
Photo: cobisnis.com
Messi pamit dari Timnas Argentina
Lionel Messi akhirnya menutup babak internasionalnya bersama Timnas Argentina, dan ia tidak menyembunyikan betapa berat momen itu baginya: ia menyebutnya sebagai hari paling sedih dalam seluruh kariernya.
Ditulis dengan AI dan diperiksa secara otomatis sebelum diterbitkan. Cara kami bekerja
Pengumuman itu datang di Oktober 2026, menandai titik akhir dari perjalanan panjang yang membawa Lionel Messi dari bocah asal Rosario menjadi kapten yang mengangkat trofi Piala Dunia untuk Argentina. Detail resmi soal laga atau momen spesifik yang memicu pengumuman ini belum dijelaskan secara rinci, tapi nada yang disampaikan Messi sendiri cukup jelas: ini bukan keputusan yang ia ambil dengan ringan.
Berdasarkan catatan resmi AFA, Messi tampil 204 kali untuk Albiceleste dan mencetak 125 gol, angka yang menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional itu. Di usia 39 tahun dan kini tercatat di Inter Miami per awal Juli 2026, ia menutup perjalanan internasional yang mencakup dua dekade, dari debut di usia muda hingga trofi Piala Dunia 2022 yang melengkapi daftar koleksinya.
Otamendi ikut menutup pintu
Kepergian Messi bukan satu-satunya yang mengguncang skuad Argentina pekan ini. Menurut detikSport, Nicolas Otamendi juga mengumumkan perpisahannya dengan Timnas Argentina, bek tengah yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu pilar lini belakang tim yang sama yang mengantar Argentina ke gelar juara dunia di Qatar.
Kedua pengumuman ini datang dalam waktu berdekatan. Ini adalah generasi yang sama-sama tumbuh dan berjuang lewat era paceklik trofi Argentina sebelum akhirnya menikmati puncak kesuksesan bersama di 2021 dan 2022.
Apa yang ditinggalkan, dan siapa yang mengisi
Untuk Argentina, kepergian Messi mengubah seluruh wajah tim. Ia adalah figur yang membentuk identitas skuad selama hampir dua dekade, dan ketidakhadirannya memaksa pelatih mencari formula baru tanpa jangkar kreatif yang selama ini jadi andalan di setiap turnamen besar.
Pertanyaan soal siapa yang akan memimpin lini depan Albiceleste ke depan kini resmi terbuka. Tapi untuk malam ini, cerita yang lebih besar bukan soal siapa penggantinya, melainkan tentang seorang pemain yang menyebut perpisahan dengan kostum timnasnya sebagai hari paling sedih dalam karier yang penuh dengan kemenangan.
Bisakah Argentina menemukan pemimpin baru yang setara dengan Messi?
Sumber1 sumber
Kami menyebutkan dan menautkan setiap media yang menjadi dasar artikel ini, dan menulis ulang liputan mereka dengan kata-kata kami sendiri, bukan menyalinnya.
Bola hari ini, di inbox jam 7 pagi. Cuma itu.
Pilihan pertandingan malam, apa yang lagi terjadi di transfer window, dan satu kolom yang harus dibaca hari ini. Tanpa iklan. Tanpa tips. Tanpa operator.
Unsubscribe sekali klik. Kami tidak bagikan email.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9366044/original/055051000_1791234244-000_D2BH7FT-Prancis.jpg)
Comments
Loading comments…