
Yaya Touré: Dari Gelandang Legendaris ke Kursi Pelatih
Yaya Touré pernah menjadi salah satu gelandang box-to-box paling ditakuti di Eropa, membawa trofi demi trofi bersama Barcelona dan Manchester City. Lebih dari satu dekade setelah masa jayanya, perjalanan pria Pantai Gading ini kini membawanya ke bangku kepelatihan di Eropa Tengah.
Ditulis dengan AI dan diperiksa secara otomatis sebelum diterbitkan. Cara kami bekerja
Dari Lapangan Tengah ke Pinggir Lapangan
Yaya Touré dikenang sebagai salah satu pemain Afrika terhebat sepanjang masa. Ia memenangkan empat gelar African Footballer of the Year berturut-turut (2011-2014), mengangkat trofi Liga Champions bersama Barcelona pada 2009, dan menjadi sosok kunci di balik gelar Liga Primer pertama Manchester City dalam 44 tahun pada musim 2011-12. Golnya yang menentukan di semifinal dan final Piala FA 2011 juga mengukuhkan namanya dalam sejarah klub asal Manchester itu.
Setelah gantung sepatu, Touré tidak langsung meninggalkan dunia sepak bola. Ia memulai langkah awal di dunia kepelatihan dengan membantu Leyton Orient selama masa pandemi COVID-19. Dari sana, kariernya sebagai pelatih mulai terbentuk secara bertahap, berpindah dari satu peran asisten ke peran lainnya di berbagai liga.
Perjalanan Kepelatihan yang Berliku
Pada Februari 2021, Touré bergabung dengan Olimpik Donetsk di Ukraina sebagai asisten manajer, meski hanya bertahan empat bulan. Ia kemudian pindah ke Rusia, menjadi asisten pelatih Akhmat Grozny pada Juni 2021 hingga Desember tahun yang sama.
Setelah periode melatih paruh waktu, Touré kembali ke Inggris dan menjadi pelatih tim usia 16 tahun di akademi Tottenham Hotspur pada Agustus 2022. Setahun kemudian, ia pindah ke Belgia untuk menjadi asisten manajer di Standard Liège.
Langkah besar berikutnya datang pada November 2023, ketika ia ditunjuk sebagai asisten pelatih tim nasional Arab Saudi, bergabung dengan staf kepelatihan Roberto Mancini, mantan manajernya semasa di Manchester City.
Kini Jadi Pelatih Kepala Pertamanya
Setelah bertahun-tahun mengumpulkan pengalaman sebagai asisten di berbagai negara, Touré akhirnya mendapatkan kesempatan pertamanya sebagai pelatih kepala. Pada Juni 2026, ia resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala klub Liga Utama Slovakia, Slovan Bratislava, dengan kontrak selama tiga tahun.
Perjalanan ini menunjukkan bagaimana seorang pemain yang dulu dijuluki "kereta manusia" karena kekuatan fisiknya di lapangan tengah, kini mengarahkan energinya untuk membangun karier di sisi lain permukaan hijau. Dari Donetsk, Grozny, London, hingga Liège, dan kini Bratislava, Touré perlahan menapaki jalan panjang menuju peran sebagai nakhoda tim sepak bola sepenuhnya.
Akankah Touré berhasil sebagai pelatih kepala di Slovan Bratislava?
Sumber2 sumber
Wikipedia (id), Wikipedia (en)
Kami menyebutkan dan menautkan setiap media yang menjadi dasar artikel ini, dan menulis ulang liputan mereka dengan kata-kata kami sendiri, bukan menyalinnya.
Bola hari ini, di inbox jam 7 pagi. Cuma itu.
Pilihan pertandingan malam, apa yang lagi terjadi di transfer window, dan satu kolom yang harus dibaca hari ini. Tanpa iklan. Tanpa tips. Tanpa operator.
Unsubscribe sekali klik. Kami tidak bagikan email.

Comments
Loading comments…