Flagside.football
Mimpi buruk AFF Indonesia berlanjut — photo: detikSport

Photo: detikSport

Mimpi buruk AFF Indonesia berlanjut

Stadion Jalan Besar, 7 Agustus 2026 — dan Indonesia kembali pulang lebih cepat dari yang seharusnya. Hasil imbang melawan Singapura sudah cukup untuk mengirim tim tuan rumah ke semifinal, sementara Timnas Indonesia mengemas koper untuk kedua kalinya berturut-turut di fase grup Piala AFF. Bukan sekali. Dua kali. Di era yang sama.

By Arif Pratama· Redaktur sepak bola·Dipublikasikan ·Update ·2 MENIT BACA

Déjà vu yang Menyakitkan

Ini bukan sekadar hasil buruk di satu malam — ini adalah pola. Di bawah kepemimpinan Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Indonesia kini telah dua kali gagal melewati fase grup Piala AFF, menurut laporan detikSport. Untuk sebuah negara yang menyimpan ambisi besar di Kualifikasi Piala Dunia, tersingkir dari turnamen regional oleh Singapura di Stadion Jalan Besar adalah tamparan yang sulit diabaikan.

Gavin Lee, kapten Singapura, tidak menyembunyikan kepuasannya. "Banyak yang meragukan kami sebelum pertandingan ini," kata Lee, dikutip Bola.com. Ia tidak salah — dan itulah yang membuat malam ini terasa lebih berat bagi kubu Indonesia.

Herdman vs. Haye: Pesan yang Berbeda

John Herdman tampil tenang di hadapan media. Pelatih yang lahir di Inggris namun membangun karier dan meraih kewarganegaraan Kanada itu menolak menyalahkan wasit, memuji penampilan Singapura, dan menegaskan bahwa skuadnya sudah memberikan segalanya di lapangan, menurut Bola.com. Kalimat yang rapi. Terlalu rapi, mungkin.

Karena di sisi lain, gelandang Thom Haye justru menyinggung keputusan wasit sebagai faktor dalam hasil ini, menurut detikSport. Dua suara berbeda dari satu ruang ganti — dan itu bukan sinyal yang baik dari sebuah tim yang baru saja tersingkir.

Herdman juga mengakui bahwa Piala AFF ini ia jadikan ajang penilaian pemain untuk FIFA ASEAN Cup September-Oktober 2026, menurut Bola.com. Bagi sebagian penggemar, pernyataan itu terdengar seperti penjelasan yang datang terlambat.

Suporter Marah, PSSI Bergerak

Di tribun Stadion Jalan Besar, para pendukung Indonesia yang hadir tidak menyembunyikan kekecewaan mereka — kemarahan langsung diarahkan ke para pemain, menurut detikSport. Reaksi yang keras, tapi bisa dimengerti dari basis penggemar yang sudah menunggu lama untuk melihat kemajuan nyata.

Erick Thohir bergerak cepat. Ketua Umum PSSI itu mengumumkan evaluasi menyeluruh terhadap skuad dan staf pelatih, sembari mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, menurut Bola.com dan detikSport. Apakah evaluasi ini akan berujung pada perubahan di kursi pelatih, belum dikonfirmasi.

Analis dan mantan pemain Luciano Leandro merangkumnya dengan tepat: semangat saja tidak cukup. Leandro memuji kontribusi Ragnar Oratmangoen sebagai salah satu titik terang, namun mengingatkan bahwa tanpa perbaikan struktural yang nyata, hasil seperti ini akan terus berulang, menurut Bola.com.

FIFA ASEAN Cup: Rencana atau Pelarian?

Herdman sudah melihat ke depan — FIFA ASEAN Cup, turnamen perdana yang dijadwalkan September-Oktober 2026, sudah ia sebut sebagai target berikutnya. "Sudah di depan mata," katanya, dikutip Bola.com.

Sebagian orang membaca itu sebagai visi pelatih yang tidak larut dalam kegagalan. Sebagian lain melihatnya sebagai cara cepat menutup pertanyaan yang lebih mendasar — mengapa taktik Indonesia terlihat minim variasi dan pertahanan tetap rapuh, seperti yang dicatat detikSport dalam analisis pasca-turnamen mereka.

Yang paling menggantung sekarang bukan soal FIFA ASEAN Cup — melainkan apakah evaluasi PSSI akan punya keberanian untuk menjawab pertanyaan itu dengan tindakan nyata, termasuk soal masa depan Herdman di kursi pelatih.

Comments

Loading comments…

Share this story

Stadion Jalan Besar, 7 Agustus 2026 — dan Indonesia kembali pulang lebih cepat dari yang seharusnya. Hasil imbang melawan Singapura sudah cukup untuk mengirim tim tuan rumah ke semifinal, sementara Timnas Indonesia…

Sumber2 sumber

detikSport, Bola.com

Redaksi Flagside baca setiap berita yang kami terbitkan. Kami kerja dari pers bola, tulis sendiri bukan cuma reprint, dan cek akurasi serta sumber setiap artikel. Semua outlet yang masuk ke berita ini tercantum di bawah Sumber.

BRIEF PAGI

Bola hari ini, di inbox jam 7 pagi. Cuma itu.

Pilihan pertandingan malam, apa yang lagi terjadi di transfer window, dan satu kolom yang harus dibaca hari ini. Tanpa iklan. Tanpa tips. Tanpa operator.

Unsubscribe sekali klik. Kami tidak bagikan email.