Flagside.football
Xhaka didenda soal tes Covid palsu — photo: goal.com

Photo: goal.com

Xhaka didenda soal tes Covid palsu

Granit Xhaka tidak pernah jadi pemain yang menghindari kontroversi di lapangan, tapi kali ini masalahnya datang dari dunia kertas kerja: gelandang Sunderland itu mengakui pernah memanipulasi hasil tes Covid-19 beberapa tahun lalu, dan menurut detikSport ia kini dijatuhi denda sekitar Rp3,2 miliar atau setara €190.000-€210.000.

Redaksi Flagside·Dipublikasikan ·1 MENIT BACA

Ditulis dengan AI dan diperiksa secara otomatis sebelum diterbitkan. Cara kami bekerja

Pengakuan yang muncul bertahun-tahun kemudian

Kasus ini tidak berasal dari insiden baru. detikSport melaporkan bahwa Xhaka mengakui memalsukan sertifikat tes Covid-19 miliknya beberapa tahun lalu, pada periode saat protokol kesehatan ketat masih mengatur siapa yang boleh bermain dan siapa yang harus isolasi. Denda tersebut baru dijatuhkan pada Oktober 2026, yang berarti butuh waktu lama sebelum urusan ini benar-benar selesai di atas kertas.

Sumber tunggal yang kami pegang tidak merinci otoritas mana yang menjatuhkan sanksi ini, apakah itu klub tempat ia bermain saat insiden terjadi, federasi, atau badan pemerintah. Yang jelas dari pemberitaan tersebut adalah nominal dendanya: sekitar Rp3,2 miliar, angka yang jauh dari sekadar peringatan simbolis.

Mengapa ini penting sekarang

Selama pandemi, hasil tes Covid-19 menentukan siapa yang boleh naik ke lapangan dan siapa yang harus duduk di rumah. Memalsukan dokumen semacam itu berarti rekan setim, staf, dan lawan yang berbagi ruang ganti maupun lapangan dengannya bisa terpapar risiko penularan tanpa mereka sadari. Fakta bahwa sanksi baru muncul tahun ini menunjukkan otoritas terkait masih menindak pelanggaran protokol pandemi meski kasusnya sudah berumur.

Siapa Xhaka hari ini

Xhaka, 34 tahun, kini bermain untuk Sunderland AFC setelah melewati musim-musim panjang di Arsenal dan Bayer 04 Leverkusen. Di level internasional ia sudah mengumpulkan 151 caps dan 18 gol untuk Timnas Swiss, salah satu gelandang paling berpengalaman yang dimiliki negara itu.

Data Premier League menempatkan Xhaka mencatat 2.901 menit bermain pada musim 2025/26 dengan satu gol dan enam assist, plus 50 tekel dan 178 ball recovery, angka yang menunjukkan ia masih menjadi jangkar penting di lini tengah meski usianya sudah tidak muda. Musim ini sejauh ini ia baru mencatat 450 menit dengan satu assist, sebuah awal yang lebih pelan dibanding tahun sebelumnya.

Status kasus saat ini

Sejauh ini belum ada laporan bahwa denda sekitar Rp3,2 miliar tersebut berbuntut pada sanksi tambahan seperti larangan bermain atau pemutusan kontrak. Xhaka tetap menjadi bagian skuat inti Sunderland musim ini, dan klub maupun federasi Swiss belum mengeluarkan pernyataan resmi terpisah soal kasus tersebut di luar yang sudah dilaporkan detikSport.

YOUR CALL

Apakah denda ini akan mempengaruhi masa depan Xhaka di Sunderland?

Comments

Loading comments…

Share this story

Granit Xhaka tidak pernah jadi pemain yang menghindari kontroversi di lapangan, tapi kali ini masalahnya datang dari dunia kertas kerja: gelandang Sunderland itu mengakui pernah memanipulasi hasil tes Covid-19 beberapa…

Sumber1 sumber

Kami menyebutkan dan menautkan setiap media yang menjadi dasar artikel ini, dan menulis ulang liputan mereka dengan kata-kata kami sendiri, bukan menyalinnya.

BRIEF PAGI

Bola hari ini, di inbox jam 7 pagi. Cuma itu.

Pilihan pertandingan malam, apa yang lagi terjadi di transfer window, dan satu kolom yang harus dibaca hari ini. Tanpa iklan. Tanpa tips. Tanpa operator.

Unsubscribe sekali klik. Kami tidak bagikan email.