Photo: beinsports.com
Yamal, jalan ala Messi?
Lamine Yamal sudah jadi salah satu nama paling disorot di sepak bola Eropa, dan sekarang muncul teori baru soal ke mana arah perkembangannya: bukan lewat kecepatan murni, tapi lewat kecerdasan posisi ala Lionel Messi.
Ditulis dengan AI dan diperiksa secara otomatis sebelum diterbitkan. Cara kami bekerja
detikSport menurunkan laporan yang mengaitkan gaya main Lamine Yamal dengan jejak Lionel Messi di Barcelona, dengan penekanan pada positioning dan pergerakan tanpa bola ketimbang eksplosivitas semata. Penting dicatat, ini laporan analisis dari satu outlet, bukan pernyataan langsung dari Yamal, staf pelatih, atau klub, jadi anggap ini sebagai bacaan taktis, bukan konfirmasi rencana resmi.
Teorinya masuk akal kalau melihat bagaimana Barcelona secara historis membentuk pemainnya. Messi tidak pernah jadi pemain tercepat di lapangan, tapi soal membaca ruang dan memilih saat yang tepat untuk bergerak, dia nyaris tak tertandingi selama bertahun-tahun di Camp Nou. Yamal, di usia 19 tahun, sudah menunjukkan kecenderungan serupa: dia lebih sering mengelabui bek lewat perubahan sudut lari dan timing ketimbang sekadar lari lurus lebih kencang.
Angka yang mendukung argumen
Di musim 25/26 bersama Barcelona, dalam data yang kami pegang, Yamal tercatat tampil di 43 laga dengan 24 gol dan 18 assist. Musim sebelumnya, 24/25, dia mencatat 53 penampilan, 16 gol, dan 25 assist. Produktivitas semacam itu, dari pemain yang belum genap 20 tahun, biasanya lahir dari kemampuan membaca permainan, bukan cuma kecepatan sprint.
Di level internasional, Yamal sudah mengumpulkan 31 caps untuk timnas Spanyol dengan 7 gol, angka yang terus bertambah seiring dia makin dipercaya di skuad senior. Nilai pasarnya tercatat EUR 200 juta per 5 Juni 2026, sebuah cerminan dari seberapa besar ekspektasi yang sudah menempel di namanya sejak usia belasan.
Kenapa perbandingan ini masuk akal, tapi perlu hati-hati
Membandingkan siapa pun dengan Messi selalu berisiko, karena rekam jejak Messi di Barcelona dibangun selama lebih dari satu dekade, sementara Yamal baru di awal perjalanannya. Tapi kalau detikSport benar bahwa arah pengembangannya memang mengarah ke sana, jalan itu sejalan dengan identitas klub: La Masia selalu lebih menghargai pemain yang mengerti ruang ketimbang yang sekadar punya tenaga.
Untuk saat ini, klaim soal Yamal secara sadar meniru pendekatan Messi masih berupa analisis, bukan fakta yang dikonfirmasi oleh Yamal sendiri atau Barcelona. Yang bisa dipastikan dari data yang ada: produksi golnya meningkat tajam musim ke musim, dan itu sudah cukup untuk menjelaskan kenapa perbandingan ini terus muncul.
Akankah Yamal berkembang lewat kecerdasan posisi seperti Messi?
Sumber1 sumber
Kami menyebutkan dan menautkan setiap media yang menjadi dasar artikel ini, dan menulis ulang liputan mereka dengan kata-kata kami sendiri, bukan menyalinnya.
Bola hari ini, di inbox jam 7 pagi. Cuma itu.
Pilihan pertandingan malam, apa yang lagi terjadi di transfer window, dan satu kolom yang harus dibaca hari ini. Tanpa iklan. Tanpa tips. Tanpa operator.
Unsubscribe sekali klik. Kami tidak bagikan email.
Comments
Loading comments…