Flagside.football
Illustration: plain scarves hung over a barrier on an empty terrace, drawn in heavy ink over halftone texture.
AI illustration

Marco Asensio & Gianluigi Donnarumma: Madrid dan Milan Bertemu di Paris

Ada pemain yang warnanya sudah menyatu dengan satu klub sampai sulit membayangkan mereka mengenakan seragam lain. Marco Asensio adalah produk murni Santiago Bernabéu, pemenang tiga Liga Champions bersama Real Madrid. Gianluigi Donnarumma adalah anak didik San Siro, kiper muda yang dibentuk AC Milan sejak usia belasan tahun. Namun pada musim 2023/24, dua identitas klub yang begitu kuat itu berbaur dalam satu skuad: Paris Saint-Germain.

Redaksi Flagside·Dipublikasikan ·2 MENIT BACA

Ditulis dengan AI dan diperiksa secara otomatis sebelum diterbitkan. Cara kami bekerja

Dua Warna yang Tak Pernah Tumpang Tindih

Jika ada dua pemain yang secara naluriah dilekatkan pada klub tertentu, Asensio dan Donnarumma adalah contohnya. Asensio bergabung dengan akademi Real Madrid pada 2014 setelah tampil mengesankan bersama Mallorca, lalu menghabiskan hampir satu dekade di Bernabéu, memenangi tiga gelar La Liga dan tiga Liga Champions, termasuk gol penentu di final 2017 melawan Juventus. Donnarumma, di sisi lain, adalah wajah masa depan AC Milan sejak debutnya di Serie A pada usia 16 tahun 242 hari, menjadikannya kiper termuda kedua yang pernah tampil di liga tersebut. Ia tumbuh menjadi kiper utama Milan selama enam musim, dipuji sebagai pewaris takhta Gianluigi Buffon di timnas Italia.

Keduanya datang dari dua ekosistem sepak bola yang berbeda dan dua rivalitas klub raksasa Eropa yang berlawanan kutub. Tidak ada jejak dalam karier mereka yang mengisyaratkan mereka akan pernah berbagi ruang ganti yang sama.

Paris Mempertemukan Keduanya

Donnarumma lebih dulu tiba di Paris, pindah dari Milan secara gratis pada musim panas 2021 setelah kontraknya habis, sebuah kepergian yang menandai akhir era di San Siro. Ia langsung menjadi kiper utama PSG dan ikut membawa klub meraih gelar Ligue 1 berturut-turut.

Asensio menyusul dua tahun kemudian. Pada Juli 2023, setelah masa baktinya di Real Madrid berakhir dan ia menjadi agen bebas, PSG mengumumkan perekrutannya dengan kontrak hingga 2026. Dua pekan setelah debutnya, ia langsung mencetak gol di kemenangan 3-1 atas Lens, disusul gol lain sekaligus assist untuk Kylian Mbappé melawan Lyon.

Di musim 2023/24 itulah dua pemain dengan identitas klub yang begitu berbeda, satu besar di bawah bayang-bayang Bernabéu, satu lagi dibesarkan San Siro, sama-sama mengenakan jersey PSG, bersaing untuk trofi Ligue 1 dan Coupe de France yang pada akhirnya diraih klub tersebut.

Jalan yang Berbeda Setelahnya

Kebersamaan mereka di Paris tidak berlangsung selamanya dengan cara yang sama. Donnarumma terus berkembang di bawah PSG, sempat sempat tersisih oleh Luis Enrique demi Matvey Safonov sebelum akhirnya merebut kembali tempatnya dan menjadi bagian kunci treble PSG di musim 2024/25, termasuk gelar Liga Champions pertama klub tersebut. Ia kemudian menerima penghargaan Kiper Terbaik FIFA 2025, sebelum pindah ke Manchester City.

Asensio justru mengalami jalan yang lebih berliku. Setelah periode awal yang menjanjikan di PSG, ia dipinjamkan ke Aston Villa pada awal 2025, lalu akhirnya hijrah ke Fenerbahçe di Liga Super Turki pada September 2025, sebuah babak baru yang jauh dari sorotan Paris maupun Madrid.

Mengapa Ini Mengejutkan

Bagi penggemar yang mengenal Asensio sebagai simbol generasi emas Real Madrid dan Donnarumma sebagai kiper kebanggaan AC Milan, melihat nama mereka berdampingan dalam satu skuad terasa seperti anomali kecil dalam sejarah sepak bola Eropa. Namun begitulah PSG beroperasi di era modern: sebuah klub yang mampu menyatukan dua warisan klub rival besar yang secara historis nyaris tak pernah bersinggungan, setidaknya untuk satu musim.

YOUR CALL

Apakah kepindahan Asensio ke Fenerbahçe menandakan PSG membuat kesalahan merekrutnya?

Comments

Loading comments…

Share this story

Ada pemain yang warnanya sudah menyatu dengan satu klub sampai sulit membayangkan mereka mengenakan seragam lain. Marco Asensio adalah produk murni Santiago Bernabéu, pemenang tiga Liga Champions bersama Real Madrid.

Sumber2 sumber

Kami menyebutkan dan menautkan setiap media yang menjadi dasar artikel ini, dan menulis ulang liputan mereka dengan kata-kata kami sendiri, bukan menyalinnya.

BRIEF PAGI

Bola hari ini, di inbox jam 7 pagi. Cuma itu.

Pilihan pertandingan malam, apa yang lagi terjadi di transfer window, dan satu kolom yang harus dibaca hari ini. Tanpa iklan. Tanpa tips. Tanpa operator.

Unsubscribe sekali klik. Kami tidak bagikan email.