Flagside.football
Vonis 114 kasus: City melawan balik — photo: thestance.id

Photo: thestance.id

Vonis 114 kasus FFP: City melawan balik

Menurut detikSport, Premier League menjatuhkan vonis bersalah kepada Manchester City atas 114 kasus pelanggaran financial fair play yang membentang dari musim 2009 hingga 2018, dan sejak akhir September 2026 sepak bola Inggris tidak membicarakan hal lain. City langsung mengajukan banding awal Oktober, bersikukuh tak bersalah, sementara rival-rivalnya mulai menghitung peluang menuntut balik gelar-gelar yang hilang di era itu.

Redaksi Flagside·Dipublikasikan ·2 MENIT BACA

Ditulis dengan AI dan diperiksa secara otomatis sebelum diterbitkan. Cara kami bekerja

Vonis yang mengguncang liga

Menurut detikSport, Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 kasus pelanggaran financial fair play, meski sejumlah laporan menyebut angkanya 115, selisih kecil yang tidak mengubah skala masalahnya. Rentang waktu pelanggaran, 2009 sampai 2018, mencakup era ketika Manchester City membangun dominasinya di Premier League dan Eropa, sehingga vonis ini otomatis menyeret pertanyaan soal keabsahan gelar-gelar yang dimenangkan sepanjang periode tersebut.

Premier League disebut sedang mempertimbangkan spektrum hukuman yang lebar: mulai dari denda, embargo transfer, sampai opsi paling ekstrem berupa degradasi, menurut detikSport. Belum ada keputusan final soal hukuman mana yang akan dijatuhkan, dan proses banding yang diajukan City membuat semuanya menggantung, meski penyelesaian kasus ini diperkirakan masih terjadi dalam tahun 2026.

Banding dan sikap keras Man City

Manchester City membantah keras tuduhan pelanggaran financial fair play dan langsung menegaskan akan melawan vonis itu lewat banding, menurut detikSport. Ferran Soriano, CEO klub, berada di garis depan pembelaan itu, dan sikap defensif ini konsisten dengan posisi klub sejak kasus ini pertama kali mencuat: tidak mengakui kesalahan sedikit pun.

Jamie Carragher, legenda Liverpool, menyamakan gaya CEO Manchester City itu dengan Donald Trump. Ia tidak menjelaskan lebih jauh maksudnya, menurut detikSport. Carragher juga termasuk suara paling lantang yang meminta gelar-gelar City dicabut dan mendesak hukuman dijatuhkan secepatnya.

Ruang ganti dan rival ikut bersuara

Tidak semua orang di sepak bola Inggris kompak menyerang City. Joe Hart menyatakan yakin klub lamanya tidak bersalah, sementara Andy Robertson membela para pemain City yang menurutnya tidak boleh dikorbankan atas keputusan di level manajemen, menurut detikSport.

Rodri, gelandang Manchester City, membandingkan kasus ini dengan kejadian serupa pada 2020, ketika City sempat terancam sanksi Eropa sebelum akhirnya lolos di banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga, menurut detikSport. Di dalam skuad milik Pep Guardiola, situasi ini jadi latar belakang yang sulit diabaikan meski performa di lapangan tetap moncer.

Di luar City, Manchester United disebut mempertimbangkan langkah hukum untuk mengklaim gelar juara yang menurut mereka seharusnya didapat jika pelanggaran itu tidak terjadi, menurut detikSport. Klub-klub Premier League lain juga dikabarkan bersiap menempuh jalur serupa. Thomas Tuchel, yang menangani timnas Inggris, mengakui kasus ini jadi bahan obrolan di ruang ganti para pemainnya, meski ia menegaskan timnas sendiri tidak terganggu secara langsung oleh kasus tersebut.

Spekulasi hukuman dan apa yang dipertaruhkan

Liam Gallagher ikut masuk perbincangan dengan klaim mengetahui hukuman yang akan diterima City, yakni hanya denda dan embargo transfer tanpa degradasi, menurut detikSport. Klaim itu murni spekulasi selebriti dan belum punya dasar resmi apa pun dari Premier League.

Eks chairman Manchester City turut menyatakan keheranannya terkait kasus ini, menurut detikSport, sementara maskapai Etihad Airways, sponsor utama klub yang namanya ikut terseret dalam pemberitaan, akhirnya buka suara meski perannya dalam dugaan pelanggaran tidak dijelaskan secara rinci di laporan yang ada. Jika banding City akhirnya gagal, sejumlah laporan menyebut situasi itu bisa membuat posisi pemilik klub semakin sulit dipertahankan, menurut detikSport.

Untuk saat ini, proses banding Manchester City belum punya jadwal sidang resmi, dan Premier League belum mengumumkan kapan keputusan akhir soal hukuman akan dijatuhkan. Sampai ada kabar lebih lanjut dari liga, status 114 kasus itu tetap berupa vonis yang sedang diperjuangkan ulang oleh City, bukan titik akhir cerita.

YOUR CALL

Akankah banding Manchester City berhasil membatalkan vonis 114 kasus FFP?

Comments

Loading comments…

Share this story

Menurut detikSport, Premier League menjatuhkan vonis bersalah kepada Manchester City atas 114 kasus pelanggaran financial fair play yang membentang dari musim 2009 hingga 2018, dan sejak akhir September 2026 sepak bola…

Sumber1 sumber

detikSport

Kami menyebutkan dan menautkan setiap media yang menjadi dasar artikel ini, dan menulis ulang liputan mereka dengan kata-kata kami sendiri, bukan menyalinnya.

BRIEF PAGI

Bola hari ini, di inbox jam 7 pagi. Cuma itu.

Pilihan pertandingan malam, apa yang lagi terjadi di transfer window, dan satu kolom yang harus dibaca hari ini. Tanpa iklan. Tanpa tips. Tanpa operator.

Unsubscribe sekali klik. Kami tidak bagikan email.