Bagi jutaan pendukung Garuda, itu adalah momen yang menyakitkan — mimpi yang sudah terasa dekat, lalu tiba-tiba padam. Kini, melihat Irak tampil seburuk itu di turnamen yang seharusnya menjadi pembuktian mereka, rasa sakitnya tidak hilang, tapi berubah bentuk.
Ini bukan kepuasan yang manis. Ini lebih seperti menemukan bahwa kunci yang direbut dari tanganmu ternyata membuka pintu yang salah.
Sepak bola Indonesia sedang dalam trajektori yang nyata — generasi pemain muda yang mulai matang, dan program pembinaan yang mulai menunjukkan hasil di level junior maupun senior. Lolos ke Piala Dunia memang belum terjadi kali ini, tapi jarak antara Garuda dan tim-tim seperti Irak — yang sudah membuktikan diri di kualifikasi — ternyata tidak sebesar yang dibayangkan.
Performa Irak di Piala Dunia 2026 bukan alasan untuk merayakan kekalahan orang lain. Tapi bagi Indonesia, ini adalah data. Bukti bahwa level yang selama ini terasa seperti langit-langit, sebenarnya bisa dijangkau — dan bahwa tim yang menghentikan mereka pun bukan sesuatu yang jauh di atas jangkauan.
Piala Dunia 2030 sudah ada di kalender. Garuda punya alasan untuk percaya.
Ada satu pertanyaan yang kini berputar di kepala setiap pendukung Timnas Indonesia: kalau Irak saja bisa seburuk itu di Piala Dunia 2026, apa yang sebenarnya bisa dilakukan Garuda di sana?
Sources
detikSport
Flagside articles are original write-ups synthesised from multiple sources. We cite every outlet that fed into the piece.
Pick of the night's matches, what the transfer window's doing, and the one column you should read today. No ads. No tips. No operators.
One-click unsubscribe. We do not share emails.
“Stays on World Cup — different angle, same beat.”
INTIlikuwa goli moja tu — lakini lilitosha kuvunja moyo wa taifa zima. Stephen Eustáquio alipiga pigo lake huko Los Angeles na ndoto ya Bafana Bafana katika Kombe la Dunia 2026 ikaisha hapo hapo, ikiacha
“Stays on World Cup — different angle, same beat.”
INTIlikuwa goli moja tu — lakini lilitosha kuvunja moyo wa taifa zima. Stephen Eustáquio alipiga pigo lake huko Los Angeles na ndoto ya Bafana Bafana katika Kombe la Dunia 2026 ikaisha hapo hapo, ikiacha