Photo: timesindonesia.co.id
Xavi dan janji Total Football untuk Belanda
Xavi Hernandez sudah punya misi yang jelas sejak hari pertama: membawa Total Football kembali ke Belanda. Pelatih asal Spanyol itu dilaporkan ditunjuk sebagai kepala pelatih timnas Oranje, menurut detikSport. Ia datang dengan agenda filosofis yang sangat spesifik.
Pelatih baru, ambisi lama
Xavi tidak membuang waktu untuk bicara soal identitas. Dalam pernyataan pertamanya setelah penunjukan yang dilaporkan detikSport, ia menegaskan keinginannya untuk menghidupkan kembali Total Voetbal, sistem yang dulu membuat Belanda menjadi kiblat taktik dunia di era Johan Cruyff. Ia dibesarkan di La Masia Barcelona, tempat DNA Cruyff tertanam dalam setiap sesi latihan. Ia bermain di bawah Pep Guardiola, mewarisi cara pandang yang akarnya langsung ke Ajax dan timnas Belanda era 1970-an.
Ada ironi yang menarik di sini: seorang Spanyol ditunjuk untuk memulihkan identitas sepak bola Belanda yang sebagian besar justru diekspor ke Spanyol puluhan tahun lalu.
Bukan pilihan pertama, tapi tidak ambil pusing
DetikSport menyebut bahwa Xavi bukan kandidat pertama yang diincar untuk posisi ini. Ia sendiri tidak menampik hal itu, dan memilih untuk tidak terjebak dalam narasi tersebut. Sikapnya lugas: siapa yang ditawari duluan tidak relevan, yang relevan adalah apa yang akan ia lakukan sekarang. Daftar lengkap nama-nama yang sebelumnya menolak kursi pelatih Belanda belum terkonfirmasi dari sumber yang tersedia.
Yang jelas, KNVB akhirnya mendarat pada nama yang punya rekam jejak nyata di level tertinggi, baik sebagai pemain maupun pelatih.
Apakah DNA Barcelona cocok untuk Oranje?
Ini pertanyaan yang akan terus menghantui bulan-bulan pertama Xavi bersama Belanda. Di Barcelona, ia mewarisi skuad yang sudah punya fondasi filosofi, lalu mencoba membangun ulang di atas reruntuhan finansial yang cukup parah. Hasilnya tidak selalu mulus.
Belanda punya bahan baku yang berbeda: Virgil van Dijk di belakang, Xavi Simons dan Tijjani Reijnders di lini tengah, Cody Gakpo di depan. Ini bukan skuad yang kekurangan kualitas. Yang selama ini absen adalah benang merah taktis yang membuat semua bagian itu bekerja sebagai satu sistem kohesif.
Xavi percaya ia bisa menjadi benang merah itu. Apakah Belanda sepakat, baru akan terlihat di lapangan.
Sumber1 sumber
Redaksi Flagside baca setiap berita yang kami terbitkan. Kami kerja dari pers bola, tulis sendiri bukan cuma reprint, dan cek akurasi serta sumber setiap artikel. Semua outlet yang masuk ke berita ini tercantum di bawah Sumber.
Bola hari ini, di inbox jam 7 pagi. Cuma itu.
Pilihan pertandingan malam, apa yang lagi terjadi di transfer window, dan satu kolom yang harus dibaca hari ini. Tanpa iklan. Tanpa tips. Tanpa operator.
Unsubscribe sekali klik. Kami tidak bagikan email.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330815/original/019650200_1787450612-thai_3.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429423/original/017571900_1764586013-haye_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5524651/original/024541300_1772962922-IMG_3535.JPG.jpeg)
Comments
Loading comments…