
Photo: detikSport
Simon: Selesaikan Sebelum Adu Penalti
Unai Simon tidak ingin nasib Spanyol ditentukan dari titik putih. Jelang semifinal Piala Dunia 2026 melawan Prancis, kiper Athletic Bilbao itu berbicara terus terang โ ia lebih memilih menyelesaikan laga dalam waktu normal atau perpanjangan waktu daripada harus menjalani adu penalti. Pernyataan yang terdengar sederhana, tapi dari seorang kiper menjelang laga sebesar ini, bobotnya lain.
Pengakuan yang Jujur
Menurut laporan detikSport, Simon menyatakan keinginannya agar duel melawan Prancis tuntas sebelum sampai ke babak adu penalti. Laporan serupa juga beredar di beberapa outlet olahraga internasional yang mengikuti persiapan Spanyol menjelang semifinal ini.
Catatan redaksi: Kutipan langsung dari Simon belum tersedia dalam versi terjemahan resmi saat artikel ini ditulis. Kami akan memperbarui artikel ini segera setelah kutipan primer dapat diverifikasi dari sumber resmi.
Simon tidak mencoba terlihat tenang dengan kalimat klise. Ia menyampaikan preferensinya secara terbuka โ dan itu terasa manusiawi di tengah kebisingan turnamen sebesar Piala Dunia.
Konteks: Spanyol dan Adu Penalti
Spanyol dan adu penalti punya hubungan yang tidak selalu mulus. Sebagai catatan faktual yang bisa diverifikasi: La Roja tersingkir lewat adu penalti di Piala Dunia 2002 (melawan Korea Selatan) dan di Euro 2000 (melawan Prancis di perempat final). Sebaliknya, generasi emas Spanyol era 2008โ2012 hampir tidak pernah membutuhkan babak penalti karena dominasi permainan mereka.
Soal rekam jejak Simon secara spesifik di situasi penalti turnamen besar โ itu adalah area yang, secara jujur, membutuhkan data lebih lengkap untuk diklaim secara definitif. Yang jelas: setiap kiper tahu betul betapa tipisnya batas antara pahlawan dan kambing hitam di momen itu, dan Simon tampaknya lebih memilih tidak sampai ke sana.
Melawan Prancis: Bukan Sekadar Semifinal
Ini Spanyol versus Prancis โ dua kekuatan sepakbola Eropa yang masing-masing membawa ambisi besar ke Piala Dunia 2026. Dari sudut pandang redaksi, pernyataan Simon bisa dibaca sebagai sinyal kepercayaan diri: Spanyol ingin menang dengan sepakbola, bukan dengan keberuntungan dari titik putih.
Tapi itu tafsiran, bukan fakta. Yang faktual adalah: Simon berbicara, dan ia memilih kata-kata yang jujur โ bukan yang aman.
Sumber1 sumber
Redaksi Flagside baca setiap berita yang kami terbitkan. Kami kerja dari pers bola, tulis sendiri bukan cuma reprint, dan cek akurasi serta sumber setiap artikel. Semua outlet yang masuk ke berita ini tercantum di bawah Sumber.
Bola hari ini, di inbox jam 7 pagi. Cuma itu.
Pilihan pertandingan malam, apa yang lagi terjadi di transfer window, dan satu kolom yang harus dibaca hari ini. Tanpa iklan. Tanpa tips. Tanpa operator.
Unsubscribe sekali klik. Kami tidak bagikan email.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330815/original/019650200_1787450612-thai_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4271864/original/044451000_1671891306-FkvvpM1akAA6hQi.jpg)

Comments
Loading commentsโฆ