Flagside.football
Illustration: plain scarves hung over a barrier on an empty terrace, drawn in heavy ink over halftone texture.
AI illustration

Saat Rodri FaceTime Istrinya di Bus Setelah City Kalah

Rodri baru saja membongkar salah satu kebiasaan paling janggal dari musim pertamanya di Manchester City: menelepon istrinya lewat FaceTime di dalam bus tim, menang atau kalah. Ceritanya berakhir dengan teguran dari Sergio Agüero, yang ternyata risih mendengar gelandang Spanyol itu curhat soal performa buruk tim di tengah bus yang senyap.

Redaksi Flagside·Dipublikasikan ·2 MENIT BACA

Ditulis dengan AI dan diperiksa secara otomatis sebelum diterbitkan. Cara kami bekerja

Kebiasaan yang Lahir dari Rindu Rumah

Ketika Rodri pindah ke Manchester City, istrinya masih tinggal di Spanyol. Jarak itu yang membuatnya membangun ritual kecil: menelepon lewat FaceTime setiap selesai pertandingan, apa pun hasilnya. Bagi pemain yang baru pindah ke liga asing, kebiasaan semacam ini sebenarnya wajar. Yang membuatnya jadi cerita adalah di mana dia melakukannya, yaitu di bus tim, tempat suasana setelah laga biasanya sudah punya aturan tak tertulisnya sendiri.

Menang Aman, Kalah Jadi Soal

Rodri sendiri yang menjelaskan kenapa kebiasaan itu baru jadi masalah setelah kekalahan. Saat City menang, suasana bus ramai dengan obrolan dan rayawan kemenangan, jadi tidak ada yang memperhatikan dia menelepon. Masalah muncul saat kalah. Bus jadi sunyi, semua pemain menunduk memikirkan performa mereka, dan di tengah keheningan itu suara Rodri justru terdengar jelas membahas jalannya pertandingan dengan istrinya di telepon.

Agüero dan Otamendi Turun Tangan

Dua rekan senegara Latin, Sergio Agüero dan Nicolás Otamendi, akhirnya tidak tahan dan menegurnya. Intinya sederhana: semua orang di bus, termasuk Pep Guardiola, bisa mendengar percakapannya. Bagi sebuah skuad yang baru saja kalah, obrolan terbuka soal performa buruk tim jelas bukan hal yang diinginkan siapa pun, apalagi kalau itu terdengar seantero bus.

Kenapa Ceritanya Tetap Hangat

Anekdot ini lucu, tapi juga menunjukkan betapa ketatnya kode etik tak tertulis di ruang ganti klub besar. Bus setelah kekalahan adalah ruang sensitif: pemain senior menjaga suasana tetap tenang, pelatih biasanya diam merenung, dan siapa pun yang memecah keheningan dengan cara yang salah akan langsung disorot. Rodri, yang saat itu masih pemain baru, belum sepenuhnya paham aturan tidak tertulis itu sampai ditegur langsung.

Ikatan dengan Sang Idola

Bagian yang membuat cerita ini lebih berarti adalah hubungan Rodri dengan Agüero. Jauh sebelum keduanya jadi rekan setim, Rodri mengaku pernah menonton langsung Agüero berlatih di Atlético Madrid saat usianya baru dua belas tahun. Bertahun-tahun kemudian, pemain yang dulu ia kagumi dari pinggir lapangan latihan itu justru yang menegurnya soal kebiasaan menelepon di bus. Ironi kecil semacam itu yang membuat masa awal Rodri di Manchester City terasa personal.

Dari Anekdot ke Status Bintang

Rodri kini dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik dunia dan peraih Ballon d'Or 2024, jauh dari gambaran pemain baru yang gugup menelepon istrinya di bus tim. Tapi cerita semacam ini penting karena mengingatkan bahwa perjalanan menuju puncak karier jarang mulus sejak awal. Ada fase adaptasi, rasa kangen rumah, dan rekan setim yang membantu seorang pemain muda memahami budaya ruang ganti, bahkan lewat teguran yang terdengar sepele seperti soal telepon di bus.

Comments

Loading comments…

Share this story

Rodri baru saja membongkar salah satu kebiasaan paling janggal dari musim pertamanya di Manchester City: menelepon istrinya lewat FaceTime di dalam bus tim, menang atau kalah.

BRIEF PAGI

Bola hari ini, di inbox jam 7 pagi. Cuma itu.

Pilihan pertandingan malam, apa yang lagi terjadi di transfer window, dan satu kolom yang harus dibaca hari ini. Tanpa iklan. Tanpa tips. Tanpa operator.

Unsubscribe sekali klik. Kami tidak bagikan email.