Flagside.football
Xhaka akui dulu tak percaya vaksin, kini menyesal — photo: chroniclelive.co.uk

Photo: chroniclelive.co.uk

Xhaka disebut dulu ragu vaksin, kini menyesal

Granit Xhaka bukan tipe pemain yang banyak bicara soal urusan di luar lapangan, tapi menurut laporan detikSport, kapten timnas Swiss ini disebut pernah ragu pada vaksin Covid-19 dan menggunakan sertifikat vaksinasi palsu, klaim yang belum disertai kutipan langsung darinya.

By Arif Pratama· Redaktur sepak bola·Dipublikasikan ·1 MENIT BACA

Menurut laporan detikSport, gelandang Sunderland sekaligus kapten timnas Swiss ini disebut mengaku bahwa ia dulu tidak percaya pada vaksin Covid-19 saat pandemi melanda dunia sepak bola beberapa tahun lalu. Xhaka disebut pernah menggunakan sertifikat vaksinasi palsu, sebuah keputusan yang menurut laporan tersebut kini ia sesali.

DetikSport tidak menyertakan kutipan langsung dari Xhaka, dan belum jelas kapan atau di forum apa pengakuan ini disampaikan. Konteks soal kapan tepatnya sertifikat palsu itu digunakan, serta apakah ada proses hukum yang menyertai kasus ini, tidak dijelaskan dalam laporan tersebut. Karena klaim ini menyangkut dugaan penggunaan dokumen palsu yang berpotensi punya konsekuensi hukum, belum ada konfirmasi dari otoritas berwenang, kepolisian, atau proses hukum apa pun terkait kasus ini, dan laporan ini sebaiknya dibaca sebagai klaim yang masih perlu verifikasi lebih lanjut, bukan fakta yang sudah terkonfirmasi penuh.

Kapten yang biasa tampil tegas

Xhaka dikenal sebagai sosok yang lugas, baik di ruang ganti maupun di depan kamera, sejak masa-masanya di Arsenal hingga era Bayer Leverkusen bersama Xabi Alonso. Klaim semacam ini, jika benar, terasa berbeda dari citra pemain yang biasanya lebih suka bicara soal taktik ketimbang isu kesehatan publik yang sensitif.

Di lapangan, kariernya tetap berjalan padat. Data Premier League mencatat Xhaka mengumpulkan 2901 menit bermain musim 2025/26 bersama Sunderland, dengan satu gol dan enam assist, serta 178 recovery bola, angka yang menunjukkan perannya masih vital di lini tengah meski usianya sudah 33 tahun.

Kenapa ini penting

Klaim soal skeptisisme vaksin dan dugaan penggunaan dokumen palsu oleh seorang kapten internasional dengan 151 caps untuk Swiss bukan cerita ringan, terutama karena menyangkut nama yang bisa berdampak pada reputasi dan berpotensi punya konsekuensi hukum. Pemain sekelas Xhaka punya jangkauan pengaruh ke jutaan penggemar, tapi tanpa kutipan langsung atau konfirmasi resmi, klaim ini masih berstatus laporan satu sumber.

Sampai saat ini, belum ada keterangan resmi dari Sunderland, federasi sepak bola Swiss, atau otoritas terkait mengenai kasus ini. Flagside akan memperbarui laporan ini jika detail lebih lanjut, termasuk kutipan langsung dari Xhaka, muncul.

Comments

Loading comments…

Share this story

Granit Xhaka bukan tipe pemain yang banyak bicara soal urusan di luar lapangan, tapi menurut laporan detikSport, kapten timnas Swiss ini disebut pernah ragu pada vaksin Covid-19 dan menggunakan sertifikat vaksinasi…

Sumber1 sumber

Redaksi Flagside baca setiap berita yang kami terbitkan. Kami kerja dari pers bola, tulis sendiri bukan cuma reprint, dan cek akurasi serta sumber setiap artikel. Semua outlet yang masuk ke berita ini tercantum di bawah Sumber.

BRIEF PAGI

Bola hari ini, di inbox jam 7 pagi. Cuma itu.

Pilihan pertandingan malam, apa yang lagi terjadi di transfer window, dan satu kolom yang harus dibaca hari ini. Tanpa iklan. Tanpa tips. Tanpa operator.

Unsubscribe sekali klik. Kami tidak bagikan email.