Flagside.football
Detikcom tutup Media Cup 2026 dengan gelar top skor — Photo: Biso via Wikimedia Commons (CC BY 3.0)

Photo: Biso via Wikimedia Commons (CC BY 3.0)

Detikcom tutup Media Cup 2026 dengan gelar top skor

Tidak selalu soal trofi juara. Di Media Cup 2026, tim Detikcom pulang tanpa podium tertinggi tapi dengan satu kebanggaan yang tetap layak dirayakan: gelar top skor turnamen, diraih di tengah laga yang berakhir dengan Detikcom finis di posisi keempat.

Redaksi Flagside·Dipublikasikan ·1 MENIT BACA

Ditulis dengan AI dan diperiksa secara otomatis sebelum diterbitkan. Cara kami bekerja

Media Cup 2026, turnamen sepak bola antar media di Indonesia, resmi berakhir dengan Detikcom menutup kampanyenya di peringkat keempat. Menurut laporan detikSport, hasil itu datang bersamaan dengan kabar baik dari sisi individu: salah satu pemain Detikcom dinobatkan sebagai top skor turnamen.

Upacara penutupan turnamen turut dihadiri Ketua Umum PSSI Erick Thohir, yang hadir langsung menyaksikan momen penutup kompetisi antar media ini. Kehadiran bos tertinggi federasi sepak bola nasional di acara semacam ini jadi penanda bahwa Media Cup bukan sekadar tanding tanding iseng, melainkan agenda yang diperhatikan di level yang lebih tinggi.

Posisi keempat, tapi ada yang dibawa pulang

Finis keempat di sebuah turnamen multi-tim biasanya terasa seperti posisi yang canggung, cukup jauh untuk tidak merasakan podium, tapi cukup dekat untuk tahu ada yang terlewat. Namun gelar top skor memberi Detikcom sesuatu untuk dipamerkan di luar klasemen akhir. Detail soal siapa nama pemain itu, berapa gol yang ia cetak, dan bagaimana rute Detikcom menuju fase akhir turnamen belum dirinci dalam laporan detikSport.

Kenapa Media Cup penting buat ekosistem media olahraga

Turnamen semacam Media Cup punya fungsi yang jarang disorot: ia menyatukan redaksi-redaksi yang biasanya hanya bertemu di ruang konferensi pers atau mixed zone, lalu melemparkan mereka ke lapangan hijau sebagai kompetitor. Buat wartawan dan staf media yang sehari-hari menulis soal tim lain, kesempatan jadi subjek berita olahraga sendiri adalah hal yang jarang datang.

Kehadiran Erick Thohir di penutupan turnamen juga menegaskan posisi acara ini dalam kalender sepak bola Indonesia yang lebih luas, sekalipun skalanya jauh dari liga profesional. Bagi Detikcom, musim Media Cup 2026 berakhir dengan catatan yang realistis: tidak juara, tapi pulang dengan satu nama yang dikenang sebagai pencetak gol terbanyak turnamen.

YOUR CALL

Apakah Detikcom akan kembali mengejar juara di Media Cup 2027?

Comments

Loading comments…

Share this story

Tidak selalu soal trofi juara. Di Media Cup 2026, tim Detikcom pulang tanpa podium tertinggi tapi dengan satu kebanggaan yang tetap layak dirayakan: gelar top skor turnamen, diraih di tengah laga yang berakhir dengan…

Sumber1 sumber

Kami menyebutkan dan menautkan setiap media yang menjadi dasar artikel ini, dan menulis ulang liputan mereka dengan kata-kata kami sendiri, bukan menyalinnya.

BRIEF PAGI

Bola hari ini, di inbox jam 7 pagi. Cuma itu.

Pilihan pertandingan malam, apa yang lagi terjadi di transfer window, dan satu kolom yang harus dibaca hari ini. Tanpa iklan. Tanpa tips. Tanpa operator.

Unsubscribe sekali klik. Kami tidak bagikan email.