Photo: FromMorningToMidnight via Wikimedia Commons (CC0)
Milan tumbang di depan publik sendiri
AC Milan harusnya tidak kalah dari tim yang bermain dengan satu pemain lebih sedikit selama sebagian pertandingan, apalagi di kandang sendiri. Tapi itulah yang terjadi di Giuseppe Meazza: Rossoneri takluk 0-2 dari Ferencvaros meski skuad asal Hungaria itu harus menyelesaikan laga dengan 10 orang setelah kena kartu merah, menurut laporan detikSport.
Ditulis dengan AI dan diperiksa secara otomatis sebelum diterbitkan. Cara kami bekerja
Kekalahan yang sulit dijelaskan
Milan masuk laga ini sebagai tim yang di atas kertas jauh lebih diunggulkan. Tapi hasil akhir 0-2 untuk Ferencvaros, dengan keunggulan jumlah pemain yang justru dipegang tuan rumah usai kartu merah, membuat kekalahan ini terasa lebih berat dari sekadar tiga poin yang hilang. Detail soal siapa pencetak gol, kapan gol-gol itu terjadi, dan situasi persis kartu merah tersebut belum dijabarkan dalam laporan detikSport yang beredar, tapi hasilnya sendiri sudah cukup untuk membuat alarm berbunyi di kubu Rossoneri.
Masalah di kandang sendiri
Kalah di Giuseppe Meazza, stadion yang biasanya jadi benteng, terhadap tim yang finis dengan 10 pemain adalah jenis kekalahan yang langsung mengundang pertanyaan soal mentalitas dan soliditas pertahanan. Ferencvaros bukan nama besar di peta Liga Champions musim ini, dan fakta bahwa mereka justru mampu menang di kandang lawan saat kalah jumlah pemain menunjukkan ada yang tidak beres dalam cara Milan merespons tekanan.
Allegri dan tantangan yang menumpuk
Massimiliano Allegri sejauh ini membawa Milan bersaing di papan atas Serie A, catatan yang sebenarnya cukup solid di kompetisi domestik berdasarkan klasemen yang beredar musim ini. Tapi kekalahan ini di panggung Eropa memperlihatkan jarak antara performa Milan di liga dan di level kontinental. Sebuah kekalahan kandang melawan tim berkekuatan 10 orang bukan jenis hasil yang bisa ditutupi oleh catatan positif di Serie A.
Dampak ke perjalanan Eropa
Hasil ini jelas mempersulit ambisi Milan di fase grup Liga Champions. Setiap poin yang hilang di kandang sendiri punya harga mahal dalam kompetisi yang makin padat dan kompetitif, dan kalah dari tim yang kalah jumlah pemain menambah tekanan pada setiap laga tersisa. Allegri dan skuadnya kini harus membuktikan bahwa malam di Meazza ini adalah anomali, bukan gambaran sebenarnya dari soliditas pertahanan mereka di Eropa.
Bisa Milan bangkit di laga Liga Champions berikutnya?
Sumber1 sumber
Kami menyebutkan dan menautkan setiap media yang menjadi dasar artikel ini, dan menulis ulang liputan mereka dengan kata-kata kami sendiri, bukan menyalinnya.
Bola hari ini, di inbox jam 7 pagi. Cuma itu.
Pilihan pertandingan malam, apa yang lagi terjadi di transfer window, dan satu kolom yang harus dibaca hari ini. Tanpa iklan. Tanpa tips. Tanpa operator.
Unsubscribe sekali klik. Kami tidak bagikan email.

Comments
Loading comments…