Flagside.football
Arsenal Football Club, Emirates stadium — Photo: Ank kumar via Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Photo: Ank kumar via Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

9 Rekor Pelatih yang Sulit Ditumbangkan

Sepak bola modern bergerak cepat, tapi ada segelintir pencapaian kepelatihan yang justru makin jauh dari jangkauan setiap musim yang lewat. Sembilan rekor ini lahir dari kombinasi era, klub, dan keberuntungan yang nyaris mustahil terulang.

By Arif Pratama· Redaktur sepak bola·Dipublikasikan ·2 MENIT BACA

Tiga Liga Champions Beruntun: Zinedine Zidane

Zidane membawa Real Madrid juara Liga Champions tiga musim beruntun, 2016 hingga 2018. Sejak format Liga Champions modern diperkenalkan, tak ada satu pun pelatih lain yang mendekati itu. Dengan babak gugur yang makin ketat dan skuad top yang makin merata secara kualitas, tiga gelar beruntun kemungkinan besar akan berdiri sendiri untuk waktu yang sangat lama.

13 Gelar Liga Premier: Sir Alex Ferguson

Ferguson mengangkat trofi Liga Premier sebanyak 13 kali bersama Manchester United dalam rentang lebih dari dua dekade menjabat di satu klub. Di era sepak bola sekarang, di mana rata-rata masa jabatan pelatih top Eropa dihitung dalam bulan, bukan tahun, kombinasi durasi dan dominasi semacam ini nyaris tak mungkin terulang di klub mana pun.

Musim Tanpa Kekalahan: Arsène Wenger

Arsenal musim 2003-04 menjadi tim pertama dan satu-satunya yang menuntaskan musim penuh Liga Premier tanpa terkalahkan, capaian yang kemudian dijuluki 'The Invincibles'. Dengan kepadatan jadwal dan kedalaman skuad lawan yang terus meningkat, rekor ini sudah bertahan lebih dari dua dekade dan tak pernah benar-benar didekati.

Dua Piala Eropa Beruntun dari Klub Provinsi: Brian Clough

Nottingham Forest tidak pernah juara liga domestik Inggris sebelum era Clough, lalu tiba-tiba mengangkat Piala Eropa dua tahun beruntun. Ini terjadi di era ketika klub-klub kecil masih punya celah untuk bersaing di Eropa. Struktur kompetisi modern, dengan kesenjangan finansial yang jauh lebih lebar antara klub besar dan klub menengah, membuat cerita semacam ini nyaris mustahil terulang.

Empat Dekade di Satu Klub: Guy Roux

Guy Roux menangani Auxerre selama puluhan tahun, jauh melampaui masa jabatan pelatih mana pun di sepak bola top Eropa era sekarang. Loyalitas semacam ini, dari klub maupun pelatih, sudah menjadi barang langka di dunia sepak bola yang serba instan.

Juara Eropa Bersama Underdog Terbesar: Otto Rehhagel

Rehhagel membawa Yunani juara Euro 2004, sebuah tim yang datang tanpa nama besar dan tanpa ekspektasi apa pun. Ini masih dianggap sebagai kejutan terbesar dalam sejarah turnamen internasional Eropa. Dengan analisis data dan persiapan taktik yang jauh lebih canggih sekarang, kejutan sebesar itu semakin sulit terjadi.

Trofi Piala Eropa Terbanyak: Carlo Ancelotti

Ancelotti memegang rekor jumlah gelar Liga Champions atau Piala Eropa terbanyak yang pernah dimenangkan seorang pelatih, tersebar di beberapa klub berbeda sepanjang karier panjangnya. Untuk menyamainya, pelatih lain butuh dominasi lintas dekade di level tertinggi, sesuatu yang sangat jarang terjadi di era pergantian pelatih yang cepat.

Juara Liga di Empat Negara Berbeda: José Mourinho

Mourinho memenangkan gelar liga domestik di empat negara berbeda, sebuah bukti fleksibilitas taktik yang jarang dimiliki pelatih lain. Kebanyakan pelatih top sekarang membangun karier di satu atau dua liga besar saja, membuat variasi geografis semacam ini makin langka.

Enam Trofi dalam Satu Tahun Kalender: Pep Guardiola

Barcelona era Guardiola pernah menyapu bersih trofi domestik, Eropa, dan antarbenua dalam satu tahun kalender yang sama, sebuah pencapaian yang dikenal sebagai sextuple. Kalender kompetisi sekarang jauh lebih padat dan lebih kompetitif di semua level, membuat pengulangan penuh dari capaian ini menjadi sangat sulit dibayangkan.

Kenapa Rekor-Rekor Ini Bertahan

Benang merah dari semua ini bukan cuma soal kualitas pelatih. Sepak bola modern membuat masa jabatan panjang makin langka, kesenjangan finansial makin melebar, dan level analisis taktik makin merata di papan atas. Kombinasi faktor itulah yang membuat rekor-rekor semacam ini bukan sekadar sulit dipecahkan, tapi kemungkinan besar memang dirancang oleh sejarah untuk berdiri selamanya.

Comments

Loading comments…

Share this story

Sepak bola modern bergerak cepat, tapi ada segelintir pencapaian kepelatihan yang justru makin jauh dari jangkauan setiap musim yang lewat. Sembilan rekor ini lahir dari kombinasi era, klub, dan keberuntungan yang nyaris…

BRIEF PAGI

Bola hari ini, di inbox jam 7 pagi. Cuma itu.

Pilihan pertandingan malam, apa yang lagi terjadi di transfer window, dan satu kolom yang harus dibaca hari ini. Tanpa iklan. Tanpa tips. Tanpa operator.

Unsubscribe sekali klik. Kami tidak bagikan email.