Flagside.football
Dua kali 4-0: Persija membuat pelatih A-League bicara — photo: Bola.com

Photo: Bola.com

Dua kali 4-0: Persija membuat pelatih A-League bicara

Dua laga, dua kekalahan, skor yang sama persis: 0-4. Brisbane Roar pulang dari Indonesia dengan tangan kosong, dan pelatih mereka tidak mencari-cari alasan. Persija Jakarta yang jadi biang keroknya, dan pengakuan sang pelatih justru yang paling menarik dari seluruh kunjungan ini.

By Nguyễn Minh Quân· Biên tập viên bóng đá·Đăng lúc ·1 PHÚT ĐỌC

Bukan sekali, tapi dua kali

Kalah 0-4 dari klub Liga 1 dalam satu pertandingan uji coba sudah cukup mengejutkan. Tapi Brisbane Roar mengalaminya dua kali berturut-turut, melawan lawan yang sama, dengan skor yang identik. Persija Jakarta tidak memberi ruang sedikit pun kepada tim asal A-League itu selama kunjungan mereka ke Indonesia.

Respons pelatih Brisbane yang paling menarik: alih-alih menyebut kondisi lapangan, jadwal perjalanan, atau rotasi skuad, ia langsung menunjuk ke kualitas Persija. Menurut laporan Bola.com, ia menyebut pengalaman dan kualitas pemain Persija sebagai faktor pembeda yang nyata antara kedua tim.

Pujian yang tidak biasa

Seorang pelatih yang baru saja kemasukan delapan gol dalam dua laga, dan memilih untuk memuji lawan daripada membela timnya sendiri, itu bukan hal yang sering terjadi. Pelatih Brisbane Roar melangkah lebih jauh dari itu: ia juga memuji perkembangan sepak bola Indonesia secara keseluruhan, menyebut Liga 1 kini dihuni banyak tim dan pemain berkualitas.

Ini bukan basa-basi diplomatik dari tamu yang sopan. Konteksnya penting: Brisbane Roar adalah klub profesional dari kompetisi yang selama ini dianggap berada di atas Liga 1 dalam hierarki sepak bola Asia Tenggara. Ketika tim seperti itu datang dan pulang dengan dua kekalahan telak, lalu pelatihnya berbicara seperti ini, ada sesuatu yang sedang bergeser.

Penanda yang lebih besar

Persija Jakarta bukan kejutan di sini. Mereka adalah salah satu klub terbesar di Indonesia, dengan basis suporter yang masif dan sejarah panjang di Liga 1. Tapi mengalahkan tim A-League 4-0 dua kali dalam satu rangkaian uji coba tetap merupakan pernyataan yang keras tentang di mana posisi klub-klub Indonesia sekarang.

Liga 1 dalam beberapa tahun terakhir memang berbenah: investasi asing masuk, pemain-pemain berkualitas didatangkan, dan standar kompetisi meningkat. Kata-kata pelatih Brisbane Roar, yang datang dari luar dan tidak punya kepentingan untuk memuji, adalah semacam validasi dari luar lingkaran.

Dua kekalahan 4-0 dan pengakuan terbuka dari pelatih lawan, semuanya dalam satu kunjungan yang sama: itu kombinasi yang jarang datang sekaligus.

Comments

Loading comments…

Share this story

Dua laga, dua kekalahan, skor yang sama persis: 0-4. Brisbane Roar pulang dari Indonesia dengan tangan kosong, dan pelatih mereka tidak mencari-cari alasan.

Nguồn1 nguồn

Biên tập viên của Flagside đọc từng bài trước khi đăng. Chúng tôi khai thác báo chí bóng đá, tự viết nội dung thay vì đăng lại của người khác, và kiểm tra độ chính xác cũng như nguồn tin cho mỗi bài. Mọi tờ báo góp phần vào bài viết này đều được ghi rõ trong phần Nguồn.

BẢN TIN SÁNG

Bóng đá trong ngày, vào hộp thư lúc 7 giờ sáng. Không gì khác.

Điểm nhấn trận đêm qua, cửa sổ chuyển nhượng đang diễn ra thế nào, và một bài đọc không thể bỏ qua hôm nay. Không quảng cáo. Không tips. Không nhà cái.

Hủy một cú click. Chúng tôi không chia sẻ email.