Flagside.football
Rp 7 Triliun, Nol Kemenangan: Krisis Spurs Dimulai — Photo: Hzh via Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Photo: Hzh via Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Rp 7 Triliun, Nol Kemenangan: Krisis Spurs Dimulai

Tottenham Hotspur membuka musim 2026/27 dengan cara yang paling Tottenham mungkin: belanja besar-besaran di musim panas, lalu kalah dua kali berturut-turut dan terdampar di dasar klasemen Premier League. Menurut detikSport, pengeluaran mereka di jendela transfer musim panas mencapai sekitar Rp 7 triliun. Hasilnya sejauh ini: nol poin, nol kemenangan, posisi juru kunci.

By Sam Carrick· Premier League·Published ·1 MIN READ

Uang Sudah Keluar, Hasil Belum Masuk

Angka Rp 7 triliun bukan angka kecil di mana pun, apalagi untuk klub yang sudah lama bergulat dengan pertanyaan yang sama setiap musim: apakah Spurs benar-benar siap bersaing? Menurut laporan detikSport, pengeluaran sebesar itu seharusnya menjadi sinyal bahwa era baru sedang dimulai di Tottenham Hotspur Stadium. Dua laga pertama Premier League 2026/27 menjawab pertanyaan itu dengan cara yang menyakitkan.

Dua kekalahan. Nol gol kemenangan. Satu tempat di bawah semua orang.

Masalah yang Tidak Bisa Dibeli Solusinya

Ini bukan pertama kalinya Spurs menghadapi skenario seperti ini. Ada pola yang sudah terlalu familiar di klub ini: rekrutan mahal datang, ekspektasi melonjak, lalu performa awal musim langsung menyeret semua optimisme ke lantai. Yang membedakan musim ini hanya skalanya saja yang lebih besar.

Masalah Tottenham jarang soal kualitas individu di atas kertas. Pemain-pemain baru yang datang dengan harga selangit biasanya punya rekam jejak yang solid. Tapi ketika mereka mengenakan jersey putih Spurs, ada sesuatu yang berubah, atau lebih tepatnya, tidak berubah. Kohesi tidak datang dalam paket transfer. Mentalitas tidak bisa dikirim lewat jendela bursa.

Pertanyaan tentang arah taktis, kepemimpinan di dalam ruang ganti, dan budaya skuad secara keseluruhan adalah hal-hal yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan menambah nama baru di daftar pemain.

Krisis Awal Musim yang Sudah Terlalu Dikenal

Bagi penggemar Spurs, rasa ini bukan asing. Ini adalah rasa yang sama seperti musim-musim sebelumnya ketika harapan besar bertabrakan dengan kenyataan di lapangan. Bedanya, kali ini skala pengeluarannya membuat kontradiksi itu terasa lebih keras dari sebelumnya.

Dua kekalahan di dua laga pertama bukan akhir dari segalanya, tentu saja. Masih ada 36 pertandingan tersisa. Untuk klub yang baru saja menghabiskan Rp 7 triliun, memulai musim sebagai juru kunci mengungkap seberapa dalam masalah struktural Tottenham sebenarnya berakar.

Rp 7 triliun sudah keluar. Yang belum keluar adalah jawaban atas pertanyaan yang sama yang menghantui Spurs setiap musim.

Comments

Loading comments…

Share this story

Tottenham Hotspur membuka musim 2026/27 dengan cara yang paling Tottenham mungkin: belanja besar-besaran di musim panas, lalu kalah dua kali berturut-turut dan terdampar di dasar klasemen Premier League.

Sources1 source

Flagside's editors read every piece we publish. We work from the football press, write our own copy rather than reprinting anyone's, and check each article for accuracy and sourcing. Every outlet that fed into this piece is named under Sources.

MORNING BRIEF

The day's football, in your inbox at 7 AM. Nothing else.

Pick of the night's matches, what the transfer window's doing, and the one column you should read today. No ads. No tips. No operators.

One-click unsubscribe. We do not share emails.