Flagside.football
Kartu Merah Embolo: Apa yang Benar-Benar Dikatakan IFAB

Stadion di Kansas City sebelum kick-off perempat final Argentina melawan Swiss, dengan bendera kedua negara terbentang di lapangan dan asap merah serta biru mengepul di udara.

Kartu Merah Embolo: Apa yang Benar-Benar Dikatakan IFAB

Kartu merah Breel Embolo di perempat final Piala Dunia 2026 memicu gelombang pemberitaan yang menyebut IFAB mengakui kesalahan wasit. Yang terjadi jauh lebih rumit dari itu โ€” dan FIFA secara terbuka membantahnya.

By Arif Pratamaยท Redaktur sepak bolaยทDipublikasikan ยท2 MENIT BACA

Argentina mengalahkan Swiss 3-1 setelah perpanjangan waktu pada 11 Juli 2026 di Kansas City. Wasit Joao Pinheiro dari Portugal memimpin laga. Argentina melaju ke semifinal melawan Inggris di Atlanta, sebelum kalah di final dari Spanyol 1-0 setelah perpanjangan waktu pada 19 Juli di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey.

Alexis Mac Allister membuka skor lewat sundulan dari sepak pojok Lionel Messi. Dan Ndoye menyamakan kedudukan untuk Swiss di babak kedua. Skor 1-1 ketika insiden yang menjadi inti perdebatan ini terjadi.

Sekitar menit ke-71, Leandro Paredes menantang Embolo. Embolo jatuh. Pinheiro memutuskan pelanggaran dan memberikan kartu kuning kepada Paredes. Kemudian asisten wasit video mengintervensi. Kesimpulan yang dicapai adalah Paredes tidak melakukan pelanggaran dan Embolo jatuh tanpa kontak. Pinheiro mencabut kartu kuning Paredes dan menggantinya dengan kartu kuning untuk Embolo atas simulasi โ€” kartu kuning kedua Embolo dalam pertandingan itu. Embolo pun diusir keluar lapangan di menit ke-72. Julian Alvarez mencetak gol dari jarak jauh di perpanjangan waktu, dan Lautaro Martinez menambah gol ketiga.

Pada 28 Juli 2026, IFAB mengeluarkan surat edaran. Isinya: sebuah kartu 'hanya dapat ditinjau untuk mengidentifikasi pemain yang melakukan pelanggaran yang dihukum; pelanggaran itu sendiri tidak dapat ditinjau atau diubah.' IFAB menyatakan penggunaan ketentuan ini tidak memenuhi syarat untuk jenis insiden semacam ini di Piala Dunia kali ini.

Ketentuan identitas keliru โ€” yang menjadi dasar intervensi asisten wasit video โ€” dirancang untuk situasi ketika wasit menghukum pemain yang salah atas pelanggaran yang memang terjadi. Dalam kasus Embolo, asisten wasit video tidak mengoreksi siapa yang dihukum. Ia mengubah apa pelanggarannya โ€” dari pelanggaran oleh Paredes menjadi simulasi oleh Embolo. IFAB mempersoalkan jalur prosedural itu, bukan apakah Embolo dijatuhkan atau menjatuhkan diri.

Sejumlah outlet, termasuk ESPN, melaporkan surat edaran itu sebagai konfirmasi bahwa Embolo seharusnya tidak diusir, atau bahwa keputusan wasit salah. IFAB tidak menyatakan itu. IFAB tidak membatalkan apa pun dan tidak menyatakan Embolo dilanggar.

FIFA kemudian secara terbuka mengambil posisi berbeda. Dalam pernyataan yang diunggah di X, juru bicara FIFA mengatakan: 'Interpretasi FIFA tentang identitas keliru diterapkan secara konsisten sepanjang Piala Dunia.' Tentang keputusan itu sendiri: 'Kami tidak menganggap ini sebagai kesalahan wasit atau VAR, dan keputusan itu adalah koreksi demi keadilan.' FIFA juga menyatakan telah berkomunikasi dengan IFAB sepanjang turnamen dan bahwa IFAB 'telah mengonfirmasi bahwa interpretasi ini benar dan telah diterima dengan baik.'

Jadi badan pembuat aturan sepak bola mengeluarkan surat edaran yang dibaca luas sebagai pernyataan bahwa pemecatan itu tidak semestinya terjadi, sementara badan pengatur sepak bola menyebut pemecatan itu benar dan mengklaim badan pembuat aturan setuju dengan mereka. Keduanya tidak bisa benar sekaligus dalam cara yang sama.

Al Jazeera melaporkan bahwa sebagian besar analis sepakat dengan kesimpulan di lapangan โ€” bahwa Embolo jatuh tanpa kontak. Artinya, kemungkinan besar para ofisial mencapai jawaban yang dapat dipertahankan secara sepak bola, melalui jalur yang tidak diizinkan oleh hukum tertulis.

Itulah celah yang dilewatkan banyak pemberitaan: IFAB dan FIFA tidak sedang berbicara tentang hal yang sama, dan perbedaan itu bukan detail kecil.

Comments

Loading commentsโ€ฆ

Share this story

Kartu merah Breel Embolo di perempat final Piala Dunia 2026 memicu gelombang pemberitaan yang menyebut IFAB mengakui kesalahan wasit. Yang terjadi jauh lebih rumit dari itu โ€” dan FIFA secara terbuka membantahnya.

Sumber7 sumber

Redaksi Flagside baca setiap berita yang kami terbitkan. Kami kerja dari pers bola, tulis sendiri bukan cuma reprint, dan cek akurasi serta sumber setiap artikel. Semua outlet yang masuk ke berita ini tercantum di bawah Sumber.

BRIEF PAGI

Bola hari ini, di inbox jam 7 pagi. Cuma itu.

Pilihan pertandingan malam, apa yang lagi terjadi di transfer window, dan satu kolom yang harus dibaca hari ini. Tanpa iklan. Tanpa tips. Tanpa operator.

Unsubscribe sekali klik. Kami tidak bagikan email.