Flagside.football
Aturan Tutup Mulut di Piala Dunia 2026: Apa yang Sebenarnya Tertulis

Piero Hincapie membela Ekuador dalam laga Piala Dunia 2026 melawan Pantai Gading pada 14 Juni 2026.

Aturan Tutup Mulut di Piala Dunia 2026: Apa yang Sebenarnya Tertulis

Hampir semua yang beredar tentang aturan 'tutup mulut' di Piala Dunia 2026 salah. Bukan otomatis, bukan universal, dan bukan sekadar soal gestur. Inilah yang sebenarnya tertulis.

By Arif Pratamaยท Redaktur sepak bolaยทDipublikasikan ยท2 MENIT BACA

IFAB mengesahkan aturan ini pada 28 April 2026 dalam pertemuan di Vancouver, Kanada, secara bulat, atas permintaan FIFA. Bunyinya: pemain yang menutup mulut dalam situasi konfrontatif dengan lawan dapat dikenai kartu merah โ€” atas kebijaksanaan penyelenggara kompetisi.

Tiga kata kunci itu sering gugur dalam pemberitaan. Pertama, aturan ini tidak berlaku otomatis di semua kompetisi โ€” penyelenggara harus mengaktifkannya. Kedua, menutup mulut bukan pelanggaran dengan sendirinya; konteksnya harus konfrontatif dan melibatkan lawan. Ketiga, wasit boleh memberi kartu merah, bukan wajib.

Satu penjelasan yang beredar di media arus utama menyebut pemain 'akan langsung diusir jika menutup mulut saat berbicara dengan lawan atau wasit.' Kalimat itu salah dua kali: tidak ada yang otomatis, dan aturan tertulis menyebut lawan, bukan wasit.

Latar belakang aturan ini adalah pertandingan Liga Champions UEFA antara Benfica dan Real Madrid pada Februari 2026. Pemain Benfica, Gianluca Prestianni, menutup mulutnya saat berbicara kepada Vinicius Junior dari Real Madrid. Karena mulutnya tertutup, apa yang diucapkan tidak dapat diketahui dari rekaman kamera maupun pembacaan gerak bibir. UEFA kemudian menjatuhkan larangan bermain enam pertandingan kepada Prestianni. Aturan ini kemudian dijuluki 'Vinicius Law' atau 'Prestianni rule' di berbagai liputan.

Pemain pertama yang diusir berdasarkan aturan ini adalah Miguel Almiron dari Paraguay โ€” pada 20 Juni 2026, di laga Grup D Piala Dunia melawan Turki. Wasit Ivan Barton mengeluarkannya pada masa tambahan babak pertama.

Pada 30 Juni 2026, Piero Hincapie dari Ekuador menyusul. Wasit Slavko Vincic mengusirnya di masa tambahan laga babak 32 besar melawan Meksiko di Estadio Azteca, Mexico City, setelah insiden dengan Santiago Gimenez. Meksiko menang 2-0 melalui gol Julian Quinones dan Raul Jimenez, dan melaju ke babak 16 besar. Kartu merah Hincapie datang di masa tambahan laga yang sudah diputuskan โ€” skor tidak berubah setelahnya.

Bukti paling jelas bahwa aturan ini tidak otomatis datang dari laga Inggris melawan Ghana pada 23 Juni 2026 di Boston. Jude Bellingham terekam menutup mulut saat berbicara dengan kapten Ghana Jordan Ayew. Tidak ada sanksi. Kepala wasit FIFA Pierluigi Collina menjelaskan: 'Players can continue to cover their mouth with an arm and the shirt because they may chat with friends.' (Pemain tetap boleh menutup mulut dengan lengan atau kaus karena mereka mungkin sedang mengobrol dengan teman.) Pertukaran itu dinilai tidak konfrontatif, sehingga aturan tidak berlaku. Gestur sama, konteks berbeda, hasil berbeda โ€” itulah aturan yang bekerja sesuai teks aslinya.

Comments

Loading commentsโ€ฆ

Share this story

Hampir semua yang beredar tentang aturan 'tutup mulut' di Piala Dunia 2026 salah. Bukan otomatis, bukan universal, dan bukan sekadar soal gestur. Inilah yang sebenarnya tertulis.

Sumber6 sumber

Redaksi Flagside baca setiap berita yang kami terbitkan. Kami kerja dari pers bola, tulis sendiri bukan cuma reprint, dan cek akurasi serta sumber setiap artikel. Semua outlet yang masuk ke berita ini tercantum di bawah Sumber.

BRIEF PAGI

Bola hari ini, di inbox jam 7 pagi. Cuma itu.

Pilihan pertandingan malam, apa yang lagi terjadi di transfer window, dan satu kolom yang harus dibaca hari ini. Tanpa iklan. Tanpa tips. Tanpa operator.

Unsubscribe sekali klik. Kami tidak bagikan email.