Photo: Ank kumar via Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)
Jika City Dicopot Gelar, Siapa Jadi Juara Baru?
Dari delapan gelar Liga Premier yang dikoleksi Manchester City sejak 2012, tidak semuanya berada dalam bayang-bayang 115 dakwaan. Hanya musim-musim yang bersinggungan dengan periode dugaan pelanggaran finansial yang relevan, dan di situlah letak pertanyaan paling menarik: siapa yang naik jadi juara kalau City benar-benar dicopot?
Ditulis dengan AI dan diperiksa secara otomatis sebelum diterbitkan. Cara kami bekerja
Periode yang jadi sorotan
Dakwaan Liga Premier terhadap City mencakup rentang panjang, kira-kira dari akhir era 2000-an sampai 2017-18, ditambah tuduhan tidak kooperatif pada tahun-tahun setelahnya. Artinya bukan seluruh delapan gelar City otomatis masuk zona bahaya. Yang paling sering disebut dalam diskusi soal sanksi maksimal adalah musim-musim di mana dugaan pelanggaran finansial benar-benar terjadi: 2011-12, 2013-14, 2017-18, dan 2018-19.
2011-12: gelar paling ikonik, juga paling riskan
Gelar pertama City di era Abu Dhabi datang lewat drama hari terakhir yang legendaris, saat mereka menyalip Manchester United cuma lewat selisih gol di detik-detik akhir. Kalau gelar ini dicopot, United-lah yang jadi kandidat utama naik takhta, meski mereka sendiri finis dengan poin yang sama persis dengan City musim itu. Ironi besar: momen yang paling dirayakan fans City justru yang paling sering dijadikan contoh ketika orang membahas skenario pencopotan.
2013-14: Liverpool dan luka lama yang belum sembuh
Musim ini jadi bagian dari narasi klasik Liverpool, dengan City merayakan gelar dan Liverpool pulang dengan tangan kosong setelah start kuat mereka melambat di ujung musim. Jika gelar 2013-14 dicabut, Liverpool adalah penerima logis sebagai runner-up. Bagi sebagian suporter Liverpool, ini bukan sekadar soal trofi tambahan, melainkan soal mengoreksi ulang satu musim yang sudah lama dianggap sebagai kesempatan yang lepas.
2017-18: rekor poin yang jadi sasaran
Musim ketika City mencatat jumlah poin tertinggi dalam sejarah Liga Premier modern juga masuk periode yang dituduh terdampak pelanggaran finansial. United lagi-lagi jadi runner-up terdekat. Kalau gelar ini hilang, ironi besar lainnya muncul: rekor poin terbanyak sepanjang masa dihapus dari catatan juara, meski catatan statistiknya sendiri kemungkinan tetap tercatat sebagai fakta historis liga.
2018-19: balapan paling ketat dalam sejarah liga
Ini mungkin skenario yang paling menyakitkan untuk dibayangkan ulang. City dan Liverpool bersaing nyaris sepanjang musim dengan jarak yang sangat tipis, dan City akhirnya unggul tipis di hari terakhir. Kalau gelar ini direvisi, Liverpool jadi juara di musim yang sudah dikenang sebagai salah satu balapan gelar terbaik yang pernah ada di Inggris, bukan karena keunggulan taktik semata tapi karena konsistensi luar biasa dari dua tim elite.
Kenapa ini lebih rumit dari sekadar tukar nama juara
Problemnya, Liga Premier tidak punya preseden jelas soal bagaimana menangani pencopotan gelar akibat pelanggaran finansial, berbeda dengan kasus kecurangan hasil pertandingan yang lebih mudah diproses lewat pembatalan poin pertandingan tertentu. Pelanggaran Aturan Keuntungan dan Keberlanjutan tidak otomatis mengubah hasil di lapangan. Artinya badan yang menangani kasus ini bisa saja memilih opsi lain: mencabut gelar tanpa menganugerahkannya ke klub lain, menjatuhkan sanksi poin, atau denda finansial besar tanpa menyentuh status juara sama sekali. Pencabutan gelar secara retroaktif dan pemberiannya ke klub lain tergolong langka di sepak bola Eropa, sebagian karena langkah itu membuka pertanyaan soal tim-tim lain yang juga merasa dirugikan sepanjang musim yang sama.
Skenario paling mungkin, bukan yang paling dramatis
Mengingat kompleksitas hukum dan belum adanya keputusan final, opsi yang paling realistis bukan reli juara ulang empat musim sekaligus, melainkan sanksi bertingkat: denda besar, larangan transfer, atau pengurangan poin di musim mendatang jika terbukti bersalah. Pencabutan gelar penuh tetap mungkin secara teori, tapi sejarah penanganan kasus finansial di sepak bola Eropa menunjukkan badan pengatur lebih sering memilih hukuman yang tidak mengganggu catatan juara yang sudah tercetak di buku sejarah.
Bola hari ini, di inbox jam 7 pagi. Cuma itu.
Pilihan pertandingan malam, apa yang lagi terjadi di transfer window, dan satu kolom yang harus dibaca hari ini. Tanpa iklan. Tanpa tips. Tanpa operator.
Unsubscribe sekali klik. Kami tidak bagikan email.

Comments
Loading comments…